Selasa, 16 Juni 2015

fadhilah kalimah alhamdulillah bagian 2

Imam Syafe’i r.a. menyukai orang yang mengawali ceramah/pidato dan setiap urusan yang dihadapi dimulai dengan ucapan Alhamdulillah dan bershalawat kepada Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam.
Menurut ulama golongan Syafi’iyyah dan Hanabilah memuji Allah (hamdalah) itu rukun dalam setiap khutbah. Tidak sah khutbah tanpa membacanya, paling kurangnya sekedar membaca Alhamdulillah saja. Yang paling afdhal hendaklah ditambah dengan kalimat-kalimat puji dan sanjungan dengan sebaik-baiknya, sebagaimana tercantum dalam kitab-kitab fiqih. Sementara ulama golongan Hanafiyyah dan Malikiyyah memandangnya sebagai salah satu dari sunat-sunat khutbah.
fadhilah kalimah alhamdulillah bagian 2


halaman ini sambungan dari: keutamaan kalimah alhamdulillah bagian 1
Mengenai fadhilah yang berkenaan dengan pujian kepada Allah sungguh amat banyak lagi masyhur antara lain :

Dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu ia berkata, “Seorang arab baduwi menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu ia berkata,

عَنْ أَنَسٍ بن مالك رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ : جَاءَ أَعْرَابِيٌّ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ ، عَلِّمْنِي خَيْرًا"، فَأَخَذَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِيَدِهِ ، وَقَالَ : " قُلْ : سُبْحَانَ اللَّهِ ، وَالْحَمْدُ للَّهِ ، وَلا إِلَهَ إِلا اللَّهُ ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ ". فَعَقَدَ الأَعْرَابِيُّ عَلَى يَدِهِ ، ثُمَّ مَضَى ، وَتَفَكَّرَ ثُمَّ رَجَعَ ، فَتَبَسَّمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ؛ قَالَ : " تَفَكَّرَ الْبَائِسُ " ، َجَاءَ ، فَقَالَ :" يَا رَسُولَ اللَّهِ ! سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ للَّهِ ، وَلا إِلَهَ إِلا اللَّهُ ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ ؛ هَذَا للَّهِ ، فَمَا لِي ؟ "فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :" يَا أَعْرَابِيُّ ،إِذَا قُلْتَ : سُبْحَانَ اللَّهِ ، قَالَ اللَّهُ صَدَقْتَ ،وَإِذَا قُلْتَ : الْحَمْدُ للَّهِ ، قَالَ اللَّهُ : صَدَقْتَ ، وَإِذَا قُلْتَ : لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ ، قَالَ اللَّهُ : صَدَقْتَ ،وَإِذَا قُلْتَ : اللَّهُ أَكْبَرُ ، قَالَ اللَّهُ : صَدَقْتَ ،وَإِذَا قُلْتَ : اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ؛ قَالَ اللَّهُ : قَدْ فَعَلْتُ ،وَإِذَا قُلْتَ : اللَّهُمَّ ارْحَمْنِي ، قَالَ اللَّهُ : قَدْ فَعَلْتُ ،وَإِذَا قُلْتَ : اللَّهُمَّ ارْزُقْنِي ، قَالَ اللَّهُ : قَدْ فَعَلْتُ ." فَعَقَدَ الأَعْرَابِيُّ عَلَى سَبْعٍ فِي يَدِهِ ثُمَّ وَلَّى .
‘Hai Rasulullah! Ajarkanlah aku suatu kebaikan’. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meraih tangannya seraya berkata, ‘Ucapkanlah Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaaha Illallah wallahu Akbar (Maha Suci Allah, dan segala puji untuk Allah, dan tidak ada yang diibadati dengan hak melainkan Allah, dan Allah Maha besar)'.

Lantas arab baduwi itupun menghitung jari-jemarinya, dan pergi sambil berpikir. Kemudian dia kembali lagi. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tersenyum melihatnya, beliau berkata, ‘Si malang ini berpikir’.

Datanglah arab baduwi tersebut lalu berkata, ‘Hai Rasulullah, Subhaanallah wal hamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu Akbar, ini untuk Allah, lantas apa untukku?

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadanya, ‘Hai arab baduwi, apabila engkau mengucapkan Subhanallah. Allah berkata, ‘Engkau benar’. Apabila engkau mengucapkan wal Hamdulillah. Allah berkata, ‘Engkau benar’. Apabila engkau mengucapkan La Ilaaha Illallah. Allah berkata, ‘Engkau benar’. Apabila engkau mengucapkan Allahummaghfirlii (Ya Allah ampunilah aku). Allah berkata, ‘Aku telah lakukan’. Apabila engkau mengucapkan Allahummarhamnii (Ya Allah kasihilah aku). Allah berkata, ‘Aku telah lakukan’. Apabila engkau mengucapkan Allahummarzuqnii (Ya Allah berilah aku rizki). Allah berkata, ‘Aku telah lakukan’.
Lalu orang arab baduwi tersebut menghitung tujuh jemarinya kemudian pergi meninggalkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam." (Lihat shahih As-Silsilah Ash-Shahihah 9/3336)

Dari Ibnu Umar RA, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bercerita kepada para shahabat, bahwa ada seorang hamba diantara hamba-hamba Allah mengucapkan:

يَا رَبّ لَكَ اْلحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِى لِجَلاَلِ وَجْهِكَ وَ لِعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ
“Wahai Tuhanku, bagi-Mu segala puji sebagaimana yang pantas untuk kemulyaan wajah-Mu, dan untuk kebesaran kekuasaan-Mu”

فَعَضَّلَتْ بِاْلمَلَكَيْنِ وَ لَمْ يَدْرِيَا كَيْفَ يَكْتُبَانِهَا فَصَعِدَا اِلَى السَّمَاءِ فَقَالاَ: يَا رَبَّنَا اِنَّ عَبْدَكَ قَدْ قَالَ مَقَالَةً لاَ نَدْرِى كَيْفَ نَكْتُبُهَا؟ قَالَ اللهُ وَ هُوَ اَعْلَمُ بِمَا قَالَ عَبْدُهُ: مَاذَا قَالَ عَبْدِى؟ قَالَ: يَا رَبّ اِنَّهُ قَدْ قَالَ: يَا رَبّ لَكَ اْلحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِى لِجَلاَلِ وَجْهِكَ وَ لِعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ. فَقَالَ اللهُ لَهُمَا: اُكْتُبَاهَا كَمَا قَالَ عَبْدِى حَتَّى يَلْقَانِى فَاَجْزِيَهُ بِهَا. احمد و ابن ماجه
Maka kalimat itu menyulitkan kepada dua malaikat, keduanya tidak tahu bagaimana harus mencatatnya, lalu keduanya naik ke langit, bertanya kepada Allah, “Wahai Tuhan kami, sesungguhnya hamba-Mu telah mengucapkan suatu ucapan yang kami tidak tahu bagaimana harus mencatatnya ?”. Allah bertanya (padahal Dia lebih mengetahui apa yang diucapkan hamba-Nya), “Apa yang diucapkan oleh hamba-Ku ?”. Kedua malaikat itu menjawab, “Wahai Tuhanku, sesungguhnya ia telah mengucapkan kalimat Yaa rabbi lakal hamdu kamaa yanbaghii lijalaali wajhika wa li’adhiimi sulthaanika”. Lalu Allah berfirman kepada kedua malaikat tersebut, “Catatlah kalimat itu sebagaimana hamba-Ku telah mengucapkannya sehingga ia bertemu dengan-Ku, maka Aku akan memberikan pahalanya”. (HR. Imam Ibnu Majah dalam Sunannya, Kitabul Adab Bab Fadhlu Al Hamidin, No. 3801. Syaikh Al Albani mendhaifkan hadits ini. (Shahih wa Dhaif Sunan Ibni Majah No. 3801)

Dari Anas radhiallahu anhu dia berkata: “Bahwa seorang laki-laki datang dan masuk shaff (barisan) sementara nafasnya masih terengah-engah, lalu mengucapkan:

الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ
“Segala puji bagi Allah, pujian yang banyak, baik, lagi berberkah.”

فَلَمَّا قَضَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَاتَهُ قَالَ أَيُّكُمْ الْمُتَكَلِّمُ بِالْكَلِمَاتِ فَأَرَمَّ الْقَوْمُ فَقَالَ أَيُّكُمْ الْمُتَكَلِّمُ بِهَا فَإِنَّهُ لَمْ يَقُلْ بَأْسًا فَقَالَ رَجُلٌ جِئْتُ وَقَدْ حَفَزَنِي النَّفَسُ فَقُلْتُهَا فَقَالَ لَقَدْ رَأَيْتُ اثْنَيْ عَشَرَ مَلَكًا يَبْتَدِرُونَهَا أَيُّهُمْ يَرْفَعُهَا
Seusai shalat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya: “Siapakah diantara kalian yang mengucapkan kalimat tadi?” Para sahabat terdiam. Beliau mengulangi pertanyaannya; “Siapakah yang mengucapkan kalimat tadi, karena hal itu tidak masalah baginya.” Lantas seorang sahabat berujar; “Aku tadi datang, sementara napasku masih terengah-engah, maka aku ucapkan kalimat itu (maksudnya pendek dan ringkas).” Beliau bersabda: “Tadi aku melihat dua belas malaikat berebut mengangkat ucapan itu.” (HR. Muslim no. 600)

Sementara dalam riwayat Imam Nasa’i disebutkan bahwa ada seseorang yang bersin dalam shalat lalu dibacanya :

الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ مُبَارَكًا عَلَيْهِ كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى
“Allah Maha Besar, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak serta baik dan diberkahi, keberkahan yang sebagaimana dicintai dan diridhai oleh Rabb kami”.

فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَقَدْ ابْتَدَرَهَا بِضْعَةٌ وَثَلَاثُونَ مَلَكًا أَيُّهُمْ يَصْعَدُ بِهَا
“Maka Nabi Shallallallahu'alaihi wasallam lalu bersabda: 'Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, sungguh, lebih dari tiga puluh malaikat berebut untuk membawa naik (bacaan itu)”. (HR. Nasa’i no 922)

Hudzaifah bin Al Yaman bahwa ia mendatangi Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam lalu beliau berkata: "Saat aku shalat, aku mendengar seseorang mengucapkan:

اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ كُلُّهُ وَلَكَ الْمُلْكُ كُلُّهُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ كُلُّهُ إِلَيْكَ يُرْجَعُ الْأَمْرُ كُلُّهُ عَلَانِيَتُهُ وَسِرُّهُ فَأَهْلٌ أَنْ تُحْمَدَ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي جَمِيعَ مَا مَضَى مِنْ ذَنْبِي وَاعْصِمْنِي فِيمَا بَقِيَ مِنْ عُمْرِي وَارْزُقْنِي عَمَلًا زَاكِيًا تَرْضَى بِهِ عَنِّي
“Ya Allah! Segala puji bagiMu seluruhnya, bagiMu kerajaan seluruhnya, ditanganMu-lah kebaikan seluruhnya, kepadaMu-lah urusan kembali seluruhnya, yang nyata dan yang rahasia, Engkau layak dipuji, Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah! Ampunilah seluruh dosanya yang telah berlalu dan jagalah diriku pada usiaku yang tersisa, karuniakanlah amal suci yang dengannya Engkau meridhai aku."

فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاكَ مَلَكٌ أَتَاكَ يُعَلِّمُكَ تَحْمِيدَ رَبِّكَ
“Lalu Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam bersabda: "Dia adalah malaikat yang datang untuk mengajarimu memuji Rabbmu." (HR. Ahmad no. 22266)

Dari Jabir r.a. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

أَفْضَلُ الذّكْرِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللّهُ , وَأَفْضَلُ الدُّعَاءِ الْحَمْدُ لِلّهِ
“Seutama-utama zikir adalah la ilaha illallah, dan seutama-utama doa adalah alhamdulillah” (HR. Ibnu Majah, An Nasa’I, lihat Shahih Targhib wa Tarhib : 1526 )

Abi Malik Al-Asy’ari r.a. berkata, bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam :

الطُّهُورُ شَطْرُ الْإِيمَانِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ تَمْلَأُ الْمِيزَانَ وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ تَمْلَآَنِ أَوْ تَمْلَأُ مَا بَيْنَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ
“Bersuci sebagian dari iman, Alhamdulillah memenuhi timbangan, Subhanallah dan Alhamdulillah (kebaikan atau pahalanya) memenuhi langit dan bumi” (HR. Muslim, Nasa’i dan Tirmizi)

لَوْ أَنَّ الدُّنْيَا بِحَذَافِيْرِهَا بِيَدِ رَجُلٍ مَنْ أُمَّتِي ثُمَّ قَالَ الحَمْدُ لِلّهِ لَكَانَ الْحَمْدُ لِلّهِ أَفْضَلُ مِنْ ذَلِكَ
“Jikalau dunia dengan seluruh yang ada padanya diserahkan kepada salah seorang diantara ummatku, kemudian dia ucapkan Alhamdulillah, sungguh ucapan Alhamdulillah itu lebih utama dibanding dengan semua itu”

Hal demikian karena ucapan Alhamdulillah tersebut mempunyai kedudukan yang tinggi dan nilainya jauh melampaui kesenangan yang diperoleh dari harta benda dunia ini. Sebab ganjaran atau pahala ucapan Alhamdulillah senantiasa berkekalan sampai ke akhirat, berbeda dengan kenikmatan yang diperoleh dari harta benda yang hanya terbatas selama hidup di dunia yang pendek ini, yaitu selama pemiliknya masih hidup, sebelum mati. Sementara kenikmatan ucapan Alhamdulillah akan tetap dirasakan walaupun pemiliknya sudah mati, yaitu berupa pahala dan keridhaan Allah atasnya. Alhamdulillah termasuk dari Albaqiyat ash-shalihat (amal-amal yang kekal dan saleh) sebagaimana firman Allah surat Al-Kahfi ayat 46 :

الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلًا
“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik utk menjadi harapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

أَحَبُّ الْكَلاَمِ إِلىَ اللهِ أَرْبًع : سًبْحَانَ اللهِ , وَالْحَمْدُ لِلّهِ , وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللّهُ , وَاللهُ أَكْبَرُ , لاَ يَضُرُّكَ بِأَيِّهِنَّ بَدَأْتَ
“Perbanyaklah oleh kalian membaca Albaqiyat ash-shalihat , beliau ditanya : Apa itu ya Rasulullah?. Jawab beliau : Takbir, tahlil, tasbih, tahmid dan la haula wala quwwata illa billah”. (HR. Ahmad dan an-Nasa’i )
Samurah bin Jundub r.a. berkata, bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam

اسْتَكْثِرُوا مِنَ الْبَاقِيَاتِ الصَّالِحَاتِ قِيلَ وَمَا هُنََّ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَال التَّكْبِيرُ وَالتَّهْلِيلُ وَالتَّسْبِيحُ وَالتَّحْمِيدُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّه
“Ucapan yang paling disukai Allah ada empat, yaitu : “Subhanallah, walhamdulil-lah, wala ilaha ilallah wallahu akbar” (HR. Muslim Ibnu Majah dan Nasa-i).

Abu Salma r.a. berkata, aku dengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

بَخٍ بَخٍ لِخَمْسٍ مَا أَثْقَلُهُنَّ فِي الْمِيْزَانِ : وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللّهُ وَسًبْحَانَ اللهِ , وَالْحَمْدُ لِلّهِ , وَاللهُ أَكْبَرُ , وَالْوَلَدُ الصَّالِحُ يَتَوَفَّى لِلْمَرْءِ الْمُسْلِمِ فَيَحْتَسِبُهُ
“Hebat, hebat, yaitu ada lima yang sangat memberatkan timbangan ; La ilaha illallah, subhanallah, alhamdulillah, Allahu akbar dan kesabaran serta keredaan seseorang dalam menerima kematian anaknya yang saleh.” (HR. Ibnu Hibban, Hakim, Al-Bazzar, Thabrani-kitab Targhib).
Kunjungi Konsultasi Ruqyah Gratiss via whatsapp, rahasia dari ruqyah syar'iyyah dan temukan berbagai kasus ruqyah yang berhasil di sembuhkan di artikel Pertanyaan dan Jawaban Seputar Ruqyah Syariyyah <---- Klik , siapa tau ada yang sesuai dengan kondisi yang anda alami. Kunci rangkaian penyembuhan untuk mengatasi berbagai gangguan baik penyakit fisik atau penyakit hati (non-medis) serta berbagai gangguan ghaib. Atau silahkan langsung kunjungi halaman Cara dan Aturan Konsultasi Ruqyah Syariyyah Athallah <--- Klik
  1. Tutorial Ruqyah Mandiri sebagai penyembuh dan pembersih diri dari gangguan ghaib, penyakit medis dan non medis <----- Klik Jika ingin membaca tutorialnya di web. Untuk ciri ciri terkena gangguan ghaib, gangguan jin, gangguan sihir atau ain bisa di lihat di Tanda atau ciri terkena gangguan jin, gangguan sihir atau penyakit ain
  2. Tuntunan sunnah untuk benteng diri agar gangguan itu tidak kembali muncul <---- Klik jika ingin membaca nya di web ini.
  3. Tutorial Ruqyah Rumah agar gangguan yang sudah dipaksa keluar dari badan juga keluar dari rumah tempat tinggal kita <---- Klik jika ingin membaca caranya di web
  4. Tuntunan sunnah menjadikan rumah dibenci setan dan jin sehingga jika sudah berhasil diusir dengan ruqyah rumah tidak kembali lagi masuk rumah. <---- Klik jika ingin membaca caranya di web ini.
  5. Memutar audio ruqyah rumah saat munculnya dua tanduk setan yaitu saat matahari terbit dan tenggelam, dimana pada dua waktu ini setan kekuatannya mejadi membesar. <---- Klik jika ingin mendapatkannya di web ini.
  6. Sesungguhnya Matahari terbit di antara dua tanduk setan, dan tenggelam di antara dua tanduk setan pula. (HR Abu Dawud dan Muslim)

    “Jangan kalian membiarkan anak anak kalian di saat matahari terbenam sampai menghilang kegelapan malam sebab setan berpencar jika matahari terbenam sampai menghilang kegelapan malam,” (HR. Muslim).

Untuk testimoni semua sahabat muslim yang sudah berhasil mengatasi gangguan yang dialami dengan ruqyah mandiri silahkan klik Testimonial. Disertai screen capture percakapan whatsapp.

"Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan-ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam." (QS. Asy-Syu'araa Ayat : 109, QS. Asy-Syu'araa Ayat :127, QS. Asy-Syu'araa Ayat :145, QS. Asy-Syu'araa Ayat :164, QS. Asy-Syu'araa Ayat :180)
Kami juga menyediakan CD Ruqyah (untuk ruqyah rumah/toko) yang berisi audio ruqyah mandiri beserta tutorial ruqyah mandiri dan ruqyah rumah disertai bacaaan surah surah ruqyah dalam arabic, latin dan terjemahan. Disertai juga tutorial dan tuntunan sunnah untuk LGBT, penyakit sihir, penyakit fisik dan susah jodoh dalam bentuk PDF. Praktis bagi anda untuk terapi penyembuhan dengan izin Allah subhanahu wa ta'ala dengan mendengarkan ayat ayat al quran yang berfungsi sebagai penyembuhan dan pembatal sihir serta penghilang gangguan jin dan ain. Untuk pemesanan dan info kunjungi post Mp3 dan CD ruqyah mandiri, Barokallahu fiikum..

Artikel Islam Lanjutan dan Daftar Isi Web Ini

“Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk maka adalah baginya pahala seperti pahala-pahala orang yang mengikutinya, yang demikian itu tidak mengurangi sedikitpun dari pahala-pahala mereka. Dan barangsiapa yang mengajak kepada kesesatan maka adalah atasnya dosa seperti dosa-dosa orang yang mengikutinya, yang demikian itu tidak mengurangi sedikitpun dari dosa-dosa mereka” (HR. Muslim)

“Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS. Muhammad : 7)
Bagikan di media sosial yang anda ikuti dengan klik di tombol dibawah ini dan raih amal sholeh sebanyak banyak nya... InsyaAllah

fadhilah kalimah alhamdulillah bagian 2
4/ 5
Oleh
Mesin Pencari Athallah

Ketik topik atau pembahasan apa saja yang anda cari di internet menggunakan Athallah Search Engine dibawah ini. Caranya cukup ketikkan topik nya di kotak box dibawah, kemudian tekan enter. InsyaAllah bebas website porno dan spam

Artikel Terbaru