Tampilkan postingan dengan label mualaf. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mualaf. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 April 2016

Perdebatan Atheis Dengan Islam

Seorang pemuda yang mengaku dirinya Atheis, bertanya tentang Islam, tentang kelahiran Kristus, tentang evolusi, dan sebagainya kepada Dr. Zakir Naik. Dr. Zakir Naik menjawab pertanyaan-petanyaannya secara rinci dan memberinya sejumlah penjelasan menakjubkan yang akhirnya mampu mengantarkan pemuda itu memperoleh hidayah Islam. Allahu Akbar!

Perdebatan Atheis Dengan Islam yaitu dengan dr zakir naik.

Berikut isi dialognya:

Pemuda Atheis:
Namaku Visud Mohan. Aku seorang pelajar jurusan Sains dan aku di sini karena bantuan seorang teman Muslim, dan aku seorang Atheis. Dia sering memberitahuku tentang agama tapi aku punya beberapa pertanyaan. Kuharap kau dapat menjawabnya. Jadi aku di sini untuk bertanya padamu.

Adanya Al-Qur’an dikenal setelah kelahiran Kristus. Jadi apa yang terjadi sebelum kelahiran Kristus? Misalnya apakah Adam dan Hawa itu benar, dan apa yang terjadi dengan evolusi?

Dr. Zakir Naik:
Saudara ini bertanya bahwa Al-Qur’an diwahyukan setelah kelahiran Kristus, jadi apa yang terjadi setelah Al-Qur’an diwahyukan?

Saudara, banyak orang salah paham bahwa Islam muncul sekitar 1.400 tahun yang lalu ketika Al-Qur’an diwahyukan, dan Nabi Muhammad ﷺ adalah pendiri Islam. Hal ini salah. Islam sudah ada sejak masa paling awal, sejak manusia pertama menjejakkan kakinya di bumi. Dan Nabi Muhammad ﷺ bukanlah pendiri agama Islam, dia adalah nabi penutup dan terakhir.

Dan dalam Islam, kita harus mengimani semua nabi. Nabi kami tercinta Muhammad ﷺ berkata ada 124.000 yang diutus di muka bumi. 25 diantaranya disebutkan dalam Al-Qur’an: Adam, Nuh, Ibrahim, Ishak, Musa, Yesus, Muhammad ﷺ. Jadi sebelum Al-Qur’an diwahyukan, kita harus mengimani para nabi pada masa itu.

Itulah mengapa aku berkata tidak ada Muslim yang benar-benar Muslim jika dia tidak beriman kepada Yesus Kristus Alaihi Salam.

Sebelum Al-Qur’an di wahyukan, bahkan setelah Al-Qur’an diwahyukan, jika seorang berkata dia tidak beriman pada Yesus Kristus Alaihi Salam, maka dia bukan seorang Muslim.

Islam satu-satunya agama non-Kristen yang mewajibkan pengikutnya untuk beriman pada Yesus Kristus as. Jadi sebelum Nabi Muhammad ﷺ, adalah Nabi Yesus Kristus Alaihi Salam.

Jadi kau harus beriman pada semua utusan dari setiap masa. Sebelum Nabi Yesus, ada Nabi Musa Alaihi Salam. Jadi pada masa Musa Alaihi Salam dialah jalan kebenaran dan kehidupan. Tidak ada yang datang dari Tuhan kecuali melalui Musa.

Pada masa Yesus Alaihi Salam, seperti yang disebutkan dalam Gospel Yohanes 14:6, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui aku.”

Tapi sekarang adalah masanya Nabi Muhammad ﷺ. Nabi Muhammad ﷺ adalah jalan kebenaran dan kehidupan. Tidak ada yang datang dari Tuhan keculai dengan jalan yang ditunjukan Nabi Muhammad ﷺ.

Jadi kita harus beriman pada semua nabi mulai dari Adam, Nuh, Musa, Yesus, Muhammad ﷺ. Pesan dari mereka sama: Beriman pada Tuhan Yang Maha Esa, yang tidak ada gambarnya, tidak ada berhalanya, beriman hanya kepada-Nya, yang tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan hanya menyembah-Nya saja.

Semua nabi berkata ketika kita menyembah Tuhan, kita harus bersujud. Beberapa hal kecil mungkin berubah-ubah, tapi pesan dasar tauhid (beriman pada satu Tuhan dan menyembah-Nya saja) adalah sama mulai dari manusia pertama, mulai dari nabi pertama sampai nabi terakhir.

Ada beberapa detil kecil yang mungkin berubah setelah Al-Qur’an diwahyukan. Itulah alasan Yesus Kristus as berkata dalam Gosepel Yohanes 16: 12-14, “Masih banyak hal yang harus kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya. Tetapi apabila Roh Kebenaran datang, ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran, ia tidak akan berkata-kata dari diri sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengarnya itulah yang dikatakannya. Ia akan memuliakan aku.”

Jadi di sini Yesus Kristus bernubuat tentang nabi yang akan datang, yaitu Nabi Muhammad ﷺ.

Jadi Yesus Kristus as berkata “Masih banyak hal yang harus kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya. Tetapi apabila Roh Kebenaran datang, ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran.”

Dan kau mungkin bertanya padaku “Kenapa Nabi Muhammad ﷺ tidak datang duluan? Kenapa Al-Quran tidak diwahyukan sejak dulu? Kenapa baru 1.400 tahun yang lalu? Kenapa tidak 10.000 tahun sebelumnya?

Alasannya adalah seperti yang dikatakan putraku padaku, “Aku ingin menjadi dokter. Ayah, biarkan aku langsung masuk universitas kedokteran.”

Aku berkata padanya, “Pertama masuklah TK, kemudian masuk SD, masuk SMP, masuk SMA, masuk kulia, barulah ambil jurusan kedokteran.”

Jadi Tuhan Yang Maha Kuasa sebagai Pencipta tahu bagaimana manusia berkembang.

Dia tahu jika Al-Quran langsung diwahyukan sebagai kitab pertama, manusia tidak akan memahaminya.

Waktu yang tepat dimana manusia dapat memahami Al-Quran adalah adalah 1.400 tahun yang lalu. Itulah alasan Yesus Kristus lebih dari 2.000 tahun yang lalu berkata, “Masih banyak hal yang harus kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya. Tetapi apabila Roh Kebenaran datang, ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran.” Dia membicarakan tentang Nabi Muhammad ﷺ.

Jadi Tuhan sebagai Pencipta tahu apa yang harus diwahyukan dan kapan waktu yang tepat. Dan Al-Quran berfirman dalam Surat Al-Maa’idah(5):3 bahwa Tuhan berfirman, “Aku telah mewahayukan Al-Quran ini padamu, dan telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” Setelah, tidak ada yang bisa dikurangi atau ditambahkan dari Islam.

Jadi berdasarkan ini, sebelum Nabi Muhammad ﷺ, kita harus beriman pada nabi-nabi sebelumnya.

Berkenaan dengan pertanyanmu tentang teori evolusi Charles darwin, benarkah Teori Darwin? Dan kau berkata bahwa kau seorang atheis. Maaf, benarkah?

Pemuda Atheis:
Ya, Aku seorang atheis.

Dr. Zakir Naik:
Kau dari dulu atheis atau dulunya beragama?

Pemuda Atheis:
Aku dulu beragama.

Dr. Zakir Naik:
Sebelum aku membahas Charles Darwin, saudara. Dalam ceramahku, ketika aku berkata: Siapakah orang pertama yang dapat mengetahui cara kerja sebuah peralatan yang tak pernah dilihat orang lain sebelumnya? Apakah jawabanmu sebagai seorang atheis?

Pemuda Atheis:
Pencipta peralatan itu.

Dr. Zakir Naik:
Sangat bagus. Ketika aku memberikanmu begitu banyak tentang lebih dari 520 hal ilmiah yang tidak diketahui manusia, siapakah yang telah menuliskan hal itu dalam Al-Quran? Tentang Big Bang, bahwa bumi itu bulat, cahaya bulan bukan berasal dari bulan itu sendiri, bahwa matahari itu berotasi, kita sama-sama tidak tahu, tentang atom, tentang langit tanpa penyangga, tentang siklus air, tentang geologi. Siapakah yang mungkin menyebutkan ini saudara? Apakah kau punya jawaban?

Pemuda Atheis:
Yang menyebutnya adalah Tuhan.

Dr. Zakir Naik:
Masya Allah. Jadi pada akhirnya kau beriman pada Tuhan?

Pemuda Atheis:
Ya, benar.

Dr. Zakir Naik:
Apa yang dulu kau tolak adalah tuhan yang palsu. Sekarang, kau mengetahui Tuhan yang sejati. Jadi apakah kau percaya bahwa hanya ada satu Tuhan?

Pemuda Atheis:
Ya, benar.

Dr. Zakir Naik:
Masya Allah. Apakah kau percaya bahwa Al-Qur’an adalah firman Tuhan?

Pemuda Atheis:
Ya, benar.

Dr. Zakir Naik:
Apakah kau percaya bahwa Nabi Muhammad ﷺ adalah utusan Tuhan?

Pemuda Atheis:
Ya.

Dr. Zakir Naik:
Kau percaya. Masya Allah? Siapapun yang percaya bahwa tidak ada Tuhan kecuali Tuhan Yang Maha Esa, kemudian dia percaya bahwa Nabi Muhammad ﷺ adalah utusan Tuhan, dalam bahasa Arab, kita katakan bahwa dia seorang Muslim, dia telah menundukkan diri pada kehendak Tuhan. Itu artinya menurutku, apakah kau telah tunduk pada kehendak Tuhan?

Pemuda Atheis:


Dr. Zakir Naik:
Apakah kau mau mengucapkan dalam bahasa Arab? Ketika kau berkata “Aku percaya pada Tuhan Yang Maha Esa, Tiada tuhan yang lain kecuali Allah, dan aku percaya pada Nabi Muhammad ﷺ”, kita katakan orang itu telah tunduk pada kehendak Tuhan, dia menjadi seorang Muslim. Jadi apakah kau mau mengucapkannya dalam bahasa Arab?

Pemuda Atheis:
Ya

Dr. Zakir Naik:
Apakah kau mau mengucapkan hal ini dalam bahasa Arab?

Pemuda Atheis:
Ya, aku akan melakukannya.

Dr. Zakir Naik:
Baiklah, aku akan mengucapkannya dan kau ikuti. Asyhadu allaa iIlaaha ilalaah, wa asyhadu ana muhammadan abduhu wa rasuluh.

Pemuda Atheis:
Asyhadu allaa ilaaha ilallaah, wa asyhadu ana muhammadan abduhu wa rasuluh.

Dr. Zakir Naik:
Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah.

Pemuda Atheis:
Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah.

Dr. Zakir Naik:
Masya Allah, kau seorang Muslim, Saudara.

Artikel Terbaru