Kamis, 02 Juli 2015

8 Surah yang dianjurkan dibaca di hari jumat

Ada 8 (delapan) surat yang dibaca Rasulullah dan beliau menganjurkan kepada kita agar membacaya pada hari Jum’at. Delapan surat tersebut ada yang Makkiyyah, yaitu ; Surat as Sajdah, Qaaf, al-Kahfi, al-A’la, dan al-Ghasyiyah. Ada juga yang Madaniyyah, yaitu ; Surat al-Jumu’ah, al-Munafiqun dan al-Insan.
Baca juga: Keutamaan Al-Falaq dan An-Naas

Sebagai bentuk keimanan seorang hamba adalah bahwa setiap amal yang Allah atau rasulNya perintahkan itu terkandung hikmah dan makna yang sebagiannya nampak jelas sejak awal bagi orang yang mau merenungkan dan mantadabburinya, namun sebagian yang lainnya membutuhkan kepada olah pikir untuk menemukan hikmah dan maknanya, serta mengambil kesimpulan hukumnya. Oleh karena itu, kita akan berusaha mentadabburi kedelapan surat ini agar kita dapat melihat beberapa rahasia di baliknya.
(Download Artikel ini dalam bentuk PDF untuk anda bisa baca nanti)


Download 
8 Surah yang dianjurkan dibaca di hari jumat



Kedelapan surat tersebut memiliki kesamaan dalam hal bahwa surat-surat tersebut mengingatkan manusia tentang masalah yang cukup besar dalam kehidupannya yang hendaknya diulang terus untuk didengarkan oleh telinga seorang yang beriman secara berkesinambungan sehingga terpatri dalam jiwanya dan hilanglah segala bentuk keraguan. Di samping itu, diharapkan –dengan diperdengarkannya surat-surat tersebut secara berulang-ulang akan mempola kesadaran seorang mukmin yang biasa menghadiri shalat secara berjama’ah.

Membaca Surah Al Kahfi di hari jum'at

Pada ghalibnya orang-orang yang mentadabburi surat ini mereka berpendapat bahwa maksud yang terkandung dalam ayat-ayat dalam surat ini adalah memberikan bimbingan mengenai bagaimana caranya agar selamat dan terjaga dari fitnah dengan berbagai bentuknya. Dalam surat ini terdapat empat contoh bentuk fitnah yang mana merupakan fitnah terbesar yang seseorang diuji dengannya dalam kehidupannya, yaitu :
  • Fitnatu Ad Diin (cobaan dalam urusan agama) dalam kisah ash-habul Kahfi, bagaimana berpegang teguh terhadap Allah dalam menghadapi fitnah, mereka lari dari kekufuran kaumnya, maka Allah melindungi mereka dan menyelamatkan mereka. 
  • Fitnatu al-maal (cobaan dalam urusan harta) dalam kisah dua pemilik kebun, bagaimana seseorang gagal dalam menghadapi cobaan ini, Allah membinasakan hartanya. 
  • Fitnatul Ilmi (cobaan dalam urusan Ilmu) dalam kisah Khaidhir bersama Musa, dan bagaimana Khaidhir bersyukur (kepada Allah) akan nikmatNya ini. 
  • Fitnatu al-Mulki (cobaan dalam urusan kekuasaan) dalam kisah Dzulqornain, dan bagaimana Dzul Qarnain selamat dari fitnah yang satu ini disebabkan kesyukurannya terhadap nikmat yang agung ini dan pendayagunaannya dalam hal ketaatan kepada Allah ta'ala. 

Makna-makna yang agung ini, seorang mukmin membutuhkan kepada pengingatannya secara berkesinambungan. Maka, disyariatkan membacanya pada setiap kali hari jumat. Dan, pada nama surat ini terdapat sesuatu yang menunjukkan tema-tema yang ada di dalamnya dan maksudnya. Nama surat ini yaitu, “al-Kahfi” (yang berarti gua, tempat belindung, lubang, rongga), maka ia adalah penjagaan -pada ghalibnya- yang bersifat materil bagi siapa yang memasuki tempat tersebut. Dan, begitu pula makna-makna dan ayat-ayat surat ini merupakan penjagaan dari fitnah bagi siapa yang membacanya dan merenungkan isinya, dan termasuk fitnah terbesar adalah fitnah Dajjal, oleh karenanya Nabi bersabda, “siapa di antara kalian yang menjumpainya-yakni : Dajjal-, hendaklah ia membaca beberapa ayat permulaan surat al-Kahfi” (HR. Muslim, 2936) dan dalam sebuah riwayat “ siapa yang membaca sepuluh ayat terakir dari surat al-Kahfi maka sesungguhnya hal tersebut merupakan perlindungan baginya dari Dajjal (HR. an Nasa-i dalam “Amal al-Yaum Wa al Lailati ”, no. 948).

Dan, di sela-sela surat ini Allah mewanti-wanti adanya godaan setan dan mengisyaratkan adanya penyelisihannya (terhadap Rabbnya) serta permusuhannya terhadap manusia dalam firmanNya,
وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ أَفَتَتَّخِذُونَهُ وَذُرِّيَّتَهُ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِي وَهُمْ لَكُمْ عَدُوٌّ بِئْسَ لِلظَّالِمِينَ بَدَلًا
Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari (golongan) jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan keturunannya sebagai pemimpin selain Aku, padahal mereka adalah musuhmu? Sangat buruklah (iblis itu) sebagai pengganti (Allah) bagi orang-orang yang zalim. (QS. Al-Kahfi {18} : 50)
 Baca juga: Doa Perlindungan dari Sihir Setan Jin Ifrit

Membaca surat As-Sajdah di hari jum'at

Ayat-ayat dalam surat ini berkisar tentang penjelasan mengenai hakikat penciptaan, kondisi manusia di dunia dan di akhirat dengan penjelasan yang memadai, menjauhkan segala bentuk pemikiran yang menyimpang dari jiwa seseorang yang berusaha menyelinap ke dalam otak seorang yang beriman dalam percaturan percokolan pemikiran dan globalisasi kebudayaan. Ayat dalam surat ini merinci bagaimana Allah menciptakan langit dan bumi dalam 6 hari, bagaimana Allah menciptakan manusia pada awalnya dari tanah, dan menciptakan keturunannya dari air yang hina dengan perincian yang demikian indah yang menenteramkan hati seorang mukmin, yang akan semakin menambah kebergantungan seorang hamba kepada Rabbnya, ia tak berdaya kecuali tersungkur sujud di hadapaNya, dan oleh karena itu dinamakan surat as Sajdah dan disyariatkan melakukan sujud tilawah ketika seseorang membaca ayat ke-15 surat ini.
Baca juga: Tafakur Alam dan Tadabur Penciptaan Alam Semesta

Membaca surah Qaaf di hari jum'at

Surat Qaaf, nabi membacanya pada banyak kesempatan Khutbah Jum’at, Ummu Hisyam bintu Haritsah menyebutkan sebuah hadis yang menunjukkan banyaknya pengulangan nabi membaca surat Qaaf ketika khutbah Jum’at, ia berkata,

وَمَا أَخَذْتُ ق وَالْقُرْآنِ الْمَجِيدِ إِلَّا عَنْ لِسَانِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرَؤُهَا كُلَّ يَوْمِ جُمُعَةٍ عَلَى الْمِنْبَرِ إِذَا خَطَبَ النَّاسَ
Dan tidaklah aku hafal ق والقرآن المجيد (Surat Qaaf) kecuali melalui lisan Rasulullah beliau sering kali membaca surat tersebut di hari jum’at di atas mimbar ketika berkhutbah kepada khalayak (HR. Muslim, no. 378)

Ayat-ayat dalam surat ini berkisar tentang penjelasan hakikat (hari) kebangkitan dan hari akhir dengan berdalil kepada hari akhir dan kebangkitan setelah kematian, berdalil dengan tauhid rububiyyah untuk tauhid uluhiyyah.
Baca juga: Azab Dan Nikmat Kubur Tinjauan Hadist

Membaca surat Al-Jumu'ah di hari jum'at

Surat ini dinamakan dengan Surat al-Jumu’ah karena adanya menyebutan hari jum’at di dalamnya, dan surat ini menguatkan pentingnya pengingatan ummat pada hari yag agung ini tentang kenikmatan Allah kepada ummat ini berupa diutusnya Muhammad, dan bahwa Allah telah menjadikannya petunjuk untuk ummat ini setelah kesesatan yang nyata yang dialami ummat ini. Tidak diragukan bahwa ini termasuk masalah yang besar dalam kehidupan seorang yang beriman yang tidak selayaknya hal ini hilang dari memori akal mereka. Oleh karenanya, surat ini disyariatkan agar dibaca ketika shalat Jum’at.
Baca juga: 3 Wasiat Rasulullah Yang Jangan Ditinggalkan Demi Surga

Membaca surat Al Munafiqun di hari jum'at

Surat ini menekankan pada pengungkapan borok orang-orang munafiq dan penjelasan mengenai hakikat mereka sebenarnya, sifat mereka yang paling kentara. Hal ini agar menjadi peringatan tentang sekelompok orang yang sangat berbahaya yang dapat menghancurkan Islam dari dalam, serta menjelaskan kepada orang-orang yang beriman bahwa benteng pertahanan kita terancam akan dirobohkan dari dalam oleh orang-orang munafiq itu dikarenakan besarnya bahaya mereka dan tak terlepasanya mereka dari kehidupan bermasyarakat sejak masa nabi hingga hari ini, maka disyariatkanlah peringatan secara berulang kali tentang mereka dan bahayanya dengan membacakan surat ini pada saat shalat Jum’at.
Baca juga: Munculnya Ulama Yang Menyeru Ke Kesesatan

Membaca surat Al Insan di hari jum'at

Surat ini menekankan pada pengingatan manusia tentang asal usul penciptaannya, dan menjelaskan pula tentang apa yang akan didapatkan di akhirat serta perjalanan hidupnya di akhirat kelak, agar senantiasa waspada dan jelas urusannya. Allah telah menjabarkan dalam surat ini bagaimana Dia mengawali penciptaan manusia, dan bagaimana Allah membagi manusia ada yang beriman lagi bersyukur dan ada yang kafir lagi mengingkari, dan dijelaskan juga tentang kesudahan kedua kelompok tersebut. Allah menyebutkan cukup panjang mengenai perjalanan penghuni Surga agar menjadi penyemangat dan sesuatu yang dirindukan oleh orang-orang yang beriman. Di dalamnya juga diisyaratkan tentang nikmat turunnya al-Qur’an dan wajibnya bersabar ketika mengamalkannya.
Baca juga:  Menuju akhir kehidupan yang baik

Membaca surat Al-A'laa di hari jum'at

Maksud dari surat ini adalah mempertegas mengenai kebergantungan jiwa kepada Allah Dzat yang Maha agung lagi Maha tinggi. Dorongan agar bersemangat untuk meraih kehidupan akhirat berikut kenikmatan-kenikmatannya, dan pada saat yang sama agar tidak bergantung dengan kehidupan dunia beserta perhiasan-perhiasannya yang menipu lagi fana.

Surat ini mengandung risalah yang pendek namun fokus, menegaskan bahwa ketinggian kedudukan yang hakiki adalah dalam masalah ketaatan dan ketakutan kepada Allah, (Allah berfirman),
سَيَذَّكَّرُ مَنْ يَخْشَى
“Orang yang takut (kepada Allah) akan mendapat pelajaran).” (QS. al-A’laa : 10)

Dan, bahwa orang yang sengsara dan merugi adalah manakala seseorang menjauhkan diri dari nasehat ini dan menggantungkan diri terhadap dunia, (Allah berfirman),
وَيَتَجَنَّبُهَا الْأَشْقَى الَّذِي يَصْلَى النَّارَ الْكُبْرَى
Dan orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya (Yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka). (QS. al-A’laa : 11-12)

Perhatikanlah, bagaimana Allah menyifati orang-orang yang celaka dengan firmannya, (artinya) “(Yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka)”. Ini adalah hakikat yang sangat agung hendaknya senantiasa terpancang di hadapan kedua mata seorang yang beriman dalam setiap lini kehidupannya semuanya, berulang kali terlintas di hadapannya pada setiap saat. Oleh karenanya surat ini dibaca pada rakaat pertama dalam shalat Jum’ah, shalat Istisqa dan shalat ‘ied.
Baca juga: cara membangun rumah di surga

Membaca surat Al Ghaasyiyah di hari jum'at

Surat yang agung ini mengingatkan tentang kekuasaan Allah yang demikian agungnya, kelompok manusia pada hari kiamat nanti, dan perjalanan hidup mereka di akhirat kelak. Surat ini demikianlah kandungan makna-maknanya yang agung yang tidak selayaknya hilang dari ingatan seorang mukmin selamanya, oleh karenanya hal ini membutuhkan kepada pengkajian dan pengingatan selalu. Oleh karena itulah surat ini disyariatkan untuk dibaca pada rakaat kedua dari shalat jum’at, shalat ‘ied dan shalat istisqa.
Baca juga: Jangan mencabut uban karena itu cahaya bagimu di hari kiamat

Perkara yang menghubungkan ke-8 surah tersebut

Kalau kita cermati, di antara perkara yang saling berhubungan antara kedelapan surat ini adalah sebagai berikut,

  • Seluruhnya menekankan suatu perkara yang sangat besar dalam kehidupan seseorang ; Permulaan penciptaan langit dan bumi, permulaan penciptaan manusia, mahaj (jalan) yang benar dalam meniti kehidupan dunia, perjalanan menuju kehidupan di akhirat. Ini adalah perkara-perkara yang banyak orang tersesat dengan kesesatan yang sejauh-jauhnya. Tidak mengetahui perkara ini kecuali orang yang membacanya di dalam kitab-kitab orang-orang yang sesat dan mengetahui bagaimana telah sia-sia perbuatan mereka dalam kehidupan dunia ini dan bagaimana Allah telah memberikan petunjuk kepada kita dengan al-Qur’an yang agung ini.
  • Berulang kalinya penyebutan kata “at Tadzkiir, adz dzikr, dan Adz Dzikra dalam ayat-ayat kedelapan surat ini.
Pada surat al-Kahfi, dalam firmanNya,
وَاذْكُرْ رَبَّكَ إِذَا نَسِيتَ وَقُلْ عَسَى أَنْ يَهْدِيَنِ رَبِّي لِأَقْرَبَ مِنْ هَذَا رَشَدًا
“Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa dan katakanlah,"Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya daripada ini". (QS. Al-Kahfi : 24)

Dan firmanNya dalam ayat yang agung yang bersifat dialogis terkait dengan manhaj seorang mukmin dalam beribadah kepada Allah dan pengekangan hawa nafsunya,
وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا
Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.(QS. Al-Kahfi : 28)

Dan, firmanNya,
وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ ذُكِّرَ بِآيَاتِ رَبِّهِ فَأَعْرَضَ عَنْهَا وَنَسِيَ مَا قَدَّمَتْ يَدَاهُ
“Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya lalu dia berpaling dari padanya dan melupakan apa yang telah dikerjakan oleh kedua tangannya? … (Qs. Al-Kahfi : 57)

Dan firmanNya tentang sebab terjadinya lupa (untuk menceritakan) tentang ikan pada muridnya Musa, bahwa hal itu terjadi karena setan.
وَمَا أَنْسَانِيهُ إِلَّا الشَّيْطَانُ أَنْ أَذْكُرَهُ
“Dan tidak ada yang melupakan aku untuk menceritakannya kecuali setan (Qs. Al-Kahfi : 63)

Dan firmanNya di akhir-akhir surat -dan ayat tersebut termasuk ayat-ayat yang sangat jelas menunjukkan maksud kita-, (Allah berfirman),
وَعَرَضْنَا جَهَنَّمَ يَوْمَئِذٍ لِلْكَافِرِينَ عَرْضًا الَّذِينَ كَانَتْ أَعْيُنُهُمْ فِي غِطَاءٍ عَنْ ذِكْرِي وَكَانُوا لَا يَسْتَطِيعُونَ سَمْعًا
Dan Kami nampakkan Jahannam pada hari itu kepada orang-orang kafir dengan jelas, yaitu orang-orang yang matanya dalam keadaan tertutup dari memperhatikan tanda-tanda kebesaran-Ku, dan adalah mereka tidak sanggup mendengar. (QS. Al-Kahfi : 100-101)

Di surat as Sajdah, (Allah berfirman)
,
إِنَّمَا يُؤْمِنُ بِآيَاتِنَا الَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا بِهَا خَرُّوا سُجَّدًا وَسَبَّحُوا بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ
“Sesungguhnya orang yang benar benar percaya kepada ayat ayat Kami adalah mereka yang apabila diperingatkan dengan ayat ayat itu mereka segera bersujud seraya bertasbih dan memuji Rabbnya, dan lagi pula mereka tidaklah sombong. (Qs. As Sajdah : 15) ,

dan firmanNya juga,
وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ ذُكِّرَ بِآيَاتِ رَبِّهِ ثُمَّ أَعْرَضَ عَنْهَا إِنَّا مِنَ الْمُجْرِمِينَ مُنْتَقِمُونَ
“Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya, kemudian ia berpaling daripadanya? Sesungguhnya Kami akan memberikan pembalasan kepada orang-orang yang berdosa.(Qs. as Sajdah : 22)

 Di Surat Qaaf, disebutkan di dalamnya ayat-ayat yang berkisar maknanya tentang, “adz Dzikra dan at Tadzkiir”, seperti firmanNya,
إِنَّ فِي ذَلِكَ لَذِكْرَى لِمَنْ كَانَ لَهُ قَلْبٌ أَوْ أَلْقَى السَّمْعَ وَهُوَ شَهِيدٌ
“Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai akal atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya. (QS. Qaaf : 37)

Dan, di ayat terakhir Allah berfirman:
فَذَكِّرْ بِالْقُرْآنِ مَنْ يَخَافُ وَعِيدِ[/r
Maka beri peringatanlah dengan Al Quran orang yang takut dengan ancaman-Ku. (QS. Qaaf : 45)

Di surat al-Jumu’ah, disebutkan firmanNya,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
“Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. (QS. Al-Jumu’ah : 9-10)

Di Surat al-Munafiqun, disebutkan firmanNya,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ
“Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi. (QS. Al-Munafiqun : 9)

Di Surat al-Insan, disebutkan firmanNya,
وَاذْكُرِ اسْمَ رَبِّكَ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
“Dan sebutlah nama Tuhanmu pada (waktu) pagi dan petang. (Qs. Al-Insan : 25)

Di surat al-A’laa, disebutkan firmanNya,
فَذَكِّرْ إِنْ نَفَعَتِ الذِّكْرَى سَيَذَّكَّرُ مَنْ يَخْشَى
“Oleh sebab itu berikanlah peringatan karena peringatan itu bermanfaat, orang yang takut (kepada Allah) akan mendapat pelajaran (QS. Al-A’laa : 9-10)

Di surat al-Ghaasyiyah, disebutkan firmanNya,
فَذَكِّرْ إِنَّمَا أَنْتَ مُذَكِّرٌ لَسْتَ عَلَيْهِمْ بِمُصَيْطِرٍ
“Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan. Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka (QS. Al-Ghasyiyah : 21-22)

Perhatikanlah, bagaimana Allah mengagungkan perkara “pemberian peringatan“ seolah-olah risalah yang dibawa oleh Nabi terbatas pada masalah ,“pemberian peringatan “. Hal ini untuk menunjukkan betapa pentingnya urusan, “ pemberian peringatan dan pengulangan hal tersebut pada pendengaran kita”. Dan, pengulangan kata, “ tadzkiir dan derivatnya “ dan gaya ungkapannya di dalam surat-surat ini mempunyai dilalah tersendiri di mana pemberian peringatan mengharuskan dilakukan secara berulang kali. Hal ini selaras sekali dengan perintah membaca surat-surat tersebut setiap hari jum’at pada tempat-tempatnya yang telah dimaklumi. (Dinukil dari Min Asrari Qira-ati Ba’dhi as Suwari Yauma al-Jum’ah, Dr. Abdurrahman bin Mu’adhah asy Syahriy)
Kunjungi Konsultasi Ruqyah Gratiss via whatsapp, rahasia dari ruqyah syar'iyyah dan temukan berbagai kasus ruqyah yang berhasil di sembuhkan di artikel Pertanyaan dan Jawaban Seputar Ruqyah Syariyyah <---- Klik , siapa tau ada yang sesuai dengan kondisi yang anda alami. Kunci rangkaian penyembuhan untuk mengatasi berbagai gangguan baik penyakit fisik atau penyakit hati (non-medis) serta berbagai gangguan ghaib. Atau silahkan langsung kunjungi halaman Cara dan Aturan Konsultasi Ruqyah Syariyyah Athallah <--- Klik
  1. Tutorial Ruqyah Mandiri sebagai penyembuh dan pembersih diri dari gangguan ghaib, penyakit medis dan non medis <----- Klik Jika ingin membaca tutorialnya di web. Untuk ciri ciri terkena gangguan ghaib, gangguan jin, gangguan sihir atau ain bisa di lihat di Tanda atau ciri terkena gangguan jin, gangguan sihir atau penyakit ain
  2. Tuntunan sunnah untuk benteng diri agar gangguan itu tidak kembali muncul <---- Klik jika ingin membaca nya di web ini.
  3. Tutorial Ruqyah Rumah agar gangguan yang sudah dipaksa keluar dari badan juga keluar dari rumah tempat tinggal kita <---- Klik jika ingin membaca caranya di web
  4. Tuntunan sunnah menjadikan rumah dibenci setan dan jin sehingga jika sudah berhasil diusir dengan ruqyah rumah tidak kembali lagi masuk rumah. <---- Klik jika ingin membaca caranya di web ini.
  5. Memutar audio ruqyah rumah saat munculnya dua tanduk setan yaitu saat matahari terbit dan tenggelam, dimana pada dua waktu ini setan kekuatannya mejadi membesar. <---- Klik jika ingin mendapatkannya di web ini.
  6. Sesungguhnya Matahari terbit di antara dua tanduk setan, dan tenggelam di antara dua tanduk setan pula. (HR Abu Dawud dan Muslim)

    “Jangan kalian membiarkan anak anak kalian di saat matahari terbenam sampai menghilang kegelapan malam sebab setan berpencar jika matahari terbenam sampai menghilang kegelapan malam,” (HR. Muslim).

Untuk testimoni semua sahabat muslim yang sudah berhasil mengatasi gangguan yang dialami dengan ruqyah mandiri silahkan klik Testimonial. Disertai screen capture percakapan whatsapp.

"Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan-ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam." (QS. Asy-Syu'araa Ayat : 109, QS. Asy-Syu'araa Ayat :127, QS. Asy-Syu'araa Ayat :145, QS. Asy-Syu'araa Ayat :164, QS. Asy-Syu'araa Ayat :180)
Kami juga menyediakan CD Ruqyah (untuk ruqyah rumah/toko) yang berisi audio ruqyah mandiri beserta tutorial ruqyah mandiri dan ruqyah rumah disertai bacaaan surah surah ruqyah dalam arabic, latin dan terjemahan. Disertai juga tutorial dan tuntunan sunnah untuk LGBT, penyakit sihir, penyakit fisik dan susah jodoh dalam bentuk PDF. Praktis bagi anda untuk terapi penyembuhan dengan izin Allah subhanahu wa ta'ala dengan mendengarkan ayat ayat al quran yang berfungsi sebagai penyembuhan dan pembatal sihir serta penghilang gangguan jin dan ain. Untuk pemesanan dan info kunjungi post Mp3 dan CD ruqyah mandiri, Barokallahu fiikum..

Artikel Islam Lanjutan dan Daftar Isi Web Ini

“Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk maka adalah baginya pahala seperti pahala-pahala orang yang mengikutinya, yang demikian itu tidak mengurangi sedikitpun dari pahala-pahala mereka. Dan barangsiapa yang mengajak kepada kesesatan maka adalah atasnya dosa seperti dosa-dosa orang yang mengikutinya, yang demikian itu tidak mengurangi sedikitpun dari dosa-dosa mereka” (HR. Muslim)

“Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS. Muhammad : 7)
Bagikan di media sosial yang anda ikuti dengan klik di tombol dibawah ini dan raih amal sholeh sebanyak banyak nya... InsyaAllah

8 Surah yang dianjurkan dibaca di hari jumat
4/ 5
Oleh
Mesin Pencari Athallah

Ketik topik atau pembahasan apa saja yang anda cari di internet menggunakan Athallah Search Engine dibawah ini. Caranya cukup ketikkan topik nya di kotak box dibawah, kemudian tekan enter. InsyaAllah bebas website porno dan spam

Artikel Terbaru