Jumat, 05 Februari 2016

Islam melarang Pengkultusan Nabi dan Ulama

Islam dalam ajarannya sangat melarang Pengkultusan para Nabi dan Ulama. Pengultusan yang dimaksud adalah mampu melindungi dari kemurkaan Allah, menolak azab atau menjamin masuk surga. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam hanyalah menjalankan misi risalah, menunaikan amanah yang semua itu sejatinya karunia dari Allah. Hanya Allah semata Dzat yang Mahaesa dalam kerajaan-Nya, Mahakuasa dengan segala kesempurnaan dan keagungan-Nya.
Islam dalam ajarannya sangat melarang Pengkultusan para Nabi dan Ulama. Pengultusan yang dimaksud adalah mampu melindungi dari kemurkaan Allah, menolak azab atau menjamin masuk surga. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam hanyalah menjalankan misi risalah, menunaikan amanah yang semua itu sejatinya karunia dari Allah. Hanya Allah semata Dzat yang Mahaesa dalam kerajaan-Nya, Mahakuasa dengan segala kesempurnaan dan keagungan-Nya.



Camkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berikut, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu:

قَامَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – حِينَ أَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ ( وَأَنْذِرْ عَشِيرَتَكَ الأَقْرَبِينَ ) قَالَ : ( يَا مَعْشَرَ قُرَيْشٍ – أَوْ كَلِمَةً نَحْوَهَا – اشْتَرُوا أَنْفُسَكُمْ ، لاَ أُغْنِي عَنْكُمْ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا ، يَا بَنِي عَبْدِ مَنَافٍ لاَ أُغْنِي عَنْكُمْ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا ، يَا عَبَّاسُ بْنَ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ لاَ أُغْنِي عَنْكَ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا ، وَيَا صَفِيَّةُ عَمَّةَ رَسُولِ اللَّهِ لاَ أُغْنِي عَنْكِ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا ، وَيَا فَاطِمَةُ بِنْتَ مُحَمَّدٍ سَلِينِي مَا شِئْتِ مِنْ مَالِي لاَ أُغْنِي عَنْكِ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا

“Ketika turun ayat, “Dan berilah peringatan pada keluarga terdekatmu.” Beliau berdiri dan bersabda, “Wahai orang-orang Quraisy -atau ungkapan yang semisal- Tebuslah diri-diri kalian, karena sungguh aku tidak mampu sedikitpun melindungi kalian di hadapan Allah kelak. Wahai Bani 'Abdi Manaf! Aku tidak bisa melindungi kalian sedikitpun di hadapan Allah. Wahai ‘Abbas bin Abdil Mutthalib! Aku tidak bisa melindungi engkau sedikitpun di hadapan Allah. Wahai Shafiyyah bibi Rasulullah! Aku tidak bisa melindungi engkau sedikitpun di hadapan Allah. Wahai Fathimah binti Muhammad, mintalah dari hartaku sesukamu! Aku tidak mampu melindungi engkau sedikitpun di hadapan Allah kelak.” (HR. Al-Bukhari 2753 dan Muslim 206)

Maka sebagai konsekuensinya, putuslah segala harapan kepada selain Allah. Segala macam peribadahan seperti istighatsah (memohon bantuan), isti’adzah (memohon perlindungan) hanya ditujukan kepada Allah semata, tidak kepada selain-Nya. Inilah hakikat ajaran tauhid, mengesakan Allah dalam segenap ibadah baik secara lahir maupun batin.

Lantas bagaimana dengan syafa’at Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kelak? Jawabannya, syafa’at Nabi di hari kiamat adalah suatu ketetapan yang tidak dapat dinafikan. Akan tetapi, kita memohonnya hanya kepada Allah semata, yakni dengan cara berdoa, “Ya Allah terimalah syafa’at Nabi-Mu untuk kami.” Sebab semua syafa’at adalah milik Allah:

“Katakanlah, Hanya milik Allah semua syafa’at.” (Az-Zumar: 44)

Hanya Allah yang membukakan dan mengilhamkan Nabi-Nya sehingga beliau memberi syafa’at kepada si Fulan dan si ‘Allan.

Maka syafa’at akan diperoleh jika terpenuhi syarat-syaratnya. Yaitu Allah mengizinkan kepada pemberi syafa’at untuk memberi syafa’at, dan Allah ridha kepada pemberi syafa’at serta orang yang diberi syafa’at. Dalilnya firman Allah ta’ala:

“Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah, kecuali dengan izin dari-Nya.” (Al-Baqarah: 255)

“Dan betapa banyak para Malaikat di langit yang syafa’at mereka tidak berguna sedikitpun, kecuali setelah Allah mengizinkan bagi orang yang Dia kehendaki dan Dia ridhai.” (An-Najm: 26)

Alhasil tidak ada alasan lagi bagi kita untuk menggantungkan diri kepada pihak-pihak selain Allah, siapapun dia. Wa billahit tawfiq.

Fikri Abul Hasan
Kunjungi Konsultasi Ruqyah Gratiss via whatsapp, rahasia dari ruqyah syar'iyyah dan temukan berbagai kasus ruqyah yang berhasil di sembuhkan di artikel Pertanyaan dan Jawaban Seputar Ruqyah Syariyyah <---- Klik , siapa tau ada yang sesuai dengan kondisi yang anda alami. Kunci rangkaian penyembuhan untuk mengatasi berbagai gangguan baik penyakit fisik atau penyakit hati (non-medis) serta berbagai gangguan ghaib. Atau silahkan langsung kunjungi halaman Cara dan Aturan Konsultasi Ruqyah Syariyyah Athallah <--- Klik
  1. Tutorial Ruqyah Mandiri sebagai penyembuh dan pembersih diri dari gangguan ghaib, penyakit medis dan non medis <----- Klik Jika ingin membaca tutorialnya di web. Untuk ciri ciri terkena gangguan ghaib, gangguan jin, gangguan sihir atau ain bisa di lihat di Tanda atau ciri terkena gangguan jin, gangguan sihir atau penyakit ain
  2. Tuntunan sunnah untuk benteng diri agar gangguan itu tidak kembali muncul <---- Klik jika ingin membaca nya di web ini.
  3. Tutorial Ruqyah Rumah agar gangguan yang sudah dipaksa keluar dari badan juga keluar dari rumah tempat tinggal kita <---- Klik jika ingin membaca caranya di web
  4. Tuntunan sunnah menjadikan rumah dibenci setan dan jin sehingga jika sudah berhasil diusir dengan ruqyah rumah tidak kembali lagi masuk rumah. <---- Klik jika ingin membaca caranya di web ini.
  5. Memutar audio ruqyah rumah saat munculnya dua tanduk setan yaitu saat matahari terbit dan tenggelam, dimana pada dua waktu ini setan kekuatannya mejadi membesar. <---- Klik jika ingin mendapatkannya di web ini.
  6. Sesungguhnya Matahari terbit di antara dua tanduk setan, dan tenggelam di antara dua tanduk setan pula. (HR Abu Dawud dan Muslim)

    “Jangan kalian membiarkan anak anak kalian di saat matahari terbenam sampai menghilang kegelapan malam sebab setan berpencar jika matahari terbenam sampai menghilang kegelapan malam,” (HR. Muslim).

Untuk testimoni semua sahabat muslim yang sudah berhasil mengatasi gangguan yang dialami dengan ruqyah mandiri silahkan klik Testimonial. Disertai screen capture percakapan whatsapp.

"Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan-ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam." (QS. Asy-Syu'araa Ayat : 109, QS. Asy-Syu'araa Ayat :127, QS. Asy-Syu'araa Ayat :145, QS. Asy-Syu'araa Ayat :164, QS. Asy-Syu'araa Ayat :180)
Kami juga menyediakan CD Ruqyah (untuk ruqyah rumah/toko) yang berisi audio ruqyah mandiri beserta tutorial ruqyah mandiri dan ruqyah rumah disertai bacaaan surah surah ruqyah dalam arabic, latin dan terjemahan. Disertai juga tutorial dan tuntunan sunnah untuk LGBT, penyakit sihir, penyakit fisik dan susah jodoh dalam bentuk PDF. Praktis bagi anda untuk terapi penyembuhan dengan izin Allah subhanahu wa ta'ala dengan mendengarkan ayat ayat al quran yang berfungsi sebagai penyembuhan dan pembatal sihir serta penghilang gangguan jin dan ain. Untuk pemesanan dan info kunjungi post Mp3 dan CD ruqyah mandiri, Barokallahu fiikum..

Artikel Islam Lanjutan dan Daftar Isi Web Ini

“Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk maka adalah baginya pahala seperti pahala-pahala orang yang mengikutinya, yang demikian itu tidak mengurangi sedikitpun dari pahala-pahala mereka. Dan barangsiapa yang mengajak kepada kesesatan maka adalah atasnya dosa seperti dosa-dosa orang yang mengikutinya, yang demikian itu tidak mengurangi sedikitpun dari dosa-dosa mereka” (HR. Muslim)

“Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS. Muhammad : 7)
Bagikan di media sosial yang anda ikuti dengan klik di tombol dibawah ini dan raih amal sholeh sebanyak banyak nya... InsyaAllah

Islam melarang Pengkultusan Nabi dan Ulama
4/ 5
Oleh
Mesin Pencari Athallah

Ketik topik atau pembahasan apa saja yang anda cari di internet menggunakan Athallah Search Engine dibawah ini. Caranya cukup ketikkan topik nya di kotak box dibawah, kemudian tekan enter. InsyaAllah bebas website porno dan spam

Artikel Terbaru