Tampilkan posting dengan label Penyakit_Ain. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label Penyakit_Ain. Tampilkan semua posting

Selasa, 05 April 2016

Ciri Terkena Penyakit Ain dan Cara Menyembuhkannya

Ciri Terkena Penyakit Ain dan Cara Menyembuhkannya - Ain adalah penyakit dari pandangan mata karena rasa takjub atau dengki yang ketika memandang tidak disertai menyebut asma Allah Subhanahu wa ta'ala. Pujian yang berlebihan kepada seseorang juga bisa menyebabkan penyakit ain. Tanda tanda terkena 'AIN atau yang lainnya. Jika seseorang sehat dari penyakit jasmani, maka gejalanya secara umum :
  • Denyut jantung tak beraturan dan terkadang berdegup sangat kencang
  • Ngantukan dan selalu ingin tidur
  • Melihat banyak mata memandang ke arahnya, baik di dalam mimpi maupun ketika sadar
  • Kerjanya ingin “ngulet” seperti orang yang baru bangun tidur
  • Insomnia
  • Orang yang dipandang sering merasa mual dan muntah tanpa sebab
  • Mengalami rasa mulas yang berkepanjangan dan diare tanpa sebab medis
  • Tidak betah di rumah, seakan terpenjara dan tersiksa di dalam rumah, atau malah sebaliknya
  • Banyak mengeluarkan air liur dan terkumpul di mulut
  • Banyak bersendawa
  • Marah yang tak wajar, stress tanpa sebab, gundah tanpa sebab, dan yang semacamnya
  • Orang yang kena pandang kadang sering ingin merasa menangis tanpa sebab
  • Rasa dingin di ujung-ujung bagian tubuh, terutama tangan dan kaki
  • Rasa cekot-cekot di bagian ujung tubu
  • Rasa lemah dan berat di bagian tubuh secara menyeluruh atau di salah satu bagian dari kedua betis
  • Rasa panas di badan, seperti demam, dan kadang hanya pada di bagian ujung tubuh saja
  • Mata berkedip cepat, tidak kuat melek lama
  • Ketika mendengar ayat-ayat al-Qur’an, terutama ayat ruqyah, ia akan sering menguap dengan mengularkan air mata
  • Banyak mengeluarkan keringat, terutama di daerah kening dan punggung
  • Tidak bisa berdiam diri, kadang kaki selalu ingin gerak
  • Nyeri di bagian punggung bawah dan rasa berat di kedua pundak
  • Rasa gatal di seluruh tubuh atau di sebagian saja
  • Sering bermimpi yang berkaitan dengan mata, atau dalam kasus lain berupa ular
  • Sangat sulit konsentrasi dalam pekerjaan dan pelajaran
  • Mogok kerja atau mogok masuk kelas tanpa alasan yang jelas

(Silahkan download artikel ini dalam bentuk PDF agar anda bisa membacanya nanti)


Download

Ciri Terkena Penyakit Ain dan Cara Menyembuhkannya sesuai cara Islam atau tuntunan Rasulullah SAW



Tanda-tanda Anak/bayi terkena ‘ain

Bayi yang baru lahir dan anak-anak sangat rentan terkena penyakit ‘ain. Apalagi kalau bayi/anak itu mempunyai kelebihan yang tidak dimiliki bayi/anak yang lain, seperti kelucuannya,rupanya yang manis ,kesehatannya, dan lain-lain yang mengundang perhatian siapa saja yang melihatnya.

Adapun diantara tanda-tanda anak yang terkena pengaruh buruk ‘ain adalah :
  • Tangisan yang tidak wajar yang tidak kunjung henti,

    kejang-kejang tanpa sebab yang jelas, tidak mau menyusu kepada ibunya tanpa sebab yang jelas.

    عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْدَخَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  فَسَمِعَ صَوْتَ صَبِيٍّ يَبْكِي فَقَالَ مَا لِصَبِيِّكُمْ هَذَا يَبْكِي فَهَلَّا اسْتَرْقَيْتُمْ لَهُ مِنْ الْعَيْنِ

    Aisyah rodhiyallohu anha berkata : “Suatu ketika Nabi masuk (rumahnya) kemudian mendengar bayi sedang menangis.Beliau berkata,”Mengapa bayi kalian menangis?Mengapa tidak kalian bacakan ruqyah-ruqyah (supaya sembuh) dari penyakit ‘ain?) (Shahihul jami’ 988 n0.5662)
  • Kondisi tubuh yang sangat kurus kering


    عَنْ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِرَخَّصَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِآلِ حَزْمٍ فِي رُقْيَةِ الْحَيَّةِ وَقَالَ لِأَسْمَاءَ بِنْتِ عُمَيْسٍ مَا لِي أَرَى أَجْسَام بَنِي أَخِي ضَارِعَةً تُصِيبُهُمْ الْحَاجَةُ قَالَتْ لَا وَلَكِنْ الْعَيْنُ تُسْرِعُ إِلَيْهِمْ قَالَ ارْقِيهِمْ

    Dari Jabir rodhiyallohu anhu bahwa Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam memberi rukhshoh (keringanan) bagi anak-anak Ja’far memakai bacaan ruqyah dari sengatan ular. Beliau berkata kepada Asma’ binti Umais,”Mengapa aku lihat badan anak-anak saudaraku ini kurus kering? Apakah mereka kelaparan?” Asma’ menjawab : “tidak, akan tetapi mereka tertimpa ‘Ain.” Kata beliau,”Kalau begitu bacakan ruqyah bagi mereka! (HR Muslim, Ahmad dan Baihaqi)
  • Nangis tanpa sebab dan tidak berhenti-henti

  • Yang tadinya penurut menjadi pembangkang, rewel dan sulit diatur

  • Yang tadinya rajin dan berprestasi di sekolah bisa berubah menjadi bebal, pemalas, dan ngantukkan dan lain lain


Sunnah bagi orang yang memandang takjub terhadap sesuat

Seperti yang telah dijelaskan di atas,bahwa penyakit ‘ain tidak hanya disebabkan oleh orang yang iri dan dengki terhadap sesuatu yang dipandangnya. Bahkan setiap mata yang memandang takjub terhadap sesuatu dengan izin Alloh juga bisa menyebabkan pengaruh buruk ‘ain walaupun orang tersebut tidak bermaksud menimpakan ‘ain. Bahkan ini terjadi pada para sahabat Nabi yang sudah terkenal akan kebersihan hati mereka.

Adapun diantara sunnah ketika seseorang memandang takjub terhadap sesuatu adalah :

Hendaklah mengucapkan :
 مَا شَاءَ اللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

 Bacaan latinnya: la haula wala quwwata illa billah

“Sungguh atas kehendak Allohlah semua ini terwujud”
Hal ini didasari firman Alloh dalam surat Al-Kahfi ayat 39. Imam Ibnu Katsir menafsirkan ayat tersebut dengan mengatakan :”Ketika engkau masuk suatu kebun dan kau merasa takjub akan keindahannya,mengapa engkau tidak memuji Alloh atas nikmat yang telah diberikan kepadamu seperti nikmat harta dan anak keturunan yang tidak diberikan kepada selain engkau dan mengapa kamu tidak mengucapkan masya’Alloh la quwwata illa billah.

Mendoakan keberkahan pada apa yang dilihatnya

Dari Amir bin Robi’ah rodhiyallohu anhu :

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ مِنْ أَخِيهِ أَوْ مِنْ نَفْسِهِ أَوْ مِنْ مَالِهِ مَا يُعْجِبُهُ فَلْيُبَرِّكْهُ فَإِنَّ الْعَيْنَ حَقٌّ

Rosullulloh shollallohu alaihi wa sallam bersabda : “Jika salah seorang dari kalian melihat sesuatu yang menakjubkan dari saudaranya, pada dirinya atau pada hartanya, maka doakan keberkahan padanya, karena sesungguhnya penyakit ain itu haq (benar). (HR Ahmad).

Di antara cara mendoakan keberkahan terhada apa yang dilihatnya adalah :

بَارَكَ اللَّهُ فِيهِ

‘Ya Alloh Semoga Alloh memberikan berkah padanya”

اللَّهُمَّ بَارِكْعَلَيْهِ

“Ya Alloh berkahilah atasnya”

اللَّهُمَّ بَارِكْلَهُ

“Ya Alloh berkahilah baginya”

Cara mencegah agar anak tidak terkena penyakit Ain

Ruqyah anak setiap saat terutama waktu sebelum tidur 

Hendaklah orang tua membiasakan diri mereka membentengi anak-anaknya dari bahaya ‘ain dengan ruqyah-ruqyah (bacaan-bacaan) yang diajarkan dalam Islam. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Nabi shollallohu alaihi wa sallam memohon perlindungan Alloh untuk Hasan dan Husain dengan doa:

أُعِيذُكُمَا بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

Aku berlindung kepada Alloh untuk kalian berdua dengan kalimat-kalimat Alloh yang sempurna dari segala syaitan, binatang yang berbisa dan pandangan mata yang jahat. (HR Abu Daud)
baca juga:

Doa Amalan Rasulullah Sebelum Tidur


Sebagaimana yang telah disebutkan oleh Imam Ibnul Qoyyim dalam zadul ma’ad 4/159, hendaknya para orang tua tidak menampakkan suatu kelebihan yang menakjubkan yang dimiliki anak-anaknya yang dikhawatirkan akan mengundang rasa iri atau kedengkian orang yang melihatnya. Lalu Ibnu qoyyim menukil atsar dari Imam Baghowi bahwasanya pernah suatu ketika Utsman bin Affan rodhiyallohu anhu melihat seorang anak kecil yang sangat elok rupanya lagi menawan, kemudian Ustman berkata, “Tutupilah (jangan ditampakkan) lubang dagu (yang membuat orang takjub) pada anak itu.” Maka keadaan seperti itu sangat dikhawatirkan akan terjadinya pengaruh buruk ‘ain. Lebih-lebih kalau ada orang yang terkenal mempunyai sifat iri dan dengki.

Tidak berlebihan memamerkan foto anak 

Hindari memasang foto anak yang lucu di sosial media. Tidak semua orang mempunyai pengetahuan agama yang cukup. Maka jika orang itu memandang dengan kagum melihat ketampanan atau kelucuan atau kecantikan anak anda dan dia tidak mengucap asma Allah maka bisa jadi anak anda akan terkena ain dari pandangan mata orang itu
baca juga:

Larangan Gambar di Islam dan Hubungannya dengan Sihir


Tidak berlebihan membanggakan anak

Hendaklah para orang tua tidak berlebihan menceritakan kelebihan-kelebihan atau kebaikan-kebaikan anaknya yang tidak dimiliki anak-anak lain, sehingga mengundang rasa iri dan dengkii siapa saja yang mendengarnya,kemudian berusaha melihatnya,hingga Alloh menakdirkan terjadinya pengaruh buruk ‘Ain tersebut.
baca juga:

tetap bersyukur dan rendah hati


Upaya-upaya orang tua untuk menyembuhkan anak jika sudah terkena pengaruh buruk ‘Ain :

Dimandikan dengan air dari bekas pelaku ain

Jika pelakunya diketahui, maka hendaklah orang itu diperintahkan untuk mandi, kemudian orang yang terkena pengaruh mata itu mandi dengan bekas air mandi orang itu. Hal ini sebagaimana kisah sahabat nabi shollallohu alaihi wa sallam Sahl bin Hunaif rodhiyallohu anhu dalam hadits yang telah lalu,bahwa nabi shollallohu alaihi wa sallam memerintahkan Amir bin robi’ah rodhiyallohu anhu untuk mandi dan sisa air mandinya diguyurkan pada Sahl bin Hunaif rodhiyallohu anhu.

At-Tirmidzi menjelaskan :”Pelaku ‘ain diperintahkan untuk mandi dengan menggunakan air dalam baskom. Lalu meletakkan telapak tangannya di mulut dan berkumur-kumur,lalu disemburkan ke dalam baskom tersebut. Baru setelah itu membasuh wajahnya dengan air dalam baskom tersebut,lalu memasukkan tangan kirinya dan mengguyurkan air ke lutut kanannya dengan air baskom tersebut.Kemudian memasukkan tangan kanannya dan menyiramkan air baskom itu ke lutut kirinya.Baru kemudian membasuh tubuh di balik kain, namun baskom itu tidak usah diletakkan di atas tanah atau lantai.Setelah itu sisa air diguyurkan ke kepala orang yang terkena ‘ain dari arah belakang satu kali guyuran.
baca juga:

mencari orang penyebab penyakit ain


Membaca Al Ikhlas, Al Falaq dan An Naas

Memperbanyak membaca “Qul Huwallohu Ahad” (surat al-Ikhlas),Al-Muawwidzatain (surat al-Falaq dan an-Naas),al-Fatihah,ayat kursi,bagian penutupsurat al-Baqoroh (dua ayat terakhir),dan mendoakan dengan doa-doa yang disyariatkan dalam ruqyah
baca juga:

Keutamaan Al-Falaq dan An-Naas


Membaca doa :


بِاسْمِ اللَّهِ أَرْقِيكَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ يُؤْذِيكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ نَفْسٍ أَوْ عَيْنِ حَاسِدٍ اللَّهُ يَشْفِيكَ بِاسْمِ اللَّهِ أَرْقِيكَ

“Dengan menyebut Nama Alloh,aku meruqyahmu dari segala sesuatu yang menyakitimu, dan dari kejahatan setiap jiwa atau mata orang yang dengki.Mudah-mudahan Alloh subhanahu wa ta’ala menyembuhkanmu.Dengan menyebut Nama Alloh,aku mengobatimu dengan meruqyahmu.” (HR.Muslim no.2186 (40),dari Abu Said rodhiyallohu anhu)

Atau

بِاسْمِ اللَّهِ يُبْرِيكَ وَمِنْ كُلِّ دَاءٍ يَشْفِيكَ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ وَشَرِّ كُلِّ ذِي عَيْنٍ

“Dengan menyebut nama Alloh,mudah-mudahan Dia membebaskan dirimu dari segala penyakit,mudah-mudahan Dia akan menyembuhkanmu,melindungimu dari kejahatan orang dengki jika dia mendengki dan dari kejahatan setiap orang yang mempunyai mata jahat.” (HR. Muslim no. 2185 (39), dari Aisyah rhodiyallohu anha)

Ini adalah doa yang dibacakan malaikat Jibril kepada Rasulullah Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam ketika mendapat gangguan setan.
lebih detail, silahkan baca:

Ketika malaikat jibril melakukan ruqyah


Membuat air ruqyah

Membacakan pada air (dengan bacaan –bacaan ruqyah yang syar’i) disertai tiupan, dan kemudian meminumkan pada penderita,dan sisanya disiramkan ke tubuhnya. Hal itu pernah dilakukan Rosululloh shollallhu alaihi wa sallam kepada Tsabit bin Qois. (HR. Abu Daud no. 3885)

Dibacakan (bacaan) pada minyak dan kemudian minyak itu dibalurkan. (HR Ahmad III/497,lihat silsilah al-Ahaadits as-Shohihah :397). Jika bacaan itu dibacakan pada air zam-zam,maka yang demikian itu lebih sempurna jika air zam-zam itu mudah diperoleh atau kalau tidak,boleh juga dengan air hujan.
baca juga:

Air Hujan Untuk Obati Gangguan Sihir


Membaca zikir pagi dan petang untuk pribadi

lebih jelas, baca juga:

Text dan Arti Dzikir Pagi dan Dzikir Petang


Semoga Allah melindungi kita dari segala keburukan makhluk-NYA...

Jumat, 06 November 2015

pandangan mata kagum atau benci yang membuat celaka

Pandangan mata kagum atau benci bisa menimbulkan penyakit yang dinamakan penyakit 'ain. ‘Ain itu diambil dari kata ‘ana-Ya’inu (bahasa Arab) artinya apabila ia menatapnya dengan matanya. Asalnya dari kekaguman orang yang melihat sesuatu, kemudian diikuti oleh jiwanya yang keji, kemudian menggunakan tatapan matanya itu untuk menyampaikan racun jiwanya kepada orang yang dipandangnya.

Sepintas memang terlihat mengada ngada dan sulit diterima oleh akal sehat, akan tetapi Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wa sallam menegaskan bahwa ain itu nyata.

Dari Abi Hurairah radliyallaahu ‘anhu ia berkata : Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam : “Al-‘Ain adalah haq (benar)” [HR. Bukhari no. 5408 dan Muslim no. 2187].

Pengaruh dari bahaya pandangan mata pun hampir mengenai Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana firman-Nya,

“Sesungguhnya orang-orang kafir itu benar-benar hampir menggelincirkan kamu dengan pandangan mereka, tatkala mereka mendengar al Qur’an dan mereka mengatakan ‘Sesungguhnya dia (Muhammad) benar-benar gila.” (QS. Al Qalam [68]: 51)
 
pandangan mata kagum atau benci yang membuat celaka

Senin, 08 Juni 2015

mencari orang penyebab penyakit ain

Seperti yang telah dijelaskan tentang pengertian penyakit ain, dan bagaimana pandangan mata atau pujian bisa menyebabkan penyakit ain, kali ini akan dibahas cara mencari orang penyebab penyakit ain.
Ada beberapa perkara yg dengannya dapat diketahui orang yg menyebabkan 'ain kepada seseorang :

Penyakit Ain itu penyakit karena pujian atau mata dengki



  1. Kabar dari orang lain ttg seseorang yg telah berbicara banyak tentangnya tanpa menyebut asma Allah, maka orang ini bisa masuk ke dalam orang2 yg dicurigai menyebabkan 'ain
  2. Segala yg terlintas dalam hati korban, yakni selalu terbayang dengan orang tertentu yg ia kenal, atau terkadang terdapat perasaan yg tidak biasa, tidak nyaman, dan aneh ketika berpapasan atau berdekatan dengan orang tsb, sering bermimpi dengan orang yg sama dan seakan-akan orang tsb melemparinya dengan panah atau semacamnya. Maka orang itu jg bisa masuk kriteria orang yg dicurigai bahwa dia yg menyebabkan 'ain kepadanya
  3. Tersiar kabar tentang seseorang yg telah memuji dengan berlebihan tanpa menyebut nama Allah, maka orang tsb juga bisa masuk kriteria orang yg dicurigai.

Apakah ini termasuk su'udzon dan perbuatan dosa ?

Tentu bukan termasuk su'udzon dalam perkara ini, dan jg bukan termasuk ghibah ketika menyebutkan orang yg memungkinkan utk dicurigai...

Dalilnya sangat masyhur, yaitu hadits yg diriwayatkan oleh imam Malik, Abu Dawud, dll :

Jumat, 29 Mei 2015

kekuatan pandangan mata kagum atau dengki

Seringkali kita menemui kawan kawan kita memamerkan puta putri nya yang lucu di kontak profile blacberry atau di facebok atau di media sosial lainnya. Jika ada seseorang yang melihat foto foto itu tanpa mengucap syukur akan kebesaran Allah, maka akan muncul suatu kekuatan dari pandangan mata yang bisa membuat sakit atau celaka anak yang bersangkutan. Ini lah yang disebut Rasullullah Muhammad shollalahu'alaihi wa salam dengan penyakit ain





Penyakit ain ini bukan tidak hanya bisa mengenai anak bayi atau anak kecil, tapi orang dewasa juga bisa terkena. Ini biasa terjadi karena kesombongan seseorang (suka pamer harta, perhiasan, ilmu, kemampuan)

apa itu penyakit ain bisa baca di sini: Apa itu penyakit ain

TANDA-TANDA terkena 'AIN atau yg lainnya. Jika seseorang sehat dari penyakit jasmani, maka gejalanya secara umum :
  1. Ngantukan dan selalu ingin tidur
  2. Kerjanya ingin “ngulet” seperti orang yang baru bangun tidur
  3. Rasa lemah dan berat di bagian tubuh secara menyeluruh atau di salah satu bagian dari kedua betis
  4. Banyak mengeluarkan keringat, terutama di daerah kening dan punggung
  5. Orang yang dipandang sering merasa mual dan muntah tanpa sebab
  6. Mengalami rasa mulas yang berkepanjangan dan diare tanpa sebab medis
  7. Banyak mengeluarkan air liur dan terkumpul di mulut
  8. Banyak bersendawa
  9. Orang yang kena pandang kadang sering ingin merasa menangis tanpa sebab
  10. Rasa dingin di ujung-ujung bagian tubuh, terutama tangan dan kaki
  11. Rasa cekot-cekot di bagian ujung tubu
  12. Rasa gatal di seluruh tubuh atau di sebagian saja

Minggu, 17 Mei 2015

Apa itu penyakit Ain

Penyakit ‘ain adalah penyakit baik pada badan maupun jiwa yang disebabkan oleh pandangan mata orang yang dengki ataupun takjub. Sehingga dimanfaatkan oleh setan dan bisa menimbulkan bahaya bagi orang yang terkena.

Ibnul Atsir rahimahullah berkata, ﻪﻴﻓ ضِﺮَﻤﻓ ﺎﻬﺒﺒَﺴِﺑ لﺎﻘﻳ : ﺖَﺑﺎَﺻأ ﺎﻧﻼُﻓ ً ﻦْﻴﻋ ٌ اذإ ﺮﻈَﻧ ﻪﻴﻟإ وُﺪَﻋ ّ وأ دﻮُﺴَﺣ ْتﺮﱠﺛﺄﻓ

“Dikatakan bahwa Fulan terkena ‘Ain, yaitu apa bila musuh atau orang-orang dengki memandangnya lalu pandangan itu mempengaruhinya hingga menyebabkannya jatuh sakit”

Sekilas ini terkesan mengada-ada atau sulit diterima oleh akal, akan tetapi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menegaskan bahwa ‘ain adalah nyata dan ada.
Apa itu penyakit Ain




Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ﻦﻴﻌﻟا ﻖﺣ ُُّ ﻮﻟو نﺎﻛ ءﻲﺷ ﻖﺑﺎﺳ رﺪﻘﻟا ﻪﺘﻘﺒﺴﻟ ﻦﻴﻌﻟا
“Pengaruh ‘ain itu benar-benar ada, seandainya ada sesuatu yang bisa mendahului takdir, ‘ainlah yang dapat melakukannya.”

”Dari Abu Umamah bin Sahal bin Hunaif, ia berkata : ”Ayahku Sahal bin Hunaif mandi di lembah Kharraz (salah satu lembah di Madinah) kemudian dia melepas jubah yang dipakainya sementara itu Amir bin Rabi’ah memandang kepadanya. Sahal adalah orang yang berkulit sangat putih dan sangat bagus.

Kemudian Amir berkata : ”Aku belum pernah melihat seperti sekarang, juga tidak pernah melihat kulit wanita perawan bercadar.” Lalu Sahal merasa sembelit (di perut) dan bertambah keras sembelitnya.

Kemudian dikabarkan kepada Rasulullah SAW akan sembelitnya itu lalu dikatakan kepadanya : ”Ia tidak bisa mengangkat kepalanya.” Kemudian Rasulullah bertanya : “Siapakah orang yang engkau arahkan kepadanya tuduhan?” Mereka berkata : ” Amir bin Rabi’ah.”

Kemudian Rasulullah SAW memanggilnya lalu memarahinya dan bersabda : ”Mengapakah salah satu diantara kalian membunuh saudaranya? Mengapakah tidak kamu berkati, mandilah untuknya.”

Kemudian Amir mencuci mukanya, kedua tangannya, kedua sikunya, kedua lututnya, jari-jari kedua kakinya dan bagian dalam kainnya di dalam bejana kemudian (air bekas cuci itu) disiramkan kepadanya (Sahal) dari arah belakangnya lalu Sahal kontan sembuh saat itu juga.” 

(Diriwayatkan oleh Ahmad, Nasa’I, dan Ibnu Majah; di-shahih-kan oleh al Albani di dalam Shahihul Jami’ (3908))

Penyakit ‘ain bisa mengenai anak-anak
Anak dan bayi bisa terkena ‘ain, apalagi anak-anak dan bayi terkadang menggemaskan dan lucu sehingga banyak yang kagum dan ia lupa membaca doa ketika kagum. Maka anak bisa terkena ‘ain. Gejalanya bisa berupa anak menanggis terus menerus tanpa henti, kemudian tidak mau menyusui tanpa sebab yang jelas dan ini terjadi tidak seperti biasanya. Sebagaimana hadits.
Aisyah radhiallahu anha berkata, ﻪَﻟ ُ ﻦِﻣ ْ ِﻦْﻴَﻌْﻟا تْﻮَﺻ َ ﻲِﺒَﺻ ٍّ ﻲِﻜْﺒَﻳ لﺎَﻘَﻓ َ ﺎَﻣ ﻢُﻜﱢﻴِﺒَﺼِﻟ ْ اَﺬَﻫ ﻲِﻜْﺒَﻳ ﱠﻼَﻬَﻓ ْﻢُﺘْﻴَﻗْﺮَﺘْﺳا ﻦَﻋ ْ ﺔَﺸِﺋﺎَﻋ َ ﺖَﻟﺎَﻗ ْ ﻞَﺧَد َ ﻲِﺒﱠﻨﻟا ُّ ﻰﱠﻠَﺻ ﻪﱠﻠﻟا ُ ﻪْﻴَﻠَﻋ ِ ﻢﱠﻠَﺳَو َ َﻊِﻤَﺴَﻓ

“Suatu ketika Nabi masuk (rumahnya) kemudian mendengar bayi sedang menangis.Beliau berkata,”Mengapa bayi kalian menangis? Mengapa tidak kalian bacakan ruqyah-ruqyah (supaya sembuh) dari penyakit ‘ain?)”

Bisa juga gejalanya bayi menjadi sangat kurus kering, عِﺮْﺴُﺗ ُ ﻢِﻬْﻴَﻟِإ ْ لﺎَﻗ َ ْﻢِﻬﻴِﻗْرا مﺎَﺴْﺟَأ َ ﻲِﻨَﺑ ﻲِﺧَأ ﺔَﻋِرﺎَﺿ ً ﻢُﻬُﺒﻴِﺼُﺗ ْ ﺔَﺟﺎَﺤْﻟا ُ ﺖَﻟﺎَﻗ ْ َﻻ ﻦِﻜَﻟَو ْ ُﻦْﻴَﻌْﻟا مْﺰَﺣ ٍ ﻲِﻓ ﺔَﻴْﻗُر ِ ﺔﱠﻴَﺤْﻟا ِ لﺎَﻗَو َ ءﺎَﻤْﺳَِﻷ َ ﺖْﻨِﺑ ِ ﺲْﻴَﻤُﻋ ٍ ﺎَﻣ ﻲِﻟ ىَرَأ ﻦَﻋ ْ ﺮِﺑﺎَﺟ َ ﻦْﺑ َ ﺪْﺒَﻋ ِ ﻪﱠﻠﻟا ِ ﺺﱠﺧَر َ ﻲِﺒﱠﻨﻟا ُّ ﻰﱠﻠَﺻ ﻪﱠﻠﻟا ُ ﻪْﻴَﻠَﻋ ِ ﻢﱠﻠَﺳَو َ ِلِﻵ

Dari Jabir radhiallahu anhu bahwa Rasulullah shallalahu alaihi wa sallam memberi rukhshoh (keringanan) bagi anak-anak Ja’far memakai bacaan ruqyah dari sengatan ular. Beliau berkata kepada Asma’ binti Umais,”Mengapa aku lihat badan anak-anak saudaraku ini kurus kering? Apakah mereka kelaparan?” Asma’ menjawab : “tidak, akan tetapi mereka tertimpa ‘Ain.” Kata beliau,”Kalau begitu bacakan ruqyah bagi mereka!”

Cara mencegah dan mengobati ‘ain pada anak

  1. sering-sering membacakan doa perlindungan kepada anak ketika anda bersama anak anda. Doa tersebut adalah ﻦْﻴَﻋ ٍ ٍﺔﱠﻣَﻻ ﺎَﻤُﻛُﺬﻴِﻋُأ تﺎَﻤِﻠَﻜِﺑ ِ ﻪﱠﻠﻟا ِ ﺔﱠﻣﺎﱠﺘﻟا ِ ﻦِﻣ ْ ﻞُﻛ ِّ نﺎَﻄْﻴَﺷ ٍ ﺔﱠﻣﺎَﻫَو ٍ ﻦِﻣَو ْ ﱢﻞُﻛ
    “Aku berlindung kepada Allah untuk kalian berdua dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari segala syaitan, binatang yang berbisa dan pandangan mata yang jahat.”
  2. jangan terlalu sering menceritakan atau membangga-banggakan anak kita pada orang lain
  3. jika asudah terkena maka bisa menempuh cara berikut:

jika orang yang mengenai ‘ain diketahui

maka ia diminta untuk mandi atau berwudhu kemudian air bekas orang tadi digunakan untuk mandi/disiram atau di basuh pada orang yang terkena ‘ain.

Sebagaimana dalam kisah hadits mengenai Sahl bin Hunaif yang terkena ‘ain maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada pelakunya, ﻪﺑ ﻚﻟذ حاﺮﻓ ﻞﻬﺳ ﻊﻣ سﺎﻨﻟا ﺲﻴﻟ ﻪﺑ سﺄﺑ ﻞﺟر ﻰﻠﻋ ﻪﺳأر هﺮﻬﻇو ﻦﻣ ﻪﻔﻠﺧ ﻢﺛ ﺊﻔﻜﻳ حﺪﻘﻟا هءارو ﻞﻌﻔﻓ ﻪﻴﻠﺟر ﺔﻠﺧادو هرازإ ﻲﻓ حﺪﻗ ﻢﺛ ﺐﺻ ﻚﻟذ ءﺎﻤﻟا ﻪﻴﻠﻋ ﻪﺒﺼﻳ ﻞﺴﺘﻏأ ﻪﻟ ﻞﺴﻐﻓ ﻪﻬﺟو ﻪﻳﺪﻳو ﻪﻴﻘﻓﺮﻣو ﻪﻴﺘﺒﻛرو فاﺮﻃأو

“Mandilah untuknya !”. Kemudian ‘Amir mencuci mukanya, kedua tangannya, kedua sikunya, kedua lututnya, jari-jari kedua kakinya, dan bagian dalam kainnya di dalam bejana. Kemudian (air bekas mandi itu) disiramkan kepada Sahl)oleh seseorang ke kepalanya dan punggungnya dari arah belakangnya. Kemudian bejana terebut ditumpahkan isinya di belakangnya. Maka setelah hal itu dilakukan, Sahl kembali bersama orang-orang dalam keadaan tidak kurang suatu apa (sehat kembali).”

Bisa juga dengan wudhu, jika pelakunya tidak memungkinkan mandi,

Dari ‘Aisyah radliallaahu ‘anha ia berkata, ﺄﺿﻮﺘﻴﻓ ﻢﺛ ﻞﺴﺘﻐﻳ ﻪﻨﻣ ﻦﻴﻌﻤﻟا ﻦﻋ ﺔﺸﺋﺎﻋ ﻰﺿر ﷲ ﻰﻟﺎﻌﺗ ﺎﻬﻨﻋ ﺖﻟﺎﻗ نﺎﻛ ﺮﻣﺆﻳ ﻦﺋﺎﻌﻟا

“Orang yang melakukan ‘Ain diperintahkan agar berwudlu kemudian orang yang terkena ‘Ain mandi dari air (bekas wudlu tadi)”

-menaruh tangan ke atas kepala penderita ‘Ain kemudian membaca doa ﻦْﻴَﻋ ٍ ﺪِﺳﺎَﺣ ٍ ﷲُ ﻚْﻴِﻔْﺸَﻳ َ ﻢْﺴِﺑ ِ ﷲِ َﻚْﻴِﻗْرَأ ﻢْﺴِﺑ ِ ﷲِ ﻚْﻴِﻗْرَأ َ ﻦِﻣ ْ ﻞُﻛ ِّ ءْﻲَﺷ ٍ ﻚْﻳِذْﺆُﻳ َ ﻦِﻣ ْ ﺮَﺷ ِّ ﻞُﻛ ِّ ﺲْﻔَﻧ ٍ ْوَأ

“Dengan nama Allah, aku meruqyahmu dari setiap sesuatu yang menyakitimu dab dari kejelekan setiap jiwa atau mata yang dengki. Allah-lah yang menyembuhkanmu. Dengan nama Allah aku meruqyahmu”

Atau doa, ﺪَﺴَﺣ َ ﻦِﻣَو ْ ﺮَﺷ ِّ يِذ ْ ٍﻦْﻴَﻋ ﻢْﺴِﺑ ِ ﷲِ ﻚْﻳِﺮْﺒُﻳ َ ﻦِﻣَو ْ ﻞُﻛ ِّ ءاَد ٍ ﻚْﻴِﻔْﺸَﻳ َ ﻦِﻣَو ْ ﺮَﺷ ِّ ﺪِﺳﺎَﺣ ٍ اَذِإ

“Dengan nama Allah, mudah-mudahan Dia membebaskanmu, dari setiap penyakit, mudah-mudahan Dia akan menyembuhkanmu, melindungimu dari kejahatan orang dengki jika dia mendengki dan dari kejahatan setiap orang yang mempunyai ‘Ain (mata dengki)”

meruqyah dengan membaca surat Al-Ikhlash, Al-Falaq, dan An-Naas

Dan doa-doa shahih yang lainnya.

Demikian pembahasan ini, semoga bermanfaat
Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush shalihaat, wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shahbihi wa sallam

Artikel Terbaru