Tampilkan posting dengan label Pengertian_Ruqyah. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label Pengertian_Ruqyah. Tampilkan semua posting

Rabu, 13 April 2016

Ciri Ciri Dukun Yang Mengaku Peruqyah Syar'iyyah

Ciri Ciri Dukun Yang Mengaku Peruqyah Syar'iyyah - Menanggapi banyak nya iklan di surat kabar atau di majalah majalah serta media media periklanan laiinya di mana dalam iklannya mengaku bisa ruqyah secara syar'iyyah. Tapi jika di cermati iklannya ternyata selain mengaku bisa meruqyah syar'iyyah ternyata juga menawarkan jasa pemasangan susuk, pemagaran rumah, reiki, jimat dan sebagainya. Bagai mana mungkin ruqyah nya bisa di katakan syar'i tapi masih menawarkan jasa yang dalama islam itu sangat sangat terlarang karena berarti menduakan dan mensekutukan Allah subhanahu wa ta'ala. Itulah yang di namakan ruqyah syirkiyyah yang merupakan kebalikan ruqyah syar'iyyah

Pengertian Ruqyah Syirkiyyah

Ruqyah Syirkiyyah ialah bacaan mantra-mantra, pengagungan dan penyebutan setan, orang-orang shalih, penghormatan pada bintang-bintang, malaikat atau pun prilaku-prilaku pada saat ruqyah yang mengandung dosa syirik, bid’ah, atau khurafat. Ruqyah semacam ini dilarang dalam syari’ah. Sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya mantra-mantra, jimat, dan guna-guna adalah syirik.” (HR.Abu Dawud dan Ahmad).

Ibu at-Tiin berkata,”Itulah ruqyah yang dilarang yang dipergunakan ma’zim dan lainnya, yaitu orang yang mengakui adanya penundukan jin untuknya. Selain itu ia juga mampu mendatangkan hal-hal yang syubhat yang merupakan kombinasi hak dan bathil, kemudian digabungkan dengan dzikir pada Allah dengan sesuatu yang meragukan (berupa latihan tenaga dalam atau bertapa diiringi dzikir pada Allah, puasa dan wirid ribuan kali untuk mendapatkan kemampuan ghoib dan lain sebagainya).”
baca juga:

Ilmu Tenaga Dalam Wirid Dzikir Karomah Membuatku Sengsara



Ciri Ciri Dukun Yang Mengaku Peruqyah Syar'iyyah disertai ciri ciri yang biasa mereka lakukan


Bentuk bentuk penyimpangan dalam praktek ruqyah saat ini

Adapun bentuk-bentuk penyimpangan dalam praktek ruqyah dewasa ini yang harus kita waspadai agar tidak tertipu dan malah ikut-ikutan tersesat adalah sebagai berikut:

Peruqyah memegang tubuh seorang yang bukan muhrimnya secara langsung hingga saling bersentuhan kulit tanpa ada perantara sedikitpun (tanpa memakai media kayu, atau sarung tangan yang tebal pada saat darurat yang menyebabkan peruqyah terpaksa menyentuh atau tersentuh tubuh pasien yang bukan muhrimnya secara langsung)
   
Dari Umaimah bintu Ruqaiqah radhiallahu’anha dia berkata: Aku pernah mendatangi Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersama para wanita (muslimah) untuk membaiat beliau Shallallahu’alaihi Wasallam, lalu beliau Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Sesuai dengan kemampuan dan kesanggupan kalian, sesungguhnya aku tidak berjabat tangan dengan kaum perempuan (yang bukan mahram)”. (HR an-Nasa’i (7/149, no. 4181), at-Tirmidzi (4/151, no. 1597) dan Ibnu Majah (2/ 959, no. 2874), dinyatakan sebagai hadits yang hasan shahih oleh Imam at-Tirmidzi dan Ibnu Hajar (Fathul Bari 13/204))

Dari Ma’qil bin Yasar radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Sungguh jika kepala seorang laki-laki ditusuk dengan jarum dari besi lebih baik baginya daripada dia menyentuh seorang perempuan yang tidak halal baginya (bukan istri atau mahramnya)” (HR ath-Thabarani dalam “al-Mu’jamul kabiir” (no. 486 dan 487) dan ar-Ruyani dalam “al-Musnad” (2/227), dinyatakan shahih oleh Imam al-Haitsami (Majma’uz zawa-id 4/598), al-Mundziri dan al-Munawi (lihat kitab “Faidhul Qadiir” 5/258), dan dinyatakan hasan oleh Syaikh al-Albani dalam “Silsilatul ahaadiitsish shahiihah” (no. 226))

Peruqyah hanya memijit-mijit badan pasien tanpa mengucapkan bacaan ruqyah.

Peruqyah hanya mencaci jin, dan enggan untuk membaca do’a- do’a Isti’adzah.

Peruqyah membaca bacaan ruqyah, tapi dicampur dengan bacaan yang tidak jelas maknanya.

Peruqyah melafazhkan bacaan ruqyah tapi dicampur dengan mantra syirik.

Peruqyah membaca bacaan ruqyah, tapi juga menggunakan jimat sebagai alat pengobatan.
 lebih jelas baca:

tulisan Al Quran dijadikan jimat?


Peruqyah membaca bacaan ruqyah tapi dibolak-balik kalimatnya atau hanya komat-kamit.

Peruqyah membaca bacaan ruqyah tapi juga menggunakan media lain untuk memindahkan penyakit atau meminta syarat tertentu yang tidak sesuai syari’at.

Peruqyah membaca bacaan ruqyah, tapi juga melakukan penerawangan dan menebak-nebak perkara yang sifatnya ghaib atau langsung memvonis ada atau tidak adanya jin pada pasien.
lebih jelas silahkan baca:

Apakah Manusia Jin dan Malaikat Mengetahui yang Ghaib


Peruqyah membaca ruqyah tapi mengaku bisa mengobati pasien dari jarak jauh.

Peruqyah membaca bacaan ruqyah tapi mengaku bisa melihat jin dan menangkapnya.

Peruqyah membaca bacaan ruqyah seraya melakukan jurus-jurus pernapasan tenaga dalam tertentu.

Peruqyah membaca bacaan ruqyah tapi menggunakan mediator orang lain agar kesurupan kemudian melakukan proses pengobatan.

Peruqyah syirkiyah mengaku bisa memanggil jiwa dukun

Peruqyah syirkiyah mengaku bisa membunuh jiwa dukun dan dukun mati juga di dunia nyata

Peruqyah syirkiyah mengaku bisa mempunyai vision gaib / penglihatan

Peruqyah syirkiyah mengaku hanya dia saja yang bisa mengobati pasien dan tidak ada yang bisa menyembuhkan kecuali dia

Peruqyah syirkiyah akan mengikuti kata-kata jiwa dukun yang di panggilnya pada pasien dan menganjurkan pasien mengikuti kata-kata dari jiwa dukun tersebut ( dalam hal ini jin yang menyamar sebagai jiwa dukun)

Peruqyah syirkiyah biasanya sangat bekerja sama dengan jin sehingga apabila jin meminta sesuatu akan di turuti dan menganggap hal itu adalah cara untuk penyembuhan pasien

Peruqyah syirkiyah biasanya bermain cantik dengan tidak menampakan keganjilan pada awal ruqyah yaitu membaca Alquran dan Hadist , tapi saat berkomunikasi dengan jin terlihat betapa mereka sangat menghargai jin bahkan tidak berani membentak jin karena khawatir jin nya akan menyerang balik, padahal seharusnya peruqyah tidak lah takut dengan ancaman jin karena hanya kepada Allah kita berlindung

Peruqyah syirkiyah tidak akan memberikan pengetahuan tentang tauhid kepada pasien karena peruqyah syirkiyah ini masih berbuat syirik

Peruqyah syirkiyah tidak akan menyalahkan perbuatan syirik pasien dan akan mengalihkan pembicaraan kalau pasien bertanya apakah ini syirik atau tidak, dengan jawaban tidak jelas Peruqyah syirkiyah akan berkata kepada pasien "ada baiknya menghormati nenek moyang dan peninggalan lainnya" atau " cara yang di pakai orang dulu sudah ketinggalan zaman " atau " pengusiran jin orang dulu belum di upgrade " atau " pengusiran itu bisa di pakai cuma kurang kuat " dan kata lainnya yang tidak akan memberikan pengetahuan ke pasien bahwa hal itu adalah syirik atau tidak syirik

Peruqyah syirkiyah akan senantiasa berbaik - baik dengan jin dan mengikuti keinginan jin nya sebagaimana hal nya dukun ber baik - baik dengan dukun dengan alasan jin yang masuk belum tentu jahat

Peruqyah syirkiyah biasanya akan senantiasa berbuat sebaik mungkin kepada jin agar jin tidak marah

Peruqyah syirkiyah biasanya takut dengan ancaman jin

Peruqyah syirkiyah biasanya akan menyimpan jimat - jimat para pasien dengan alasan akan menghilangkan kesaktian jimat nya saja tanpa menghancurkan jimat - jimat tersebut

Peruqyah syirkiyah biasanya apabila ada buhul akan di simpan dengan alasan bahwa buhul itu berdampak berbahaya kepada pasien apabila di rusak
baca juga:

Macam Buhul Sihir dan Media nya


Peruqyah syirkiyah biasanya menyimpan barang - barang hasil sihir atau jimat - jimat atau rajah - rajah atau wafak wafak dan lainnya
baca juga:

Saat tubuh di rajah, jin laut pun masuk



UPDATE TAMBAHAN!!!

Ciri ciri praktek perdukunan dalam ruqyah syirik

Perdukunan telah merasuk dalam masyarakat Islam, sehingga batas antara kebenaran dan kebathilan menjadi samar. Karena banyak ilmu-ilmu perdukunan (kahanah) dikemas dengan kemasan agamis dan modernis, sehingga masyarakat Islam banyak yang tertipu oleh para dukun dan paranormal.

Sebagai contoh, banyak pasien yang menyampaikan keluhan-keluhan mereka pada tim ruqyah, setelah sekian lama menderita sakit terkena sihir dan telah berobat ke banyak orang, ada yang disebut sebagai orang pintar, paranormal, orang tua, kyai, grand master energi, ahli spiritualis. Baik yang menggunakan cara tradisonal seperti bunga kembang setaman, menyan, atau pun yang menggunakan sarana modern seperti transfer energi, kartu yang diisi energi ghoib, bahkan cara-cara yang terkesan agamis seperti membaca lafaz-lafaz berbahasa arab sesungguhnya bukanlah ikhtiyar yang dianjurkan syari’at.

Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa mendatangi tukang ramal atau dukun, kemudian menayakan kepadanya tentang sesuatu, maka tidak akan diterima shalatnya selama 40 hari.”

Ada sebuah fenomena dimana pada era kemajuan tekhnologi saat ini para dukun merubah jubah tradisionalnya menjadi jubah modern. Mereka kini menggunakan istilah-istilah modern dalam prilaku sesatnya. Seperti pada saat mereka meramalkan sesuatu yang akan terjadi pada masa lalu atau masa depan dengan mengistilahkannya sebagai ilmu clairvoyance. Padahal sesungguhnya tetaplah ia masuk dalam hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai tukang ramal atau dukun walau ia menggunakan istilah-istilah modern sekali pun.

Dan orang yang percaya apa yang dikatakan dukun “modern”ini (walau ia mengatakan dari hasil meditasi pembukaan chakra ajna, dari ilmu metafisik dan cara-cara bid’ah lainnya) tetaplah ia ingkar terhadap apa yang diturankan kepada Rasulullah, sebab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda: ”Barangsiapa mendatangi tukang ramal atau dukun, kemudian membenarkan apa yang dikatakannya, maka sungguh telah ingkar terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.”.

Dan jika mereka dengan angkuhnya mengatakan kami bisa mengatahui hal-hal yang ghoib karena dari hasil latihan tenaga dalam atau berlatih ilmu metafisik, tetaplah mereka tertipu oleh syaithan dan seolah-olah mereka lebih baik dari Rasulullah. Sebab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri tidak tahu hal-hal yang ghoib melainkan apa yang telah diwahyukan pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Allah berfirman tentang hal ini di dalam surat Al-A’raf ayat 188:

قُل لاَّ أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعًا وَلاَ ضَرًّا إِلاَّ مَا شَآءَ اللهُ وَلَوْ كُنْتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ َلاسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوءُ إِنْ أَنَا إِلاَّ نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ“

Katakanlah:"Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui hal-hal yang ghoib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman".

Harus kita ketahui bersama bahwa hakikat keghoiban hanya milik Allah semata dan hanya diberitakan sesuatau yang ghoib itu kepada Rasul yang diridoi-Nya. Di dalam surat Al Jinn, Allah ta'ala menyatakan dalam firmannya (yang artinya) :

(Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang ghoib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghoib itu itu kecuali kepada Rasul yang diridoi-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjagaan (malaikat) di hadapan dan dibelakangnya.” (QS. Al-jin ayat 26-27)

Adapun ciri-ciri perdukunan (Kahanah) dan peramalan (‘Iraafah) yang banyak dilakukan oleh orang-orang yang melakukan terapi ruqyah syirik dan mengaku punya ilmu ghoib atau ilmu metafisika adalah sebagai berikut:

Mensakralkan mantra-mantra selain kalimat-kalimat Allah dengan bahasa Arab atau yang lainnya dengan syarat-syarat tertentu sebagai taqarrub kepada thaghut yang disembah dan dimintai pertolongan. Misalnya : sesaji, penyembelihan binatang, puasa mutih, puasa ngebleng, puasa pati geni dan sebagainya.

Menghinakan Al Qur’an atau kalimah thayyibah dengan membacanya dari belakang, menguranginya, menambahnya, mengubahnya atau membacanya di tempat najis dengan telanjang.

Ada lafal-lafal yang tidak jelas maknanya, atau tidak hubungannya satu sama lainnya.

Ada nama-nama thaghut yang diagungkan, atau nama-nama syaithan yang dijadikan wasilah kepada Allah.

Dengan membayangkan simbol-simbol tertentu atau dibarengi dengan gerakan tertentu.

Dengan membayangkan seolah-olah melakukan sesuatu sesuai dengan keinginannya. Misalnya : membaca satu ayat dari surat Yusuf dengan hitungan tertentu untuk melakukan sihir mahabbah kepada seorang gadis cantik, agar bisa jadi pacarnya. Maka ia saat membaca Lii saajidiin, ia membayangkan gadis itu tunduk kepadanya.
baca juga:

semar mesem jaran goyang dan segala jenis ilmu pelet


Ada permohonan kepada selain Allah untuk menyelesaikan hajatnya, atau untuk membentengi dirinya, atau untuk menolak serangan sihir.

Mengirimkan Al Fatihah kepada orang mati dengan keyakinan arwahnya akan datang kepadanya, kemudian arwah itu dimintai tolong untuk membantu urusannya.

Ada juga dengan cara menulis mantra-mantra di kertas kemudian itu dibakar, abunya dimasukkan ke dalam segelas air untuk diminum.

Ada juga dengan menulis mantra-mantra syirik kemudian dijadikan azimat yang diyakini untuk penangkal bala’ atau untuk mendatangkan manfaat.

Bertanya namanya, nama ayahnya dan nama ibunya untuk dimanterai.

Meminta salah satu benda penderita (foto, kain, saputangan, peci, baju, dan sebagainya) sebagai syarat ritual atau deteksi.
baca juga:

Larangan Gambar di Islam dan Hubungannya dengan Sihir


Terkadang minta binatang dengan sifat tertentu (ayam cemani, burung pelatuk bawang dan lain sebagainya), atau media lain seperti bunga kantil, minyak ponibalsawa atau zakfaron, daun sirih ketemu ruas, buah apel jin, tanah dari rumah penderita, tanah kuburan, air sumur kramat, slametan dan sebagainya.

Menulis jimat-jimat tertentu (rajah), menggambar segi empat yang didalamnya ditulisi huruf dan angka, dan sebagainya.

Membaca mantera-mantera yang tidak difahami, potongan ayat Al-Qur'an yang dipisah-pisah dan sebagainya.

Kadang-kadang menyuruh penderita menyepi tidak terkena sinar matahari.

Kadang-kadang tidak boleh menyentuh air pada masa-masa tertentu, atau mandi tengah malam.

Memberi benda-benda yang harus ditanam di tanah, ditempel di atas pintu, sikep, susuk, keris, akik, cincin besi,'air sakti', telur, 'sabuk perlindungan', benang untuk ditalikan di tubuh dan sebagainya atau memberikan batu kristal yang dikatakan sebagai media penarikan dan penyaluran energi.
baca juga:

Akibat Bagi Orang Yang Mengajarkan Sihir Amalan Bid'ah


Terkadang sudah tahu duluan masalahnya, nama dan tempat asalnya. Dia juga bisa melihat ada jin di dalam diri seseorang.

Terkadang punya kamar khusus di rumahnya yang tidak boleh dimasuki orang lain.

Ada pantangan terhadap dirinya dan penderita terhadap hari atau tanggal tertentu (tahayyur).
baca juga:

hari baik hari sial bulan baik bulan sial tahun baik tahun sial


Menulis ayat Al-Qur'an dengan sungsang, dari kiri atau dengan darah (haid) atau sesuatu yang najis.

Kebanyakan suram wajahnya, kebanyakan merokok, membakar kemenyan, sulit untuk tawadhu.
Suka mendeteksi penyakit dengan mengistilahkan dengan kepekaan tangan, memakai pendulum, transfer energi dan lain sebagainya.

Menggunakan ritual sihirnya dengan istilah “pembukaan”, shaktivat, inisiasi, attunement, pengisian, pembersihan dan pembukaan aura, pembuangan energi negatif, pembersihan karma negatif dan lain sebagainya.

Melakukan ritual atau prilaku aneh dalam pelaksanaan hajadnya seperti menggerakkan tangan seolah-olah menulis, menangkap atau menolak sesuatu, menyedot atau mengeluarkan napas dengan keras dengan mengejangkan salah satu anggota tubuhnya (biasa dilakukan oleh mereka yang belajar senam pernapasan tenaga dalam).

Memegang bagian-bagian tubuh pasien yang bukan muhrimnya secara langsung (bersentuhan kulit) dalam prosesi pengobatan.

Memberikan wejangan-wejangan yang bertentangan dengan ajaran Islam

HATI HATI LAH KARENA PERUQYAH SYIRKIYAH INI SEMUANYA MENGAKU SEBAGAI USTADZ DAN ADA JUGA YANG BISA BERBAHASA ARAB
baca juga:

Munculnya Ulama Yang Menyeru Ke Kesesatan


Kamis, 24 Maret 2016

Syarat Syarat Dalam Ruqyah Syar'iyyah

Bacaan ruqyah tidak akan ber efek dan tidak berguna terhadap orang yang sakit kecuali dengan beberapa syarat. Dan syarat ini harus dipenuhi oleh orang yang meruqyah ataupun orang yang diruqyah. InsyaAllah jika syarat ini dipenuhi maka kesembuhan akan cepat didapatkan dan sakit yang diderita tidak muncul lagi dengan ijin Allah ta'ala. Akan tetapi jika sakit atau gangguan masih muncul, maka 4 syarat di bawah ini coba dipenuhi.

Syarat Syarat Dalam Ruqyah Syar'iyyah yang harus dipenuhi oleh peruqyah atau orang yang meruqyah dan orang yang di ruqyah.



Peruqyah harus lah seseorang yang selalu ikuti jalan Allah

Sepatutnya seorang peruqyah adalah seorang yang baik, shalih, konsisten (istiqamah) dalam ketaatan , memelihara shalat, ibadah, dzikir-dzikir, bacaan, amal-amal shalih, banyak melaku-kan kebaikan, jauh dari perbuatan maksiat, menjaga pandangan dari hal yang di haramkan , perilaku bid'ah, kemungkaran-kemungkaran, dosa-dosa besar ataupun kecil, berusaha selalu mengkonsumsi yang halal, khawatir dari harta yang syubhat bahkan yang haram, karena sabda Nabi صلی الله عليه وسلم, bersabda :

أَطِبْ مَطْعَمَكَ تَكُنْ مُسْتَجَابَ الدَّعْوَةِ

"Perbaikilah makananmu, niscaya kamu menjadi orang yang doanya terkabul." (HR. Ath-Thabrani )
.
Juga Sabda beliau :

وَذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيْلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلىَ السَّمَاءِ يَا رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِّيَ بِالْحَرَامِ فَأَنىَّ يُسْتَجَابُ لَهُ"

Beliau menyebutkan seseorang yang melakukan perjalanan jauh, (rambut) kusut, berdebu, mengulurkan tangannya ke langit seraya (berkata): wahai Rabbku, wahai Rabbku, sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, diberi makanan dengan yang haram, maka bagaimana bisa dikabulkan karena hal itu." (HR. Muslim, kitab az-Zakah (1015)).

Makanan yang halal termasuk di antara penyebab dikabulkan doa. .

Peruqyah harus mengenal surah surah dan ayat ayat ruqyah

Mengenal ruqyah-ruqyah yang dibolehkan berupa ayat-ayat al-Qur'an seperti al-Fatihah, al-Mu'awwidzatain, surah al-Ikhlash, akhir surah at-Baqarah, permulaan surah Ali Imran dan akhirnya, ayat Kursi, akhir surah at-Taubah, permulaan surah Yunus, permulaan surah an-Nahl, akhir surah al-Isra', permulaan surah Thaha, akhir surah al-Mu'minun, permulaan surah ash-Shaffat, permulaan surah Ghafir, akhir surah al-Jatsiyah, akhir surah al-Hasyr. Dan di antara doa-doa al-Qur'an yang disebutkan terdapat dalam al-Kalim ath-Thayyib dan seumpamanya, disertai meludah sedikit setelah membaca, dan mengulangi ayat tersebut sebagai tiga kali umpamanya, atau lebih banyak lagi.
Baca juga:

Bacaan ayat Al Quran saat melakukan ruqyah syariyyah mandiri 


Orang yang sakit harus lah sudah mau untuk hijrah ke dalam jalan Allah

orang yang sakit adalah orang yang beriman, shalih, baik, takwa, konsisten (istiqamah) atas agama, jauh dari yang diharamkan, maksiat, sifat aniaya, karena firman Allah

 سبحانه و تعالى,

"Dan Kami turunkan dari al-Qur'an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan al-Qur'an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zhalim selain kerugian." (QS. Al-Isra' :82).

Dan firmanNya,

"Katakanlah, 'Al-Qur'an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang al-Qur'an itu suatu kegelapan bagi mereka." (QS. Fushshilat :44).

Biasanya tidak begitu berpengaruh terhadap ahli maksiat, meninggalkan kewajiban, takabbur, sombong, melakukan isbal (menjulurkan pakaian hingga menutupi mata kaki, pent-), mencukur jenggot, ketinggalan shalat dan menundanya, melalaikan ibadah dan seumpama yang demikian itu.

Baca juga:

Taubat berdasar Al Quran dan Hadist


Orang ya di ruqyah meyakini Allah menyembuhkan melalui firman-Nya dalam Al Quran

Orang yang sakit meyakini bahwa al-Qur'an adalah penawar, rahmat, dan obat yang berguna. Apabila ia ragu-ragu, maka hal itu tidak ada gunanya. Misalnya ia berkata, "Cobalah ruqyah. Jika bermanfaat, alhamdulillah dan jika tidak bermanfaat juga tidak apa-apa." Tetapi ia harus yakin dengan mantap bahwa ayat-ayat tersebut benar-benar bermanfaat dan sesungguhnya ayat-ayat itulah yang merupakan penawar yang sebenarnya, sebagaimana yang dikabarkan oleh Allah.

Baca juga:

Iman Yang Dikagumi Oleh Rasulullah


Maka, apabila syarat-syarat ini telah terpenuhi, niscaya bermanfaat Ruqyah tersebut atas izin Allah ta'ala . Allahua' lam.

disampaikan oleh Ustad Syuhada Hanafi

Minggu, 06 Maret 2016

Dalil Al Quran dan Hadist Tentang Ruqyah

Landasan Ruqyah Syar'iyyah terdapat di dalam Alquran dan Hadist, diantaranya ialah :

Alquran surat Al-Isra’ ayat 82 :
yang Artinya : Dan Kami turunkan dari Alquran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang beriman dan Alquran itu tidaklah menambah bagi orang-orang dzalim selain kerugian.
Baca juga: Bacaan ayat Al Quran saat melakukan ruqyah syariyyah mandiri

Alquran surat Yunus ayat 57 :
yang Artinya : Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.



Alquran surat Fushshilat ayat 44 :
yang Artinya : … … ... Katakanlah, Alquran itu adalah petunjuk dan penyembuh bagi orang-orang yang beriman … …
Baca juga: 6 ayat ayat ruqyah penyembuhan/syifa

Hadist saat salah satu sahabat meruqyah kepala suku dari sengatan

Hadits shahih riwayat Bukhari dan Muslim dari Abi Sa’ id Alkhudri :

Dari Abi Said Alkhudri ra, beliau berkata, ketika kami sedang dalam suatu perjalanan, kami singgah di suatu tempat, maka datanglah seorang wanita dan berkata, "Sesungguhnya pemimpin kami terkena sengatan, sedangkan sebagian kami sedang tidak ada, apakah ada diantara kalian yang bisa me ruqyah?"

Maka bangunlah seorang dari kami yang tidak diragukan kemampuannya dalam ruqyah. Dia meruqyah dan sembuh. Kemudian dia diberi 30 ekor kambing dan kami mengambil susunya. Ketika peruqyah itu kembali, kami bertanya, "apakah Anda bisa ? apakah Anda meruqyah?" ia berkata : " Tidak, saya tidak meruqyah kecuali dengan Alfatihah" . Kami berkata : "Jangan bicarakan apapun kecuali setelah kita mendatangi atau bertanya kepada Rasulullah Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam".

Ketika sampai di Madinah, kami ceritakan pada Rasulullah Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam Dan beliau bersabda : "Tidakkah ada yang tahu bahwa itu adalah ruqyah? Bagilah ( kambing itu) dan jadikan aku satu bagian". ( HR. Bukhari-Muslim)
Baca juga: Saat Rasulullah meruqyah pemuda yang ingin berzina

Rasulullah SAW memperbolehkan ruqyah asal tidak syirik

Hadits shahih riwayat Muslim dari Auf bin Malik Al-asyja’i: yang Artinya: Dari Auf bin Malik Al-asyja’i, ia berkata: " Dahulu kami meruqyah di masa jahiliyah, dan kami bertanya : wahai Rasulullah bagaimana pendapatmu?". Rasulullah Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Perlihatkan kepadaku ruqyah kalian, tidak apa apa dengan ruqyah jika tidak ada unsur syiriknya". (HR. Muslim) 
 Baca juga: Ruqyah yang tidak sesuai dengan syariat Islam

Hadist saat Rasulullah SAW menyuruh wanita yang bayi nya terkena ain

Hadits shahih riwayat Bukhari dan Muslim dari Ummu Salamah :
Dari Ummu Salamah ra, bahwa Rasulullah Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam pernah melihat di rumahnya seorang anak wanita yang di wajahnya ada ‘ gangguan mata’ , lalu Rasulullah Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : ‘ Bacakanlah ruqyah untuknya karena dia kena gangguan mata’ .( HR. Bukhari-Muslim) 
Baca juga: Apa itu penyakit Ain

Saat Rasulullah SAW di ruqyah oleh Jibril AS
Tafsir Alquran Aisar Attafasir oleh Syaikh Abu Bakr Jabir Aljazairiy yang Artinya : Sesungguhnya ketika Lubaid bin Mi’ sham seorang Yahudi di Madinah menyihir Rasulullah Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam maka Allah menurunkan Almu’ awwidzatain kemudian malaikat Jibril meruqyah Nabi saw dengan Almu’ awwidzatain sehingga Allah subhanahu wa ta'ala menyembuhkannya. ( Aisar Attafasir juz 5 hal. 630) .
Baca juga: Ketika malaikat jibril melakukan ruqyah
 Baca juga: Penciptaan Jibril yang mulia

Rabu, 10 Februari 2016

Cara Meruqyah Diri Sendiri Sesuai Sunnah

Cara meruqyah atau rukiah diri sendiri atau keluarga sesuai sunnah dan syar'i yang di contohkan Rasulullah Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam sebagai perlindungan dan penyembuhan dari gangguan jin, sihir atau ain merupakan suatu hal yang wajib diketahui oleh umat islam/muslim. Sebenarnya saat kita membaca basmallah sebelum melakukan sesuatu kegiatan itu sama aja kita sudah meruqyah diri kita sendiri. Untuk lebih jelas silahkan baca Apa itu Ruqyah Syariyyah - disertai landasan dalam Al Quran dan Hadist

Surah dalam Al Quran untuk meruqyah

Untuk ayat ruqyah syar'iyyah standart sesuai yang sunnah adalah surah Al Falaq dan Surah An Naas. Kedua surat ini dikenal dengan sebutan al-Mu’awwidzatain (dua pelindung) karena diamalkan untuk berlindung dan membentengi diri.
Cara meruqyah atau rukiah diri sendiri atau keluarga sesuai sunnah dan syar'i yang di contohkan Rasulullah Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam sebagai perlindungan dan penyembuhan dari gangguan jin, sihir atau ain merupakan suatu hal yang wajib diketahui oleh umat islam/muslim. Sebenarnya saat kita membaca basmallah sebelum melakukan sesuatu kegiatan itu sama aja kita sudah meruqyah diri kita sendiri. Untuk lebih jelas silahkan baca Apa itu Ruqyah Syariyyah - disertai landasan dalam Al Quran dan Hadist




Cara Rasulullah meruqyah

Untuk tata cara ruqyah standart sesuai yang dicontohkan Rasulullah Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam yaitu sesuai hadist dibawah ini

Diriwayatkan oleh al-Imam Malik dengan sanad yang shahih, dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, apabila Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam merasakan sakit, beliau membaca al-Mu’awwidzatain dan meniupkannya pada kedua telapak tangan kemudian mengusapkannya pada daerah yang sakit.

Adab Rasulullah sebelum tidur

Surat al-Falaq dan an-Nas juga dibaca Rasulullah Muhammad shallallahu 'alaihi wasallamsaat hendak bermalam (tidur). Caranya disebutkan oleh hadits ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, yaitu dengan menggabungkan kedua telapak tangan, meniup pada keduanya, kemudian membaca pada keduanya surat al-Ikhlas, al-Falaq, dan an-Nas. Setelah itu, kedua telapak tangan diusapkan ke badan, dimulai dari kepala dan wajah, hingga anggota badan yang bisa dijangkau. Hal ini dilakukan tiga kali. (HR. al-Bukhari no. 5017 dan Muslim no. 2192) 

Dan pada perkembangannya bisa ditambah dengan beberapa surah tambahan yang ada di Al Quran dan doa doa yang dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Untuk ruqyah mandiri yang ampuh dan insyaAllah tuntas mengobati dan menyembuhkan berbagai gangguan medis dan non medis yang anda alami, silahkan kunjungi:

Sabtu, 16 Januari 2016

Mengapa Jin Bisa Menjadi Suruhan Dukun Santet

Pada dunia jin ada beberapa kondisi yang dapat memaksa mereka mengerjakan sihir walaupun mereka sebenarnya tidak menyukainya, berikut ini adalah penjabarannya:

Jin dipaksa oleh oleh pimpinannya

Ketika sahir (tukang sihir) meminta bantuan kepada suatu kerajaan jin, maka raja jin mengutus panglimanya untuk menugaskan salah satu atau beberapa kelompok jin didalam wilayah kekuasaanya untuk mengerjakan sihir. Setelah mendapatkan jin yang cocok maka, jin ini dipaksa untuk mengerjakan sihir dengan jaminan keluarganya akan dibunuh atau disakiti atau dipenjara jika misinya tidak sukses.

Maka ketika diruqyah biasanya jinnya mengiba bahwa mereka dipaksa mengerjakan sihir atau keluarganya akan dibunuh, disiksa, dipenjara atau dia sendiri akan dibunuh. Jin yang dipaksa ini bisa dikalangan jin muslim ataupun jin kafir.

Biasanya tehnik sembelihan , atau pembakaran dengan energi ruqyah tidak akan manjur membunuhnya (hanya menyakiti) sebab Allah mengetahui mereka hanya terpaksa melaksanakan tugas.


Mengapa Jin Bisa Menjadi Suruhan Dukun Santet


Jin dipenjara dan diikat buhul

Ikatan buhul ini beragam, bisa berupa rantai, tali, energi tertentu yang mengikat tubuh jin ke bagian tubuh tertentu dari korban sihir.

Sehingga jika kita ruqyah jin tidak dapat keluar walau berteriak kesakitan sebab tubuhnya terbakar.

Biasanya jinnya akan mengiba bahwa mereka terikat dan meminta agar peruqyah melepaskan ikatannya.

Jin terikat oleh kekuatan tholasim (jimat)

Ketika jimat dibuat dengan ritual dan simbol-simbol rahasia, maka kekuatan hitamnya akan menjebak jin hingga tertarik masuk kedalam jimat dan ketika jimat sihir ini ditujukan untuk menyihir, maka tanpa daya jin itu akan mengikuti program sihir yang sudah dibuat oleh sahir (tukang sihir). Tholasim ini jika diibaratkan adalah teknologi maju dunia sihir yang berisi program teknologi sihir tingkat tinggi.

Biasanya jinnya mengaku tidak tahu kenapa mereka tiba-tiba bisa masuk kedalam tubuh manusia. Biasanya mereka mengaku tersedot energi tertentu hingga harus mengikuti program sihir yang sudah dibuat.
baca juga:

efek batu akik dan jimat jika dianggap sebagai perlindungan


Jin terikat dengan kekuatan mantra

Biasanya yang memiliki ilmu mantra hitam ini di Indonesia adalah kalangan kyai dukun yang memiliki hizib-hizib tertentu dan memiliki khowas yang jika disertai dengan kekuatan ruhani yang negatif maka akan menarik jin dengan paksa.

Atau para paranormal yang memiliki mantra khusus hingga menarik jin untuk mendatangi sumber pengamal mantra.

Ingatlah kisah Nabi Musa yang puluhan tahun terjebak digurun, penyebabnya adalah mantera ismul Adhom yang dibaca oleh pendeta yang tidak ingin Nabi Musa masuk kedalam wilayahnya.

Untuk sihir jenis ini, jin tidak dapat keluar dengan mudah. Dan jin biasanya mengaku tidak tahu kenapa dia tidak bisa keluar. Seolah olah ada energi tertentu yang menghalangi mereka untuk keluar

Jin terikat dengan kontrak perjanjian

Biasa digunakan untuk sihir kelas tinggi. Umumnya dampak negatifnya akan menimpa korban sihir sampai 7 turunan, dan bentuk sakitnya menyerupai penyakit genetika (gila yang menurun sampai anak cucu, lumpuh yang menimpa seluruh anggota keluarga, bahkan sampai anak cucu) atau jin yang ditugaskan untuk menjaga seseorang dan anak cucu turunannya.

Ketika diruqyah biasanya jin itu mengaku bahwa mereka sudah terikat dengan perjanjian. Jin tipe ini rela mati, sebab mereka punya harga diri karena sudah berjanji, dan jika ditugaskan menjaga biasanya sangat setia dan tak mau keluar walau harus mati. Mereka terpaksa karena sudah terikat perjanjian. Langkah awal penanganannya adalah dengan mengucapkan ikrar pemutus perjanjian.

Jin yang diberi sogokan makanan

Biasanya jin yang mau mengerjakan sihir dengan disogok makanan adalah jin kelas rendahan (kelas comberan). Mereka di alam jin adalah sekelompok jin gelandangan. Mereka terpaksa mengerjakan sihir karena diiming-imingi makanan oleh sang dukun (darah, daging, bunga, menyan, dll) . Mengatasi jin ini Insya ALLAH mudah sebab kekuatannya rendah.

Manusia yang menyakiti jin

Kadang ada manusia kencing sembarangan di lubang hingga merusak tempat tinggal jin, atau melempar batu hingga mengenai jin, atau membuang air panas sembarangan hingga menyakiti jin yang terkena air panas. Mereka terpaksa membuat sihir karena balas dendam saja
Syaikhul Islam menuliskan,

وصرع الجن للإنس هو لأسباب ثلاثة : تارة يكون الجني يحب المصروع فيصرعه ليتمتع به وهذا الصرع يكون أرفق من غيره وأسهل وتارة يكون الإنسي آذاهم إذا بال عليهم أو صب عليهم ماء حارا أو يكون قتل بعضهم أو غير ذلك من أنواع الأذى وهذا أشد الصرع وكثيرا ما يقتلون المصروع وتارة يكون بطريق العبث به كما يعبث سفهاء الإنس بأبناء السبيل

Jin yang merasuk ke tubuh manusia, bisa terjadi karena tiga sebab:

Pertama, karena jin ini menyukai orang yang dia rasuki. Jin merasukinya, agar dia bisa merasa tenang dengannya. Kerasukan semacam ini paling ringan dan palling mudah dari pada yang lain.

Kedua, karena manusia mengganggu jin, misalnya dengan mengencingi jin atau menyiram air panas ke jin. Atau membunuh salah satu jin, atau bentuk gangguan lainnya. Ini jenis kerasukan paling berat, dan bahkan seringkali bisa menyebabkan terbunuhnya orang yang kerasukan.

Ketiga, kerasukan karena sebab jin main-main. Layaknya anak-anak nakal yang suka ganggu orang lewat. (Majmu’ Fatawa, 13/82)

Sebagian ulama menyarankan agar tidak dibuang di kamar mandi. Karena kamar mandi termasuk tempat favorit jin dalam rumah. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Dari Zaid bin Arqam Radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ هَذِهِ الْحُشُوشَ مُحْتَضَرَةٌ فَإِذَا أَتَى أَحَدُكُمُ الْخَلاَءَ فَلْيَقُلْ أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ

Sesungguhnya tempat buang air itu dikerubuti (oleh setan). Karena itu, apabila kalian masuk toilet, bacalah:

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ

‘Aku berlindung kepada Allah dari setan lelaki dan setan wanita’ (HR. Ahmad 19807, Abu Daud 6, Ibn Majah 312 dan yang lainnya).

Selasa, 26 Mei 2015

Pedoman penting dalam ruqyah syariyyah (penting!!!)

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Segala problem kehidupan atau musibah yang terjadi pada diri kita atau keluarga kita mungkin beberapa diantaranya di sebabkan oleh makar setan dari golongan jin.

Pedoman penting dalam ruqyah syariyyah (penting!!!)




Ini semua terjadi karena kita berbuat dosa dengan melanggar dengan sengaja aturan aturan yang ditetapkan oleh Allah Subhanahu wa ta'ala dalam Al Quran dan Hadist. Serta kita malas dan menganggap remeh sunnah Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam.

Akan tetapi, walau setelah nanti kita belajar ruqyah syar'iyyah dan mendalami berbagai testimoni atau kisah yang ada di website ini dan kita tahu bahwa setan dari kalangan jin yang menyebabkan segala penyakit atau kesulitan hidup tapi janganlah berpikir atau merasa ini semua karena salah setan dari kalangan jin. Mengapa?

karena ini akan membuat setan bertambah kekuatannya dan semakin keras mencengkram dan menyakiti manusia. Dan proses penyembuhan akan menjadi semakin susah, walaupun tidak ada hal yang mustahil jika Allah Subhanahu wa ta'ala sudah berkehendak menerima taubat kita dan memberikan kesembuhan dan solusi atas kesulitan hamba hamba-Nya.

coba simak hadist berikut ini:

Dalam sebuah hadits shahih yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dari Walid Abu Malih, seseorang yang pernah dibonceng Rasulullah menceritakan:

كُنْتُ رَدِيفَهُ عَلَى حِمَارٍ، فَعَثَرَ الْحِمَارُ، فَقُلْتُ: تَعِسَ الشَّيْطَانُ، فَقَالَ لِي النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” لَا تَقُلْ: تَعِسَ الشَّيْطَانُ، فَإِنَّكَ إِذَا
قُلْتَ: تَعِسَ الشَّيْطَانُ، تَعَاظَمَ الشَّيْطَانُ فِي نَفْسِهِ، وَقَالَ: صَرَعْتُهُ بِقُوَّتِي

“Ketika aku dibonceng Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam tiba-tiba unta beliau tergelincir. Serta merta aku mengatakan, ‘Celakalah syetan.’ Maka beliau bersabda, ‘Jangan kamu katakan, ‘celakalah syetan,’ sebab jika kamu katakan seperti itu maka syetan akan membesar sebesar rumah dan dengan sombongnya syetan akan berkata; itu terjadi karena kekuatanku, Akan tetapi, yang tepat ucapkanlah “Bismillah”. Jika engkau mengatakan seperti ini, setan akan semakin kecil sampai-sampai dia akan seperti lalat.” (HR. Abu Daud no. 4982 dan Ahmad 5/95. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Apalagi jika setelah melakukan ruqyah mandiri lalu kita menemukan tanda tanda bahwa ada setan dari kalangan jin yang bersemayam dalam tubuh kita lalu kita menjadi takut karenanya.

Allah berfirman dalam Surat Al Imran 175:

Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syaitan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepadaKu, jika kamu benar-benar orang yang beriman.

Jadi sebelum melakukan ruqyah mandiri, tetapkan niat semua ini kita lakukan semua untuk Allah dan mencintai sunnah dari Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam.

(disaring dari pengalaman pribadi admin melakukan ruqyah mandiri)

Jumat, 22 Mei 2015

Ruqyah yang tidak sesuai dengan syariat Islam

Alias ruqyah syirkiyyah, Ruqyah Syirkiyyah ialah bacaan mantra-mantra, pengagungan dan penyebutan setan, orang-orang shalih, penghormatan pada bintang-bintang, malaikat atau pun prilaku-prilaku pada saat ruqyah yang mengandung dosa syirik, bid’ah, atau khurafat. Ruqyah semacam ini dilarang dalam syari’ah.

Sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya mantra-mantra, jimat, dan guna-guna adalah syirik.” (HR.Abu Dawud dan Ahmad).Ibu at-Tiin berkata,”Itulah ruqyah yang dilarang yang dipergunakan ma’zim dan lainnya, yaitu orang yang mengakui adanya penundukan jin untuknya. Selain itu ia juga mampu mendatangkan hal-hal yang syubhat yang merupakan kombinasi hak dan bathil, kemudian digabungkan dengan dzikir pada Allah dengan sesuatu yang meragukan (berupa latihan tenaga dalam atau bertapa diiringi dzikir pada Allah, puasa dan wirid ribuan kali untuk mendapatkan kemampuan ghoib dan lain sebagainya).”

PENYIMPANGAN DALAM PRAKTEK RUQYAH SYIRIK DEWASA INI

Adapun bentuk-bentuk penyimpangan dalam praktek ruqyah dewasa ini yang harus kita waspadai agar tidak tertipu dan malah ikut-ikutan tersesat adalah sebagai berikut:





  • Peruqyah memegang tubuh seorang yang bukan muhrimnya secara langsung hingga saling bersentuhan kulit tanpa ada perantara sedikitpun (tanpa memakai media kayu, atau sarung tangan yang tebal pada saat darurat yang menyebabkan peruqyah terpaksa menyentuh atau tersentuh tubuh pasien yang bukan muhrimnya secara langsung)
  • Peruqyah hanya mata pasien, tanpa membaca bacaan ruqyah.
  • Peruqyah hanya memijit-mijit badan pasien tanpa mengucapkan bacaan ruqyah.
  • Peruqyah hanya mencaci jin, dan enggan untuk membaca do’a- do’a Isti’adzah.
  • Peruqyah membaca bacaan ruqyah, tapi dicampur dengan bacaan yang tidak jelas maknanya.
  • Peruqyah melafazhkan bacaan ruqyah tapi dicampur dengan mantra syirik.
  • Peruqyah membaca bacaan ruqyah, tapi juga menggunakan jimat sebagai alat pengobatan.
  • Peruqyah membaca bacaan ruqyah tapi dibolak-balik kalimatnya atau hanya komat-kamit.
  • Peruqyah membaca bacaan ruqyah tapi juga menggunakan media lain untuk memindahkan penyakit atau meminta syarat tertentu yang tidak sesuai syari’at.
  • Peruqyah membaca bacaan ruqyah, tapi juga melakukan penerawangan dan menebak-nebak perkara yang sifatnya ghaib atau langsung memvonis ada atau tidak adanya jin pada pasien.
  • Peruqyah membaca ruqyah tapi mengaku bisa mengobati pasien dari jarak jauh.
  • Peruqyah membaca bacaan ruqyah tapi mengaku bisa melihat jin dan menangkapnya.
  • Peruqyah membaca bacaan ruqyah seraya melakukan jurus-jurus pernapasan tenaga dalam tertentu.
  • Peruqyah membaca bacaan ruqyah tapi menggunakan mediator orang lain agar kesurupan kemudian melakukan proses pengobatan.

CIRI-CIRI PERDUKUNAN DALAM RUQYAH SYIRIK
Perdukunan telah merasuk dalam masyarakat Islam, sehingga batas antara kebenaran dan kebathilan menjadi samar. Karena banyak ilmu-ilmu perdukunan (kahanah) dikemas dengan kemasan agamis dan modernis, sehingga masyarakat Islam banyak yang tertipu oleh para dukun dan paranormal.Sebagai contoh, banyak pasien yang menyampaikan keluhan-keluhan mereka pada tim ruqyah, setelah sekian lama menderita sakit terkena sihir dan telah berobat ke banyak orang, ada yang disebut sebagai orang pintar, paranormal, orang tua, kyai, grand master energi, ahli spiritualis. Baik yang menggunakan cara tradisonal seperti bunga kembang setaman, menyan, atau pun yang menggunakan sarana modern seperti transfer energi, kartu yang diisi energi ghoib, bahkan cara-cara yang terkesan agamis seperti membaca lafaz-lafaz berbahasa arab sesungguhnya bukanlah ikhtiyar yang dianjurkan syari’at. Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa mendatangi tukang ramal atau dukun, kemudian menayakan kepadanya tentang sesuatu, maka tidak akan diterima shalatnya selama 40 hari.”

Ada sebuah fenomena dimana pada era kemajuan tekhnologi saat ini para dukun merubah jubah tradisionalnya menjadi jubah modern. Mereka kini menggunakan istilah-istilah modern dalam prilaku sesatnya. Seperti pada saat mereka meramalkan sesuatu yang akan terjadi pada masa lalu atau masa depan dengan mengistilahkannya sebagai ilmu clairvoyance. Padahal sesungguhnya tetaplah ia masuk dalam hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai tukang ramal atau dukun walau ia menggunakan istilah-istilah modern sekali pun.

Dan orang yang percaya apa yang dikatakan dukun “modern”ini (walau ia mengatakan dari hasil meditasi pembukaan chakra ajna, dari ilmu metafisik dan cara-cara bid’ah lainnya) tetaplah ia ingkar terhadap apa yang diturunkan kepada Rasulullah, sebab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda:”Barangsiapa mendatangi tukang ramal atau dukun, kemudian membenarkan apa yang dikatakannya, maka sungguh telah ingkar terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.”. Dan jika mereka dengan angkuhnya mengatakan kami bisa mengatahu hal-hal yang ghoib karena dari hasil latihan tenaga dalam atau berlatih ilmu metafisik, tetaplah mereka tertipu oleh syaithan dan seolah-olah mereka lebih baik dari Rasulullah. Sebab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri tidak tahu hal-hal yang ghoib melainkan apa yang telah diwahyukan pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Allah berfirman tentang hal ini di dalam surat Al-A’raf ayat 188

:قُل لاَّ أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعًا وَلاَ ضَرًّا إِلاَّ مَا شَآءَ اللهُ وَلَوْ كُنْتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ َلاسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوءُ إِنْ أَنَا إِلاَّ نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ“

Katakanlah:’Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui hal-hal yang ghoib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman.’”

Harus kita ketahui bersama bahwa hakikat keghoiban hanya milik Allah semata dan hanya diberitakan sesuatau yang ghoib itu kepada Rasul yang diridoi-Nya.Di dalam surat Allah menyatakan dalam firmannya:عَالِمُ الْغَيْبِ فَلا يُظْهِرُ عَلَى غَيْبِهِ أَحَدًا(26)إِلاَّ مَنِ ارْتَضَى مِنْ رَسُولٍ فَإِنَّهُ يَسْلُكُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ رَصَدًا

(27)”(Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang ghoib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghoib itu itu kecuali kepada Rasul yang diridoi-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjagaan (malaikat) di hadapan dan dibelakangnya.”(Al-jin ayat 26-27)

Adapun ciri-ciri perdukunan (Kahanah) dan peramalan (‘Iraafah) yang banyak dilakukan oleh orang-orang yang melakukan terapi ruqyah syirik dan mengaku punya ilmu ghoib atau ilmu metafisika adalah sebagai berikut:
  • Mensakralkan mantra-mantra selain kalimat-kalimat Allah dengan bahasa Arab atau yang lainnya dengan syarat-syarat tertentu sebagai taqarrub kepada thaghut yang disembah dan dimintai pertolongan. Misalnya : sesaji, penyembelihan binatang, puasa mutih, puasa ngebleng, puasa pati geni dan sebagainya.
  • Menghinakan Al Qur’an atau kalimah thayyibah dengan membacanya dari belakang, menguranginya, menambahnya, mengubahnya atau membacanya di tempat najis dengan telanjang.
  • Ada lafal-lafal yang tidak jelas maknanya, atau tidak hubungannya satu sama lainnya.
  • Ada nama-nama thaghut yang diagungkan, atau nama-nama syaithan yang dijadikan wasilah kepada Allah.
  • Dengan membayangkan simbol-simbol tertentu atau dibarengi dengan gerakan tertentu.
  • Dengan membayangkan seolah-olah melakukan sesuatu sesuai dengan keinginannya. Misalnya: membaca satu ayat dari surat Yusuf dengan hitungan tertentu untuk melakukan sihir mahabbah kepada seorang gadis cantik, agar bisa jadi pacarnya. Maka ia saat membaca Lii saajidiin, ia membayangkan gadis itu tunduk kepadanya.
  • Ada permohonan kepada selain Allah untuk menyelesaikan hajatnya, atau untuk membentengi dirinya, atau untuk menolak serangan sihir.8. Mengirimkan Al Fatihah kepada orang mati dengan keyakinan arwahnya akan datang kepadanya, kemudian arwah itu dimintai tolong untuk membantu urusannya.
  • Ada juga dengan cara menulis mantra-mantra di kertas kemudian itu dibakar, abunya dimasukkan ke dalam segelas air untuk diminum.
  • Ada juga dengan menulis mantra-mantra syirik kemudian dijadikan azimat yang diyakini untuk penangkal bala’ atau untuk mendatangkan manfaat
  • Bertanya namanya, nama ayahnya dan nama ibunya untuk dimanterai.
  • Meminta salah satu benda penderita (foto, kain, saputangan, peci, baju, dan sebagainya) sebagai syarat ritual atau deteksi.
  • Terkadang minta binatang dengan sifat tertentu (ayam cemani, burung pelatuk bawang dan lain sebagainya), atau media lain seperti bunga kantil, minyak ponibalsawa atau zakfaron, daun sirih ketemu ruas, buah apel jin, tanah dari rumah penderita, tanah kuburan, air sumur kramat, slametan dan sebagainya.
  • Menulis jimat-jimat tertentu (rajah), menggambar segi empat yang didalamnya ditulisi huruf dan angka, dan sebagainya.
  • Membaca mantera-mantera yang tidak difahami, potongan ayat Al-Qur'an yang dipisah-pisah dan sebagainya.
  • Kadang-kadang menyuruh penderita menyepi tidak terkena sinar matahari.
  • Kadang-kadang tidak boleh menyentuh air pada masa-masa tertentu, atau mandi tengah malam.
  • Memberi benda-benda yang harus ditanam di tanah, ditempel di atas pintu, sikep, susuk, keris, akik, cincin besi,'air sakti', telur, 'sabuk perlindungan', benang untuk ditalikan di tubuh dan sebagainya atau memberikan batu kristal yang dikatakan sebagai media penarikan dan penyaluran energi.
  • Menyuruh penderita beribadah dan berwirid bid'ah (contoh: puasa mutih, bertapa atau meditasi, konsentrasi pada foto seseorang, istighosah , tahlilan, wirid sampai ribuan kali, ziarah kubur wali dengan meminta syafaat didalamnya dan lain sebagainya).
  • Terkadang sudah tahu duluan masalahnya, nama dan tempat asalnya. Dia juga bisa melihat ada jin di dalam diri seseorang.
  • Terkadang punya kamar khusus di rumahnya yang tidak boleh dimasuki orang lain.
  • Ada pantangan terhadap dirinya dan penderita terhadap hari atau tanggal tertentu (tahayyur).
  • Menulis ayat Al-Qur'an dengan sungsang, dari kiri atau dengan darah (haid) atau sesuatu yang najis.
  • Kebanyakan suram wajahnya, kebanyakan merokok, membakar kemenyan, sulit untuk tawadhu.
  • Suka mendeteksi penyakit dengan mengistilahkan dengan kepekaan tangan, memakai pendulum, transfer energi dan lain sebagainya.
  • Menggunakan ritual sihirnya dengan istilah “pembukaan”, shaktivat, inisiasi, attunement, pengisian, pembersihan dan pembukaan aura, pembuangan energi negatif, pembersihan karma negatif dan lain sebagainya
  • Melakukan ritual atau prilaku aneh dalam pelaksanaan hajadnya seperti menggerakkan tangan seolah-olah menulis, menangkap atau menolak sesuatu, menyedot atau mengeluarkan napas dengan keras dengan mengejangkan salah satu anggota tubuhnya (biasa dilakukan oleh mereka yang belajar senam pernapasan tenaga dalam).
  • Memegang bagian-bagian tubuh pasien yang bukan muhrimnya secara langsung (bersentuhan kulit) dalam prosesi pengobatan.
  • Memberikan wejangan-wejangan yang bertentangan dengan ajaran Islam

Senin, 18 Mei 2015

Salah satu tempat tinggal jin dalam tubuh manusia

Jin bisa tinggal dalam tubuh manusia, banyak hadist dari Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam yang menjelaskan tentang hal itu, dibawah ini adalah penjelasannya:

  1. Jin Berada pada Tubuh Manusia di lubang mulut:“Abu Said berkata: Rasulullah bersabda: “Apabila seseorang dari kalian menguap, letakkanlah tangannya pada mulutnya (tutuplah), karena setan akan masuk bersama dengan orang yang menguap (yang mulutnya tidak ditutup)” (H.R. Muslim)
    Salah satu tempat tinggal jin dalam tubuh manusia


  2. Jin Berada pada Tubuh Manusia di lubang kuku: Wahai Abu Hurairah, potonglah (perpendek) kuku-kukumu. Sesungguhnya setan mengikat (melalui) kuku-kuku yang panjang. (H.R. Ahmad)
  3. Jin Berada pada Tubuh Manusia di lubang hidung: Bahwa Nabi bersabda: Apabila salah seorang di antara engkau bangun tidur, hendaklah mengeluarkan air dari hidungnya (istintsar) tiga kali, karena setan itu menginap di batang hidungnya. (H.R. Muslim)
  4. Jin Berada pada Tubuh Manusia di lubang telinga: Abdullah berkata, “Disebutkan di sisi Nabi bahwa ada seorang laki-laki yang selalu tidur sampai pagi tanpa mengerjakan shalat (malam). Lalu beliau bersabda, ‘Setan telah kencing di telinganya (H.R. Muslim).
  5. Jin berada pada lubang urat darah: Dari Shafiyyah binti Huyay, Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya setan itu berjalan dalam tubuh anak Adam melalui peredaran darah dalam tubuhnya” (H.R. Muslim)

Sabtu, 16 Mei 2015

Apa itu Ruqyah Syariyyah - disertai landasan dalam Al Quran dan Hadist

Ruqyah Syar’iyyah adalah 

sebuah terapi syar’i dengan cara membacakan ayat-ayat suci Alquran dan doa-doa perlindungan yang bersumber dari sunnah Rasulullah saw untuk penjagaan, perlindungan, pengobatan dan penyembuhan baik untuk diri sendiri maupun orang lain dari berbagai gangguan dan penyakit medis dan non medis.

Ruqyah syar’iyyah merupakan bagian dari syumuliyah Islam yang dapat digunakan untuk media dakwah sehingga diharapkan terapi ruqyah yang dilakukan tidak keluar dari bingkai dakwah Islam.

Pengobatan ruqyah sebenarnya sudah ada sejak masa sebelum Islam. Kemudian Rasulullah Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam menetapkan ruqyah yang dibolehkan dan ruqyah yang terlarang. Seiring dengan perkembangan zaman pengobatan ruqyah mengalami pasang surut, dan akhir- akhir ini ruqyah syar’ iyyah marak kembali dan meluas ke daerah-daerah bahkan masuk ke media televisi, koran dan majalah. Realitas ini sangat menggembirakan karena ada satu lagi sarana yang dapat digunakan untuk media dakwah Islam.

Apa itu Ruqyah Syariyyah - disertai landasan dalam Al Quran dan Hadist



Landasan ruqyah terdapat di dalam Alquran dan Assunnah, diantaranya ialah :

Alquran surat Al-Isra’ ayat 82 : 

yang Artinya : Dan Kami turunkan dari Alquran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang beriman dan Alquran itu tidaklah menambah bagi orang-orang dzalim selain kerugian.

Alquran surat Yunus ayat 57 : 

yang Artinya : Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.

Alquran surat Fushshilat ayat 44 : 

yang Artinya : … … ... Katakanlah, Alquran itu adalah petunjuk dan penyembuh bagi orang-orang yang beriman … … … … …

Hadits shahih riwayat Bukhari dan Muslim dari Abi Sa’ id Alkhudri : 

yang Artinya : Dari Abi Said Alkhudri ra, beliau berkata, ketika kami sedang dalam suatu perjalanan, kami singgah di suatu tempat, maka datanglah seorang wanita dan berkata, ‘ sesungguhnya pemimpin kami terkena sengatan, sedangkan sebagian kami sedang tidak ada, apakah ada diantara Kalian yang bisa meruqyah ? ’ maka bangunlah seorang dari kami yang tidak diragukan kemampuannya dalam ruqyah. Dia meruqyah dan sembuh. Kemudian dia diberi 30 ekor kambing dan kami mengambil susunya. Ketika peruqyah itu kembali, kami bertanya, ‘ apakah Anda bisa ? apakah Anda meruqyah ? ’ ia berkata : "Tidak, saya tidak meruqyah kecuali dengan Alfatihah". Kami berkata : "Jangan bicarakan apapun kecuali setelah kita mendatangi atau bertanya kepada Rasulullah Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Ketika sampai di Madinah, kami ceritakan pada Rasulullah Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, Dan beliau bersabda: "Tidakkah ada yang tahu bahwa itu adalah ruqyah? Bagilah ( kambing itu) dan jadikan aku satu bagian". (HR. Bukhari-Muslim) .

Hadits shahih riwayat Muslim dari Auf bin Malik Al-asyja’ i : 

yang Artinya : Dari Auf bin Malik Al-asyja’ i, ia berkata : ‘ Dahulu kami meruqyah di masa jahiliyah, dan kami bertanya : wahai Rasulullah bagaimana pendapatmu ? ’ Rasulullah Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : ‘ Perlihatkan kepadaku ruqyah Kalian, tidak apa-apa dengan ruqyah jika tidak ada unsur syiriknya’ . (HR. Muslim)

Hadits shahih riwayat Bukhari dan Muslim dari Ummu Salamah : 

yang Artinya : Dari Ummu Salamah ra, bahwa Rasulullah Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam pernah melihat di rumahnya seorang anak wanita yang di wajahnya ada ‘ gangguan mata’ , lalu Rasulullah Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : ‘ Bacakanlah ruqyah untuknya karena dia kena gangguan mata’ .(HR. Bukhari-Muslim)

Tafsir Alquran Aisar Attafasir oleh Syaikh Abu Bakr Jabir Aljazairiy : 

yang Artinya : Sesungguhnya ketika Lubaid bin Mi’ sham seorang Yahudi di Madinah me-nyihir Nabi saw maka Allah menurunkan Almu’ awwidzatain kemudian malaikat Jibril meruqyah Rasulullah Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam dengan Almu’ awwidzatain sehingga Allah subhanahu wa ta'ala menyembuhkannya. (Aisar Attafasir juz 5 hal. 630) .

Artikel Terbaru