Minggu, 10 April 2016

Keutamaan, Syarat dan Waktu Membaca Al Quran

Al-Qur’an adalah kitab Suci yang merupakan sumber utama dan pertama ajaran Islam menjadi petunjuk kehidupan umat manusia diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagai salah satu rahmat yang tak ada taranya bagi alam semesta. Di dalamnya terkumpul wahyu Ilahi yang menjadi petunjuk, pedoman dan pelajaran bagi siapa yang mempercayai serta mengamalkannya. Al-Qur’an adalah kitan suci yang terakhir diturunkan Allah, yang isinya mencakup segala pokok-pokok syari’at yang terdapat dalam kitab-kitab suci yang diturunkan sebelumnya. Karena itu setiap orang yang mempercayai Al-Qur’an, akan bertambah cinta kepadanya, cinta untuk membacanya, untuk mempelajari dan memahaminya serta pula untuk mengamalkan dan mengajarkannya sampai merata rahmatnya dirasai dan dikecap oleh penghuni alam semesta.
baca juga:

sosok wanita yang selalu berbicara dengan ayat suci Al Quran





Setiap mukmin yakin, bahwa membaca Al-Qur’an saja, sudah termasuk amal yang sangat mulia dan akan mendapat pahala yang berlipat-ganda, sebab yang dibacanya itu adalah Kitab Suci. Al-Qur’an adalah sebaik-baik bacaan bagi orang Mukmin, baik di kala senang maupun di kala susah, di kala gembira maupun di kala sedih. Malahan membaca Al-Qur’an itu bukan saja menjadi amal dan ibadah, tetapi ia juga menjadi obat dan penawar bagi orang yang gelisah jiwanya.

Keutamaan, Syarat dan Waktu Membaca Al Quran

Pada suatu ketika datanglah seseorang kepada salah seorang sahabat Rasulullah yang bernama Ibnu Mas’ud r.a. meminta nasehat, katanya : Wahai Ibnu Mas’ud, berilah nasehat yang dapat aku jadikan obat bagi jiwaku yang sedang gelisah. Dalam beberapa hari ini aku merasa tidak tentram, jiwaku gelisah dan pikiranku kusut, makan tak enak, tidurpun tak nyenyak.

Maka Ibnu Mas’ud menasehatinya, katanya : “Kalau penyakit itu yang menimpamu maka bawalah hatimu mengunjungi tiga tempat, yaitu ke tempat orang membaca Al-Qur’an, engkau baca Al-Qur’an atau engkau dengar baik-baik orang yang membacanya; atau engkau pergi ke Majelis Pengajian yang mengingatkan hati kepada Allah; atau engkau cari waktu dan tempat yang sunyi, di sana engkau berkhalwat menyembah Allah, umpama di waktu tengah malam buta, di saat orang tidur nyenyak, engkau bangun mengerjakan shalat malam, meminta dan memohon kepada Allah ketenangan jiwa, ketentraman fikiran dan kemurnian hati. Seandainya jiwamu belum juga terobat dengan cara ini, engkau minta kepada Allah, agar diberi-Nya hati yang lain, sebab hati yang kamu pakai itu, bukan hatimu lagi.”
baca juga:

stres karena tekanan hidup al quran adalah penyembuhnya


Setelah orang itu kembali ke rumahnya, diamalkannya nasehat Ibnu Mas’ud r.a itu. Dia pergi mengambil wudhu’ kemudian diambilnya Al-Qur’an, terus dia baca dengan hati yang khusyu’. Selesai membaca Al-Qur’an, berubahlah kembali jiwanya, menjadi jiwa yang tenang dan tentram, fikirannya jernih, kegelisahannya hilang sama sekali.

Dalam melaksanakan membaca Al-Qur’an, sesuai dengan syara’, hendaklah dipelihara adab-adab membacanya dengan sempurna, baik adab-adab lahir, maupun adab-adab batin. Namun sebelum itu, baiknya terlebih dahulu kita jelaskan hal-hal lain yang bertalian dengannya

Waktu waktu terpilih untuk membaca Al Quran

Sebenarnya tidak ada waktu yang makruh untuk membaca Al-Qur’an, kecuali pada waktu-waktu yang dilarang menyebut nama-nama Allah. Namun, ada waktu yang utama untuk membacanya, seperti ; Pada malam hari atau antara Maghrib dan Isya, istimewa seperdua yang akhir tiap-tiap malam. Jika siang hari, maka yang lebih utama, ialah sesudah shalat fardhu, atau pada waktu Subuh.

Sedangkan hari-hari yang terbaik untuk membaca Al-Qur’an adalah ; hari Jumat, Senin, Khamis, hari ‘Arafah, sepuluh hari yang pertama di bulan Zulhijjah (1-9 Zulhijjah), hari-hari bulan Ramadhan, istimewa pada sepuluh hari yang akhir.

Membaca Al Quran dengan Mushaf

Membaca Al-Qur’an dengan melihat lansung pada mushaf dianggap suatu ibadah yang lebih baik dan dianjurkan ; hal itu lebih afdhal daripada dengan hafalan. Membaca dengan melihat itu mencakup dua ibadah, yakni membaca dan melihat. Demikianlah menurut pendapat para ulama, diantaranya Al-Qadhi Husain dan Abu Hamid Al-Ghazali.

Dalam kitab Ihya Ulumiddin diterangkan, bahwa kebanyakan para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca Al-Qur’an langsung melihat mushafnya. Mereka mengganggap kurang baik atau makruh dalam satu hari tidak melihat mushaf.

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Daud, beliau menerangkan, bahwa tidak ada khilaf diantara para ulama mengenai membaca Al-Qur’an dengan mushaf, kecuali jika membaca dengan hafalan merasa lebih khusyu’ daripada melihat mushaf, maka hal itu dianggap baik.

Membaca dengan berkelompok

Membaca Al-Qur’an secara berkelompok dianggap baik sekali. Sebagaimana hadis dari Abi Hurairah r.a, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ

“Tidak ada orang yang berkumpul di salah satu rumah Allah untuk membaca dan mempelajari Al-Qur’an, kecuali mereka akan memperoleh ketentraman, diliputi rahmat, dikelilingi oleh para malaikat, dan nama mereka disebut-disebut oleh Allah di kalangan malaikat.” (HR. Muslim)
baca juga:

Ketika Al Quran Menjawab


Sesungguhnya Abu Darda’ selalu membaca Al-Qur’an bersama-sama jamaah. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Daud bahwa ia selalu membaca Al-Qur’an bersama pembesar atau orang-orang terkemuka dan ulama-ulama salaf dan khalaf.

Dari Hasan Al-Auza’i telah berkata : “Bahwa orang yang pertama mengadakan tadarrus Al-Qur’an ialah Hisyam bin Ismail di masjid Damaskus, pada waktu beliau datang kepada Abdul Malik.

Adapun mengenai fadhilah atau keutamaan bagi orang yang berusaha untuk mengumpulkan orang-orang agar bertadarrus ialah berdasarkan hadis dari Anas bin Malik katanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

“Barangsiapa yang menunjukkan kepada sebuah kebaikan maka baginya seperti pahala pelakunya.” (HR. Muslim no. 1893)

إِنَّ الدَّالَّ عَلَى الْخَيْرِ كَفَاعِلِهِ

“Barangsiapa yang menunjukkan orang pada jalan kebaikan, maka pahalanya sama dengan orang yang mengerjakan.” (HR. At-Tirmidzi)

Dari Sahl bin Sa’ad r.a, ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

لَأَنْ يُهْدَى بِكَ رَجُلٌ وَاحِدٌ خَيْرٌ لَكَ مِنْ حُمْرِ النَّعَمِ

“Seandainya Allah memberi hidayah kepada seseorang melalui kamu, lebih baik bagimu daripada engkau memperoleh nikmat-nikmat yang lainnya.” (HR. Bukhari)

Hadis ini sejalan dengan firman Allah :

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa.“ (QS. Al-Maidah {5} :2)

Tadarrus kelompok (giliran membaca), misalnya seorang membaca satu juz atau beberapa ayat, kemudian diteruskan oleh kawannya, maka hal itu adalah baik. Imam Malik pernah ditanya, dan beliau menyetujuinya.
baca juga:

Panduan menghafal Al Quran bagi anak

Kunjungi Konsultasi Ruqyah Gratiss via whatsapp, rahasia dari ruqyah syar'iyyah dan temukan berbagai kasus ruqyah yang berhasil di sembuhkan di artikel Pertanyaan dan Jawaban Seputar Ruqyah Syariyyah <---- Klik , siapa tau ada yang sesuai dengan kondisi yang anda alami. Kunci rangkaian penyembuhan untuk mengatasi berbagai gangguan baik penyakit fisik atau penyakit hati (non-medis) serta berbagai gangguan ghaib. Atau silahkan langsung kunjungi halaman Cara dan Aturan Konsultasi Ruqyah Syariyyah Athallah <--- Klik
  1. Tutorial Ruqyah Mandiri sebagai penyembuh dan pembersih diri dari gangguan ghaib, penyakit medis dan non medis <----- Klik Jika ingin membaca tutorialnya di web. Untuk ciri ciri terkena gangguan ghaib, gangguan jin, gangguan sihir atau ain bisa di lihat di Tanda atau ciri terkena gangguan jin, gangguan sihir atau penyakit ain
  2. Tuntunan sunnah untuk benteng diri agar gangguan itu tidak kembali muncul <---- Klik jika ingin membaca nya di web ini.
  3. Tutorial Ruqyah Rumah agar gangguan yang sudah dipaksa keluar dari badan juga keluar dari rumah tempat tinggal kita <---- Klik jika ingin membaca caranya di web
  4. Tuntunan sunnah menjadikan rumah dibenci setan dan jin sehingga jika sudah berhasil diusir dengan ruqyah rumah tidak kembali lagi masuk rumah. <---- Klik jika ingin membaca caranya di web ini.
  5. Memutar audio ruqyah rumah saat munculnya dua tanduk setan yaitu saat matahari terbit dan tenggelam, dimana pada dua waktu ini setan kekuatannya mejadi membesar. <---- Klik jika ingin mendapatkannya di web ini.
  6. Sesungguhnya Matahari terbit di antara dua tanduk setan, dan tenggelam di antara dua tanduk setan pula. (HR Abu Dawud dan Muslim)

    “Jangan kalian membiarkan anak anak kalian di saat matahari terbenam sampai menghilang kegelapan malam sebab setan berpencar jika matahari terbenam sampai menghilang kegelapan malam,” (HR. Muslim).

Untuk testimoni semua sahabat muslim yang sudah berhasil mengatasi gangguan yang dialami dengan ruqyah mandiri silahkan klik Testimonial. Disertai screen capture percakapan whatsapp.

"Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan-ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam." (QS. Asy-Syu'araa Ayat : 109, QS. Asy-Syu'araa Ayat :127, QS. Asy-Syu'araa Ayat :145, QS. Asy-Syu'araa Ayat :164, QS. Asy-Syu'araa Ayat :180)
Kami juga menyediakan CD Ruqyah (untuk ruqyah rumah/toko) yang berisi audio ruqyah mandiri beserta tutorial ruqyah mandiri dan ruqyah rumah disertai bacaaan surah surah ruqyah dalam arabic, latin dan terjemahan. Disertai juga tutorial dan tuntunan sunnah untuk LGBT, penyakit sihir, penyakit fisik dan susah jodoh dalam bentuk PDF. Praktis bagi anda untuk terapi penyembuhan dengan izin Allah subhanahu wa ta'ala dengan mendengarkan ayat ayat al quran yang berfungsi sebagai penyembuhan dan pembatal sihir serta penghilang gangguan jin dan ain. Untuk pemesanan dan info kunjungi post Mp3 dan CD ruqyah mandiri, Barokallahu fiikum..

Artikel Islam Lanjutan dan Daftar Isi Web Ini

“Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk maka adalah baginya pahala seperti pahala-pahala orang yang mengikutinya, yang demikian itu tidak mengurangi sedikitpun dari pahala-pahala mereka. Dan barangsiapa yang mengajak kepada kesesatan maka adalah atasnya dosa seperti dosa-dosa orang yang mengikutinya, yang demikian itu tidak mengurangi sedikitpun dari dosa-dosa mereka” (HR. Muslim)

“Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS. Muhammad : 7)
Bagikan di media sosial yang anda ikuti dengan klik di tombol dibawah ini dan raih amal sholeh sebanyak banyak nya... InsyaAllah

Keutamaan, Syarat dan Waktu Membaca Al Quran
4/ 5
Oleh
Mesin Pencari Athallah

Ketik topik atau pembahasan apa saja yang anda cari di internet menggunakan Athallah Search Engine dibawah ini. Caranya cukup ketikkan topik nya di kotak box dibawah, kemudian tekan enter. InsyaAllah bebas website porno dan spam

Artikel Terbaru