Selasa, 09 Juni 2015

bertawakal kepada Allah

Bertawakal kepada Allah berarti menyerahkan kepada-Nya segala persoalan, karena Dia Maha Kuasa, Maha Mengetahui, Maha Bijaksana., tetapi penyerahan tersebut harus didahului dengan usaha secara sungguh-sungguh. Pernah seorang sahabat Nabi menemui beliau di Masjid dengan membiarkan untanya lepas begitu saja. Ketika Nabi saw menanyakan tentang untanya, dia menjawab “Aku bertawakkal kepada Allah.” Nabi meralat kekeliruannya tentang arti tawakkal, lalu beliau bersabda: “Pautkanlah untamu terlebih dahulu , kemudian setelah itu bertawakallah.”

bertawakal di jalan Allah




Kata tawakkal ( توكل) , terambil dari kata wakalah وكلة yang berarti “mengandalkan orang lain tentang suatu perkara yang seharusnya ia urus sendiri” atau “menyerahkan urusan kepada seseorang dan bersandar kepadanya”. Orang yang diserahi disebut wakil, sedang orang yang menyerahkan urusan disebut dengan muttakil ‘alaihi.

Bila seseorang menjadikan orang lain sebagai wakil, maka ia telah menjadikannya sebagai dirinya sendiri dalam persoalan tersebut, sehingga yang mewakili tersebut melaksanakan apa yang dikehendaki oleh yang menyerahkan perwakilan kepadanya. Orang yang menyerahkan urusan merasa tenang hatinya, percaya kepada orang yang diserahi, tidak menuduhnya lalai, dan tidak mencurigainya.

Allah adalah wakil yang paling dapat diandalkan, karena Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Untuk itu Dia dapat diandalkan dalam segala hal, sebagaimana firman-Nya.
وَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ وَكَفَى بِاللَّهِ وَكِيلا
“Dan bertawakallah kepada Allah.Cukuplah Allah sebagai wakil”. (QS. An-Nisaa’ {4} : 81).
ذَلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ لا إِلَهَ إِلا هُوَ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ فَاعْبُدُوهُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ وَكِيلٌ
“(yang memiliki sifat-sifat yang) demikian itu ialah Allah Tuhan kamu; tidak ada Tuhan selain Dia; Pencipta segala sesuatu, Maka sembahlah Dia; dan Dia (Allah) atas segala seuatu menjadi wakil.” (QS. Al-An’am {6} : 102)

Perintah bertawakkal kepada Allah yang tertera dalam Al-Qur’an, kesemuanya dapat dikatakan didahului oleh perintah melakukan sesuatu, baru disusul dengan perintah bertawakkal. Perhatikan misalnya surah Ali-Imran 109, An-Nisak 81, Al-Maidah 23, Al-Anfal 61, Hud 123, Al-Furqan 59, Asy-Syu’ara 217-220, An-Namal 79, Al-Ahzab 3, 48.

Jadi dengan begitu tawakkal bukan berarti, mengerjakan sesuatu tanpa pertimbangan dan perhitungan, tanpa memikirkan positif dan negatifnya, tanpa menimbang untung dan rugi.

Tawakkal bukanlah berarti menyerah bulat tanpa usaha atau mengabaikan hukum-hukum sebab dan akibat, karena tanpa usaha tak mungkin tercapai apa yang diharapkan. Seorang muslim dituntut untuk berusaha, tapi dalam saat yang sama ia dituntut pula untuk berserah diri kepada Allah, ia dituntut melaksanakan kewajibannya, kemudian menanti hasilnya sebagaimana kehendak dan ketetapan Allah.
Baca Selanjutnya: Tawakal adalah Ibadah Hati
Kunjungi Konsultasi Ruqyah Gratiss via whatsapp, rahasia dari ruqyah syar'iyyah dan temukan berbagai kasus ruqyah yang berhasil di sembuhkan di artikel Pertanyaan dan Jawaban Seputar Ruqyah Syariyyah <---- Klik , siapa tau ada yang sesuai dengan kondisi yang anda alami. Kunci rangkaian penyembuhan untuk mengatasi berbagai gangguan baik penyakit fisik atau penyakit hati (non-medis) serta berbagai gangguan ghaib. Atau silahkan langsung kunjungi halaman Cara dan Aturan Konsultasi Ruqyah Syariyyah Athallah <--- Klik
  1. Tutorial Ruqyah Mandiri sebagai penyembuh dan pembersih diri dari gangguan ghaib, penyakit medis dan non medis <----- Klik Jika ingin membaca tutorialnya di web. Untuk ciri ciri terkena gangguan ghaib, gangguan jin, gangguan sihir atau ain bisa di lihat di Tanda atau ciri terkena gangguan jin, gangguan sihir atau penyakit ain
  2. Tuntunan sunnah untuk benteng diri agar gangguan itu tidak kembali muncul <---- Klik jika ingin membaca nya di web ini.
  3. Tutorial Ruqyah Rumah agar gangguan yang sudah dipaksa keluar dari badan juga keluar dari rumah tempat tinggal kita <---- Klik jika ingin membaca caranya di web
  4. Tuntunan sunnah menjadikan rumah dibenci setan dan jin sehingga jika sudah berhasil diusir dengan ruqyah rumah tidak kembali lagi masuk rumah. <---- Klik jika ingin membaca caranya di web ini.
  5. Memutar audio ruqyah rumah saat munculnya dua tanduk setan yaitu saat matahari terbit dan tenggelam, dimana pada dua waktu ini setan kekuatannya mejadi membesar. <---- Klik jika ingin mendapatkannya di web ini.
  6. Sesungguhnya Matahari terbit di antara dua tanduk setan, dan tenggelam di antara dua tanduk setan pula. (HR Abu Dawud dan Muslim)

    “Jangan kalian membiarkan anak anak kalian di saat matahari terbenam sampai menghilang kegelapan malam sebab setan berpencar jika matahari terbenam sampai menghilang kegelapan malam,” (HR. Muslim).

Untuk testimoni semua sahabat muslim yang sudah berhasil mengatasi gangguan yang dialami dengan ruqyah mandiri silahkan klik Testimonial. Disertai screen capture percakapan whatsapp.

"Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan-ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam." (QS. Asy-Syu'araa Ayat : 109, QS. Asy-Syu'araa Ayat :127, QS. Asy-Syu'araa Ayat :145, QS. Asy-Syu'araa Ayat :164, QS. Asy-Syu'araa Ayat :180)
Kami juga menyediakan CD Ruqyah (untuk ruqyah rumah/toko) yang berisi audio ruqyah mandiri beserta tutorial ruqyah mandiri dan ruqyah rumah disertai bacaaan surah surah ruqyah dalam arabic, latin dan terjemahan. Disertai juga tutorial dan tuntunan sunnah untuk LGBT, penyakit sihir, penyakit fisik dan susah jodoh dalam bentuk PDF. Praktis bagi anda untuk terapi penyembuhan dengan izin Allah subhanahu wa ta'ala dengan mendengarkan ayat ayat al quran yang berfungsi sebagai penyembuhan dan pembatal sihir serta penghilang gangguan jin dan ain. Untuk pemesanan dan info kunjungi post Mp3 dan CD ruqyah mandiri, Barokallahu fiikum..

Artikel Islam Lanjutan dan Daftar Isi Web Ini

“Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk maka adalah baginya pahala seperti pahala-pahala orang yang mengikutinya, yang demikian itu tidak mengurangi sedikitpun dari pahala-pahala mereka. Dan barangsiapa yang mengajak kepada kesesatan maka adalah atasnya dosa seperti dosa-dosa orang yang mengikutinya, yang demikian itu tidak mengurangi sedikitpun dari dosa-dosa mereka” (HR. Muslim)

“Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS. Muhammad : 7)
Bagikan di media sosial yang anda ikuti dengan klik di tombol dibawah ini dan raih amal sholeh sebanyak banyak nya... InsyaAllah

bertawakal kepada Allah
4/ 5
Oleh
Mesin Pencari Athallah

Ketik topik atau pembahasan apa saja yang anda cari di internet menggunakan Athallah Search Engine dibawah ini. Caranya cukup ketikkan topik nya di kotak box dibawah, kemudian tekan enter. InsyaAllah bebas website porno dan spam

Artikel Terbaru