Minggu, 20 September 2015

Balaslah dengan Setimpal Atau Maafkan

Alkisah dalam sebuah hadits dalam Shahih al-Bukhary dan Shahih Muslim yang saya dapatkan dari kitab Shahih al-Qashash an-Nabawy karya Syaikh Abu Ishaq al-Huwainy, diceritakan oleh sahabat Abu Hurairah, beliau berkata bahwa Sayyidana Muhammad -shallallahu alaihi wa sallam- berkata:

"Ada seekor semut yang menggigit salah seorang Nabi. Lalu Nabi itu memerintahkan agar membakar sarang semut-semut itu. Kemudian Allah berfirman kepadanya, "Hanya karena gigitan seekor semut kamu akan membakar suatu kaum yang selalu bertasbih?"

Doa orang yang dizhalimi memang tanpa hijab, sebagaimana di hadits sahabat Mu'adz. Namun as-Syaikh ibn al-Utsaimin dalam "at-Ta'liq ala Shahih Muslim" menerangkan bahwa tidak boleh mendoakan pihak yang menzalimi kita, dengan doa keburukan yang lebih buruk dari kezaliman dia. Karena jika begitu, malah ini tidak adil. Lebih zalim dari dia jadinya.

Balaslah dengan Setimpal Atau Maafkan

Dalam Islam, kita tidak boleh membalas suatu keburukan dengan keburukan yang lebih buruk darinya. Membalas dengan keburukan yang serupa diperbolehkan, sebagaimana firman Allah Ta'ala:

فَمَنِ ٱعْتَدَىٰ عَلَيْكُمْ فَٱعْتَدُوا۟ عَلَيْهِ بِمِثْلِ مَا ٱعْتَدَىٰ عَلَيْكُمْ

"Oleh sebab itu barang siapa yang menyerang kamu, maka seranglah ia, seimbang dengan serangannya terhadapmu." [Q.S. Al-Baqarah: 194]

Makanya, dilarang bagi kita untuk membunuh hewan dengan siksaan, apalagi orang. Kita dilarang membunuh dengan pembakaran. Selain karena hanya Allah yang berhak menyiksa makhluk dengan pembakaran, hal itu juga sifatnya 'menyiksa'. Maka ini haram bagi makhluk untuk melakukannya terhadap sesama.

Meskipun kita diperbolehkan membalas serupa, namun Islam lebih mengutamakan pemaafan dan berbuat ihsan walau terhadap pihak yang menzalimi. Allah Ta'ala berfirman:

وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

"Dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan." [Q.S. Ali Imran: 134]

Dan terkadang kita dilarang untuk berlaku serupa bahkan. Sebagaimana kata Nabi:

أَدِّ الْأَمَانَةَ إِلَى مَنِ ائْتَمَنَكَ، وَلَا تَخُنْ مَنْ خَانَكَ

"Tunaikanlah amanat kepada pihak yang mempercayaimu. Dan janganlah kamu berkhianat terhadap pihak yang mengkhianatimu." [H.R. Ahmad, Abu Daud, at-Tirmidzy dan lainnya]

Bahkan, dahulu kala ketika kaum Muslimin didengkikan oleh Yahudi yang hendak menghancurkan agama Islam, Allah Ta'ala memerintahkan untuk berlapang dada sampai Allah tentukan nanti keputusan-Nya terhadap mereka yang berbuat jahat. Apa kata Allah?

فَاعْفُوا وَاصْفَحُوا حَتَّى يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ

"Maka maafkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. " [Q.S. Al-Baqarah: 103]

Maka, kita asah lagi mu'amalah dan akhlaq kita terhadap manusia berbasiskan 'memaafkan' terhadap pihak yang berlaku salah pada kita. Insya Allah semua akan ada ganjarannya dan baik-baik saja.

oleh Ust. Hasan Al-Jaizy
Kunjungi Konsultasi Ruqyah Gratiss via whatsapp, rahasia dari ruqyah syar'iyyah dan temukan berbagai kasus ruqyah yang berhasil di sembuhkan di artikel Pertanyaan dan Jawaban Seputar Ruqyah Syariyyah <---- Klik , siapa tau ada yang sesuai dengan kondisi yang anda alami. Kunci rangkaian penyembuhan untuk mengatasi berbagai gangguan baik penyakit fisik atau penyakit hati (non-medis) serta berbagai gangguan ghaib. Atau silahkan langsung kunjungi halaman Cara dan Aturan Konsultasi Ruqyah Syariyyah Athallah <--- Klik
  1. Tutorial Ruqyah Mandiri sebagai penyembuh dan pembersih diri dari gangguan ghaib, penyakit medis dan non medis <----- Klik Jika ingin membaca tutorialnya di web. Untuk ciri ciri terkena gangguan ghaib, gangguan jin, gangguan sihir atau ain bisa di lihat di Tanda atau ciri terkena gangguan jin, gangguan sihir atau penyakit ain
  2. Tuntunan sunnah untuk benteng diri agar gangguan itu tidak kembali muncul <---- Klik jika ingin membaca nya di web ini.
  3. Tutorial Ruqyah Rumah agar gangguan yang sudah dipaksa keluar dari badan juga keluar dari rumah tempat tinggal kita <---- Klik jika ingin membaca caranya di web
  4. Tuntunan sunnah menjadikan rumah dibenci setan dan jin sehingga jika sudah berhasil diusir dengan ruqyah rumah tidak kembali lagi masuk rumah. <---- Klik jika ingin membaca caranya di web ini.
  5. Memutar audio ruqyah rumah saat munculnya dua tanduk setan yaitu saat matahari terbit dan tenggelam, dimana pada dua waktu ini setan kekuatannya mejadi membesar. <---- Klik jika ingin mendapatkannya di web ini.
  6. Sesungguhnya Matahari terbit di antara dua tanduk setan, dan tenggelam di antara dua tanduk setan pula. (HR Abu Dawud dan Muslim)

    “Jangan kalian membiarkan anak anak kalian di saat matahari terbenam sampai menghilang kegelapan malam sebab setan berpencar jika matahari terbenam sampai menghilang kegelapan malam,” (HR. Muslim).

Untuk testimoni semua sahabat muslim yang sudah berhasil mengatasi gangguan yang dialami dengan ruqyah mandiri silahkan klik Testimonial. Disertai screen capture percakapan whatsapp.

"Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan-ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam." (QS. Asy-Syu'araa Ayat : 109, QS. Asy-Syu'araa Ayat :127, QS. Asy-Syu'araa Ayat :145, QS. Asy-Syu'araa Ayat :164, QS. Asy-Syu'araa Ayat :180)
Kami juga menyediakan CD Ruqyah (untuk ruqyah rumah/toko) yang berisi audio ruqyah mandiri beserta tutorial ruqyah mandiri dan ruqyah rumah disertai bacaaan surah surah ruqyah dalam arabic, latin dan terjemahan. Disertai juga tutorial dan tuntunan sunnah untuk LGBT, penyakit sihir, penyakit fisik dan susah jodoh dalam bentuk PDF. Praktis bagi anda untuk terapi penyembuhan dengan izin Allah subhanahu wa ta'ala dengan mendengarkan ayat ayat al quran yang berfungsi sebagai penyembuhan dan pembatal sihir serta penghilang gangguan jin dan ain. Untuk pemesanan dan info kunjungi post Mp3 dan CD ruqyah mandiri, Barokallahu fiikum..

Artikel Islam Lanjutan dan Daftar Isi Web Ini

“Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk maka adalah baginya pahala seperti pahala-pahala orang yang mengikutinya, yang demikian itu tidak mengurangi sedikitpun dari pahala-pahala mereka. Dan barangsiapa yang mengajak kepada kesesatan maka adalah atasnya dosa seperti dosa-dosa orang yang mengikutinya, yang demikian itu tidak mengurangi sedikitpun dari dosa-dosa mereka” (HR. Muslim)

“Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS. Muhammad : 7)
Bagikan di media sosial yang anda ikuti dengan klik di tombol dibawah ini dan raih amal sholeh sebanyak banyak nya... InsyaAllah

Balaslah dengan Setimpal Atau Maafkan
4/ 5
Oleh
Mesin Pencari Athallah

Ketik topik atau pembahasan apa saja yang anda cari di internet menggunakan Athallah Search Engine dibawah ini. Caranya cukup ketikkan topik nya di kotak box dibawah, kemudian tekan enter. InsyaAllah bebas website porno dan spam

Artikel Terbaru