Sabtu, 02 April 2016

Menghancurkan Ilmu Santet Lewat Boneka

Menghancurkan ilmu santet lewat boneka - Inilah contoh kejamnya ilmu sihir atau ilmu santet yang dilakukan oleh orang orang yang berhati iblis. Mereka itu telah menjadi pengikut pengikut dari setan yang terkutuk.

Allah azza wa jalla berfirman:
“Artinya : Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), akan tetapi syaitan-syaitan itulah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang Malaikat di negri Babil, yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorang pun sebelum mengatakan, Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir. Maka, mereka mempelajari dari kedua Malaikat itu apa yang dengan sihir itu mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan istrinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorang pun, kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberi mudharat kepada mereka dan tidak memberi manfaat. Sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barang siapa yang menukarnya (Kitabullah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan diakhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya sendiri dengan sihir, kalau mereka mengetahui”. (QS. Al-Baqarah: 102)

Akan tetapi hanya melalui jalan yang diridhoi oleh Allah sajalah kita sebagai umatnya bisa melawan dan menumpas dari ilmu ilmu sihir yang dilancarkan oleh para tukang sihir itu.

Allah azza wa jalla berfirman yang artinya:
"Maka setelah mereka melemparkan, Musa berkata kepada mereka, Apa yang kamu lakukan itu, itulah sihir, sesungguhnya Allah akan menampakkan ketidakbenarannya. Sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan orang-orang yang membuat kerusakan. Dan Allah akan mengokohkan yang benar dengan ketetapan-Nya, walaupun orang-orang yang berbuat dosa tidak menyukai(nya)”. (QS. Yunus: 81-82)

Dan dibawah ini adalah sebuah kisah dimana seorang anak manusia yang disihir dengan sihir voodoo, yaitu sihir dengan boneka yang di tusuk dengan jarum. Dan sudah puluhan dukun yang didatangi tidak juga menyembuhkan penyakitnya, malah justru memperparah sakitnya. Dan alhamdulillah setelah bertemu dengan metode pengobatan yang dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam yaitu pengobatan ruqyah secara syar'iyyah, maka dengan ijin Allah kesembuhan pun di dapatkan.

"Sesungguhnya apa yang mereka perbuat itu adalah tipu daya tukang sihir (belaka). Dan tidak akan menang tukang sihir itu, dari mana saja ia datang". (QS. Thaahaa 69)

(Download kisah ini dalam bentuk PDF untuk anda bisa baca nanti) 

Download

Menghancurkan Ilmu Santet Lewat Boneka - kisah seorang gadis yang disantet dengan sihir voodoo, dan alhamdulilah mendapat pertolongan dengan metode ruqyah


Tujuh tahun lalu, saat lebaran Idul Fitri. Aku pulang ke kampung halaman di daerah Semarang Jawa Tengah. Aku rindu dengan nenek yang selama ini suaranya hanya kudengar melalui telepon. Aku memang terbilang jarang pulang kampung. Bukan sombong lantaran dibesarkan di kota besar, tapi kesempatan untuk pulang kampung memang sulit kudapatkan. Usiaku yang masih belasan tahun, menjadi kendala tersendiri. Ibu tidak rela melepaskanku pulang sendiri ke kampung halaman.

Sementara jadwal liburan sekolah tak jarang juga berbenturan dengan kegiatan orangtua. Kerinduanku pada nenek kulampiaskan melalui telepon. Suaranya yang lembut memberi kehangatan tersendiri. Terbayang betapa enak tidur di pangkuan nenek. Dibelai dan dimanja-manja di beranda rumah sambil melihat hamparan sawah yang menghijau.

Rumah nenek terletak di diujung desa. Langsung berbatasan dengan sawah yang ditumbuhi padi. Hanya dipisahkan oleh jalan desa yang berbatu. Sebatang pohon mangga bertengger di sebelah kiri. Sementara di bagian kanan ditumbuhi pohon belimbing. Kondisi alam pedesaan yang sunyi dan damai itulah yang menambah kerinduanku pada kampung halaman.

Seperti biasa. Rumah nenek menjadi tempat perkumpulan anak dan cucunya di hari lebaran. Hadir juga adik ibu yang biasa kupanggil dengan Bibi lta. Ia ditemani suaminya, Om Aji. Dengan Bibi lta, aku sudah sering ketemu. Nyaris tiap pulang kampung, ia menyempatkan diri menemui ibu yang juga kakak kandung nya. Sedangkan dengan Om Aji, aku baru pertama kali bertemu dengannya. Bapak dan ibu juga baru pertama bertemu dengan Om Aji.

Di hari pernikahan Bibi dengan Om, bapak dan ibu tidak sempat hadir. Sore itu, keluarga besar ibu berkumpul. Kami bercengkerama dan bersenda gurau. Nenek tampak ceria. Matanya berbinar-binar melihat tingkah polah cucunya yang lucu-lucu. Om Aji nampak sedikit canggung berbicara dengan bapak dan ibu. Ia memilih bergurau dengan anak-anak di samping rumah. Dari jauh, kulihat ia melambaikan tangan. Ia memintaku mendekat.

Kuturuti permintaannya. Meski aku juga merasakan desiran lain ketika berdekatan dengan Om Aji. Ada getar ketakutan ketika melihat sorot matanya. Entahlah mengapa demikian

“Ya, Om, ada apa?” tanyaku ketika jarak kami tinggal dua meteran. “Nggak apa-apa. Om cuma mau ngobrol saja,” katanya. Selanjutnya, ia bertanya banyak hal tentang sekolahku. Ia juga bercerita sambil membelai rambutku. Ia mengusap kepalaku berkali-kali.

Sebenarnya, aku tahu mengapa Om Aji, enggan berkumpul dengan keluarga lain. Ia risih bersama mereka. Om Aji memang kurang diterima di tengah keluarga besar ibu. Selain karena hubungannya yang tidak harmonis dengan bibi, ia juga berperangai kasar. Kudengar dari ibu, bila Bibi lta sering bertengkar dengan Om Aji. Rumah tangga mereka tidak lagi seusia jagung. Mereka sudah dikaruniai dua anak. Tapi yang terjadi lustru seperti anak-anak yang rebutan mainan. Lalu berakhir dengan pertengkaran.

Nenek cukup tertekan dengan masalah ini. Beberapa kali nenek menasehati Bibi Ita agar meminta cerai pada suaminya. Awalnya, Bibi Ita setuju, tapi setelah berkumpul kembali dengan Om Aji, ia tak kuasa meminta cerai.

Aku Kerasukan Jin Om Aji

Enam bulan kemudian, aku kembali ikut bapak dan ibu ke Semarang. Namun suasanya jauh berbeda. Tak ada canda tawa seperti enam bulan lalu. Semuanya murung. Membayangkan betapa menderitanya nenek yang tewas dibunuh.

Berita kematian nenek yang hanya berselang sehari dari rencana keberangkatannya ke Jakarta menggegerkan kami. Sebulan sebelumnya kudengar ibu bercerita bila nenek sedang sakit. Di perutnya ditemukan benjolan yang mengeras. Kata dokter, benjolan itu harus diopetasi. Namun, takdir berbicara lain. Nenek sudah meninggal sebelum sempat berobat ke Jakarta.

Bila nenek meninggal dengan wajar, tentu hati kami tidak remuk redam seperti ini. Apa salahnya nenek? Beliau sudah tua dan tidak memiliki musuh. Namun, mengapa harus meninggal dengan cara demikian? Tak ayal, geram dan kemarahan tertumpah kepada pembunuh nenek yang hingga saat iyu belum ditemukan.

Ceceran darah yang mengarah ke tembok rumah tetangga, tidak bisa diladikan alasan. Polisi juga belum menemukan siapa pembunuh nenek. Berbagai cara telah ditempuh, untuk mengurai benang kusut misteri pembunuhan itu. Tapi belum juga menunjukkan hasil.

Setelah tiga hari di Semarang, kami kembali ke Jakarta. Tepat sebelum Maghrib, kami sampai di rumah. Aku rebahan di kamar untuk menghilangkan penat dan lelah. Adzan Maghrib yang nyaring dari masjid dekat rumah juga tak mampu membangunkanku yang langsung tertidur pulas.

Ceplekan tangan di lengan menyadarkanku. Remang-remang kulihat ibu membangunkanku. Kuucek-ucek mata yang enggan terbuka. Aku kembali tertidur tak lama setelah ibu keluar dari kamar.

Sekitar setengah jam kemudian, aku baru keluar kamar. Masih belum shalat Maghrib. Aku keluar kamar dengan badan berat. Entah mengapa, aku merasakan ada sesuatu yang lain dalam diriku. Badanku terasa berat. Untuk menghilangkan pusing di kepala itu, aku mendekati ibu yang sedang duduk di kursi. Kusandarkan tubuhku di pangkuan ibu. Kuingin merasakan kasih sayang orangtua di kala sakit seperti itu. Tak lama kemudian, kudengar ibu menyuruhku untuk segera shalat Maghrib.

Ibu menyuruhku shalat dengan suara lembut. Tapi reaksiku di luar dugaan. Pikiranku tak lagi terkontrol. Aku marah dan langsung mendorong ibu sampai terjerembab ke lantai. Aku tidak tahu mengapa sikapku mendadak berubah.

Disuruh shalat tidak mau. Dinasehati marah. Aku merasakan diriku bukan lagi aku yang dulu. Ada sesuatu yang lain. Selang beberapa saat kemudian, aku tidak sadarkan diri. Dalam keadaan setengah sadar, aku merasakan ada sosok lain masuk ke dalam diriku. Sosok itu tak lain adalah Om Aji yang mengenakan baju merah. Ya, aku seperti melihat tubuh Om Aji melayang dan masuk ke dalam ragaku. Selanjutnya, aku kembali tak mampu mengingat apa-apa
baca juga:

Tanda atau ciri terkena gangguan jin, gangguan sihir atau penyakit ain


Menurut cerita yang kudengar dari orang tuaku setelah aku tersadar, beberapa saat setelah pingsan, katanya, aku terbangun. Mataku memerah. Gigiku bergeretak. Bapak yang menungguiku segera meminta bantuan tetangga kiri kanan.

Mereka berdatangan. Aku yang sudah kerasukan jin dipegang empat orang lelaki dewasa. Aku terus merontaronta. Orang-orang kebingungan. Apa yang harus dilakukan, sementara aku terus berontak.

“Bagaimana inil?” kata bapak kebingungan. “Ayo, Pak. Kita panggil saja dukun Marto. Ia tinggal di desa sebelah,” ujar seorang tetangga memberi saran. Sebenarnya, keluargaku termasuk orang yang tidak percaya dengan dukun. Tapi bapak belum menemukan cara lain untuk menghentikan arnukanku. Akhirnya bapak menyerah. Ia memanggil dukun Marto ke rumah.

Memang, setelah sekian lama diterapi dukun Marto aku sadarkan diri. Aku mulai bisa mengenali orang-orang di sekelilingku. Tapi akibat dari kerasukan jin itu, kakiku tidak bisa digerakkan. Entah bagaimana ceritanya, aku bisa lumpuh. Padahal sebelumnya aku tidak merasakan sakit apa-apa. Untuk ke kamar kecil saja, aku harus minta pertolongan orang tua.

Keesokan harinya dukun Marto datang bersama seorang temannya. Katanya, jin kiriman itu akan datang lagi. Entah dari mana dukun Marto mengetahuinya. Yang jelas, pagi itu ia melakukan pemagaran ghaib.

Pembantu dukun Marto mengelilingi rumah. Pas, ketika berada di samping jendela kamar. Ia teriak. Suaranya mengejutkan kami yang berada di ruang tamu. Katanya, ia melihat sosok tinggi besar berada di dalam rumah. Untuk pertama kalinya ada penampakan di rumahku. Padahal sebelumnya aman-aman saja.

Malam itu, adalah malam pertama dari derita berkepanjangan yang menderaku. Selama tiga bulan, aku selalu kerasukan jin.


Jati diri Om Aji

Apa yang menimpa diriku, membuka kembali lembaran masa lalu siapa sebenarnya Om Aji dan mengapa Bibi Ita mau menjadi istrinya. Kata ibu, sebelum menikah, Bibi Ita hanya sekali bertemu dengan Om Aji, Itu pun karena dikenalkan oleh Bibi Dian. Katanya, ada seorang lelaki yang sudah mau menikah, tapi belum ada calonnya.

Akhirnya Bibi Ita dikenalkan dengan Om Aji. Pada pertemuan pertama itu, Bibi Ita langsung tertarik. Ia ngotot agar segera dinikahkan. Awalnya nenek tidak setuju, karena ia belum melihat calon menantunya. Maksud nenek, ia ingin mengetahui dulu siapa calon menantunya. Karena ia tidak mau terburu-buru dalam masalah jodoh. Tapi Bibi Ita tetap memaksa. Nenek pun menyerah. Ia nikahkan anaknya dengan berat hati.

Setahun kemudiain, kedok Om Aji terbongkar. Ketika Om Aji mengantar Bibi Dian berobat ke seorang dukun dengan ditemani Bibi lta. Dukun tersebut terkejut. “Ini istrimu, Aji?” tanyanya. “Kenapa, kamu tidak datang datang kemari. Padahal sebelum menikah dengan dia, kamu datang ke sini?” Tanya dukun itu lagi.

Peristiwa tersebut menyadarkan keluarga besar ibu bahwa Bibi Ita diguna-guna Om Aji. Wajar, bila selama pernikahan itu, kehidupannya tidak harmonis. Pertengkaran bukan hal aneh bagi mereka. Om Aji sudah kehilangan rasa malu. Ia dengan santainya mengambil gaji istrinya yang menjadi pegawai negeri langsung di kantor. Gaji yang seharusnya menjadi hak Bibi itu pun digenggamnya. Sementara ia sendiri tidak punya pekerjaan tetap. Kerjanya hanya mabuk-mabukan.

Meski demikian, Bibi lta tidak mau meminta cerai. Seluruh keluarga besarnya sudah setuju bila ia minta cerai. Thpi Bibi Ita tidak mau melakukannya. Entahlah, apa yang memberatkan hatinya. Ataukah guna-guna itu begitu kuat mempengaruhi jiwanya?
Baca juga:

Pelet Mahabah dan Cara Menghancurkannya


Ratusan Dukun Gagal Mengobatiku

Aneh tapi nyata. Begitulah perubahan drastic yang terjadi di tengah keluargaku. Sepulang dari Semarang, bukan hanya diriku yang berubah. Seluruh anggota keluargaku juga mengalami hal yang sama. Bedanya, mereka ketakutan di luar batas kewajaran. Bayangkan, untuk ke kamar mandi saja ibu sudah tidak berani. Harus ada orang lain yang mengantarnya. Begitu juga dengan diriku dan adik-adikku. Tidurpun tidak lagi di kamar masing-masing. Kami sekeluarga tidur bersama di ruang tamu.

Beberapa kejadian aneh juga pernah diceritakan Bibi Ita sebelum kematian nenek. Katanya, ada yang melihat monyet di kamar mandi. Bibi Ita juga pernah melihat ular jadi-jadian. Di lain kesempatan ada juga yang melihat musang. Musang dan ular memang masih dimungkinkan hewan liar yang masuk ke dalam rumah. Meski kemungkinan itu sangatlah tipis. Tapi monyet jelas berbeda. Binatang ini sudah tidak lagi ditemukan di kampong halamanku.

Dua minggu setelah aku sakit, kejadian yang lebih menggemparkan terjadi di rumah peningalan nenek. Ketika beberapa orang sedang membersihkan rumah, secara tak sengaja, mereka menemukan kain kafan yang terbungkus dalam kotak kaca. Di dalamnya terdapat berbagai macam benda-benda cirri khas perdukunan. Ada boneka-boneka kecil, jarum, dan beberapa potongan kertas bertuliskan nama nenek, ibu, bibi Dian dan suaminya serta namaku.

Penemuan benda-benda aneh itu semakin meyakinkan kami bahwa yang melakukannya adalah Om Aji. Dalam perkiraan kami, ia bermaksud membunuh atau menyiksa orang-orang yang dianggap menentang pernikahannya dengan Bibi Ita. Masalahnya, kami tidak memiliki bukti yang kuat untuk melaporkannya kepada kepolisian. Yang bisa kami lakukan hanyalah melakukan penjagaan diri agar korban-lorban berikutnya tidak berjatuhan.

Yang paling parah memang diriku. Tiga bulan lamanya, sejak pulang dari Semarang, aku selalu pingsan tiap malam. Bahkan sebulan pertama, aku selalu pingsan siang dan malam.

Ketika pingsan itu, aku merasakan diriku seakan dibawa terbang jauh. Jauh sekali. Ke daerah yang selama ini belum pernah kudatangi. Kadang aku dibawa ke pinggira pantai. Lain kesempatan aku dibawa ke ruangan salah seorang dukun. Dalam keadaan tidak sadar itu, aku menyaksikan bagaimana seorang dukun beraksi.

Ada kemenyan, dupa, boneka-boneka kecil, jarum, keris, baskom dan atribut perdukunan lainnya. Baskom yang kulihat itu bukan lagi berisi air. Karena air baskom itu berwarna merah. Darah orang-orang yang menjadi korban perdukunan. Karena di ruangan itu juga sempat kulihat beberapa mayat bergelimpangan. Mayat-mayat itu bersimbah darah.

Apa yang terekam dalam memoriku itu memang mengerikan. Thpi aku tak kuasa menolak. Setiap kali pemandangan itu terpampang di depan mata, aku hanya bisa pasrah dan menerima. Karena secara fisik, badanku memang ddak bisa digerakkan. Aku hanya mengandalkan bantuan dari orang-orang di sekelilingku.

Tiap malam, ada tetangga yang membantu meringankan penderitaanku dengan membaca al-Qur'an. Tapi gangguan yang menyebabkanku pingsan itu tetap saja tak dapat kuhindari. Biasanya, aku mulai sadarkan diri, ketika ibu membacakan tiga ayat terakhir dari surat al-Baqarah ke telingaku.

Dukun dari Sumatera, Jawa Barat maupun Jawa Tengah sudah banyak yang kami datangi. Tapi jin kiriman Om Aji, tetap tidak bisa dimentahkan. Pernah ada seorang dukun, yang mengaku melakukan tirakat di Gunung lawu untuk menarik kekuatan dukun Om Aji di Semarang. Ia datang menemui bapak membawa apa yang dikatakan sebagai bukti keberhasilannya. Ada keris kecil, boneka kecil dan berbagai benda lainnya. Ujung-ujungnya ia meminta dana kepada bapak sebagai upah dari apa yang telah dilakukannya.
baca juga:

Ruqyah yang tidak sesuai dengan syariat Islam


Ada juga dukun yang memberi ibu berbagai jenis benda yang katanya bisa menolak balak dan menyembuhkanku. Ada keris, ada kalung, ada cincin dari batu, dan benda-benda lainnya. Meski demikian, tetap saja jin kiriman itu datang dan merasuk ke dalam diriku sesuka hatinya.

Aku yang masuk dalam sepuluh besar murid terbaik selama di SMP harus merasakan sedihnya tidak naik kelas. Ya, aku mengalami gangguan ketika kelas satu SMA yang baru berjalan enam bulan. Praktis di tahun pertama itu, aku sering tidak masuk kelas. Terkadang masuk sekolah hanya sebulan sekali. Bukan karena takut dengan teman-teman, tapi tiga bulan pertama, aku sering pingsan. Belum lagi harus kesana kemari mencari pengobatan. Semua itu tidak hanya menguras uang dan tenaga, tapi juga pikiran.

Lebih menyedihkan lagi, aku seakan terasing di tengah lingkunganku sendiri. Di sekolah, jarang ada teman yang mau berdekatan denganku. Rata-rata mereka khawatir bila ketempelan jin seperti diriku. Aku tidak bisa menyalahkan mereka. Kenyataannya, aku memang terus mendapat rongrongan dari jin yang terlaknat itu.

Prestasi yang sempat membanggakan diriku dan keluarga itu tinggal kenangan. Aku bahkan pernah tidak naik kelas. Kurasakan kemampuan akademikku hingga kini baru mencapai 25%. Sangat jauh dari apa yang diharapkan dulu.

Yang lebih menyedihkan lagi, aku tidak bisa membaca al-Qur’an. Lembaran-lembaran al-Qur’an itu nampak hitam di mataku. Tanpa ada tulisan. Tanpa ada goresan. Seberapa pun ukuran al-Qur’an yang disodorkan kepadaku, hasilnya tetap sama. Hanya warna hitam yang terpantul di sana.

Telingaku pun mendapat gangguan serupa. Entah perjanjian seperti apa yang dilakukan Om Aji, hingga jin itu juga menyumbat telingaku dari suara adzan. Bertahun-tahun lamanya, aku tak dapat mendengarkan suara adzan. Bukan lantaran tuli, karena aku bisa mendengar suara-suara lainnya.

Mengenal Ruqyah dari Internet

Setelah lima tahun sakit, ada saudara ibu yang menyarankanku mengikuti terapi ruqyah. Bibi mengetahui infqrmasi ruqyah melalui internet. Sebelumnya, aku juga pernah mendengar istilah ruqyah di sinetron Astaghfirullah. Tapi entahlah, waktu itu aku masih belum tergerak mengikutinya.

Baru setelah beberapa kali bibi menyarankan ruqyah, akhirnya bapak dan ibu membawaku berobat ke Ustadz Anhar di Tangerang. Ketika Ustadz membacakan ayat-ayat al-Qur’an, badanku seperti terkena setrum listrik. Tapi anehnya, aku tidak mendengar suara ayat al-Qur’an yang dibaca Ustadz Anhar. Padahal menurut ibu, ustadz membacanya dengan keras. Tak lama kemudian, aku meronta-ronta hingga dipegangi empat orang.

Setelah mengikuti terapi ruqyah sepuluh kali, ulu hatiku terasa sakit. akhirnya Ustadz Anhar menyarankan agar aku mengikuti terapi ruqyah di Ghoib Ruqyah Syar’iyyah, karena ada dokter yang mendampingi. Ustadz khawatir bila sakit di uluhatiku semakin parah.

Ustadz Aris yang menerapiku di Ghoib Ruqyah Syar’iyyah mengatakan, bahwa untuk mempercepat proses kesembuhan diriku, aku harus berusaha ikhlas menerima gangguan ini dan menghilangkan rasa dendam yang membara. Kuakui, aku memang sulit memaafkan Om Aji. Karena ulahnya, aku kehilangan berbagai kesempatan untuk berkembang.
Baca juga:

Sebab Sulitnya JIN Keluar dari Tubuh Saat Di Ruqyah


Sulit memang. Tapi aku harus berusaha. Perlahan, aku mencoba menenangkan diri dan merenungkan kembali perjalanan hidupku. Bukan untuk masa yang telah lalu, tapi demi masa depan yang penuh dengan tantangan. Tantangan ke depan lebih berat dari kemarin. Karena itu, aku harus bisa melupakan masa lalu dan menatap masa depan dengan mantap.

Setelah berjuang sekian lama. Perlahan, aku dapat memaafkan. Hingga kurasakan keadaanku semakin membaik. Pelan namun pasti. Meski sampai detik ini, jin kiriman itu masih sesekali datang. Untuk mendeteksi kehadirannya, tidaklah sulit. Aku keluar rumah. Setelah itu melihat reaksi orang-orang di sekelilingku. Bila mereka memanggilku ibu, berarti ada jin yang merasuk ke dalam diriku.

Sejak awal gangguan, aku mendapat tiga panggilan. Di pagi hari, biasanya dipanggil neng. Siang hari dipanggil mbak. Sore hari dipanggil ibu. Aku dipanggil neng, karena di pagi hari, wajahku seperti masih anak-anak. Suaraku juga seperti suara anak-anak. Siang hari, wajahku berubah seperti seorang gadis remaja. Sore hari, berubah lagi. Terkadang seperti wanita berusia empat puluhan tahun. Bahkan tak jarang suaraku berubah seperti nenek.

Perubahan suara dan wajah itu tak dapat memang sulit kukendalikan. Karena itu adalah reaksi dari masuknya jin ke dalam diriku. Semoga, Allah memberikanku keteguhan untuk menapak jalur ruqyah. Meninggalkan berbagai jenis praktik perdukunan di belakang. Dan menatap masa depan dengan tetap optimis.

Ghoib Ruqyah Syar’iyyah
Sumber : Majalah Al-Iman bil Ghoib Edisi 90/4
Kunjungi Konsultasi Ruqyah Gratiss via whatsapp, rahasia dari ruqyah syar'iyyah dan temukan berbagai kasus ruqyah yang berhasil di sembuhkan di artikel Pertanyaan dan Jawaban Seputar Ruqyah Syariyyah <---- Klik , siapa tau ada yang sesuai dengan kondisi yang anda alami. Kunci rangkaian penyembuhan untuk mengatasi berbagai gangguan baik penyakit fisik atau penyakit hati (non-medis) serta berbagai gangguan ghaib. Atau silahkan langsung kunjungi halaman Cara dan Aturan Konsultasi Ruqyah Syariyyah Athallah <--- Klik
  1. Tutorial Ruqyah Mandiri sebagai penyembuh dan pembersih diri dari gangguan ghaib, penyakit medis dan non medis <----- Klik Jika ingin membaca tutorialnya di web. Untuk ciri ciri terkena gangguan ghaib, gangguan jin, gangguan sihir atau ain bisa di lihat di Tanda atau ciri terkena gangguan jin, gangguan sihir atau penyakit ain
  2. Tuntunan sunnah untuk benteng diri agar gangguan itu tidak kembali muncul <---- Klik jika ingin membaca nya di web ini.
  3. Tutorial Ruqyah Rumah agar gangguan yang sudah dipaksa keluar dari badan juga keluar dari rumah tempat tinggal kita <---- Klik jika ingin membaca caranya di web
  4. Tuntunan sunnah menjadikan rumah dibenci setan dan jin sehingga jika sudah berhasil diusir dengan ruqyah rumah tidak kembali lagi masuk rumah. <---- Klik jika ingin membaca caranya di web ini.
  5. Memutar audio ruqyah rumah saat munculnya dua tanduk setan yaitu saat matahari terbit dan tenggelam, dimana pada dua waktu ini setan kekuatannya mejadi membesar. <---- Klik jika ingin mendapatkannya di web ini.
  6. Sesungguhnya Matahari terbit di antara dua tanduk setan, dan tenggelam di antara dua tanduk setan pula. (HR Abu Dawud dan Muslim)

    “Jangan kalian membiarkan anak anak kalian di saat matahari terbenam sampai menghilang kegelapan malam sebab setan berpencar jika matahari terbenam sampai menghilang kegelapan malam,” (HR. Muslim).

Untuk testimoni semua sahabat muslim yang sudah berhasil mengatasi gangguan yang dialami dengan ruqyah mandiri silahkan klik Testimonial. Disertai screen capture percakapan whatsapp.

"Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan-ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam." (QS. Asy-Syu'araa Ayat : 109, QS. Asy-Syu'araa Ayat :127, QS. Asy-Syu'araa Ayat :145, QS. Asy-Syu'araa Ayat :164, QS. Asy-Syu'araa Ayat :180)
Kami juga menyediakan CD Ruqyah (untuk ruqyah rumah/toko) yang berisi audio ruqyah mandiri beserta tutorial ruqyah mandiri dan ruqyah rumah disertai bacaaan surah surah ruqyah dalam arabic, latin dan terjemahan. Disertai juga tutorial dan tuntunan sunnah untuk LGBT, penyakit sihir, penyakit fisik dan susah jodoh dalam bentuk PDF. Praktis bagi anda untuk terapi penyembuhan dengan izin Allah subhanahu wa ta'ala dengan mendengarkan ayat ayat al quran yang berfungsi sebagai penyembuhan dan pembatal sihir serta penghilang gangguan jin dan ain. Untuk pemesanan dan info kunjungi post Mp3 dan CD ruqyah mandiri, Barokallahu fiikum..

Artikel Islam Lanjutan dan Daftar Isi Web Ini

“Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk maka adalah baginya pahala seperti pahala-pahala orang yang mengikutinya, yang demikian itu tidak mengurangi sedikitpun dari pahala-pahala mereka. Dan barangsiapa yang mengajak kepada kesesatan maka adalah atasnya dosa seperti dosa-dosa orang yang mengikutinya, yang demikian itu tidak mengurangi sedikitpun dari dosa-dosa mereka” (HR. Muslim)

“Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS. Muhammad : 7)
Bagikan di media sosial yang anda ikuti dengan klik di tombol dibawah ini dan raih amal sholeh sebanyak banyak nya... InsyaAllah

Menghancurkan Ilmu Santet Lewat Boneka
4/ 5
Oleh
Mesin Pencari Athallah

Ketik topik atau pembahasan apa saja yang anda cari di internet menggunakan Athallah Search Engine dibawah ini. Caranya cukup ketikkan topik nya di kotak box dibawah, kemudian tekan enter. InsyaAllah bebas website porno dan spam

Artikel Terbaru