Senin, 15 Juni 2015

13 fadhilah kalimah Laa ilaha illallah dengan tinjauan hadist

Rasulullah bersabda : ‘Perbaharuilah iman kalian.’ Mereka bertanya : ‘Wahai Rasulullah, bagaimana cara memperbaharui iman kami?’ Baginda menjawab : ‘Banyakbanyaklah mengucapkan ‘Laa Ilaaha Illallah.’
(Hadis riwayat Imam Ahmad dan Ath-Thabrani dengan sanad hasan)
13 fadhilah kalimah Laa ilaha illallah dengan tinjauan hadist



Sesungguhnya kalimah laa ilaaha illallah mempunyai fadhilah yang agung, memiliki berbagai keistimewaan yang tiada terkira, kelebihan-kelebihan yang luar biasa yang tidak mungkin bagi seseorang untuk menjangkaunya.

Diantara keistimewaannya adalah :

1. Amalan yang paling utama dan mempunyai pahala yang berlipat ganda, nilainya setara dengan membebaskan (memerdekakan) budak.

Dari Abu Ayuub radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

مَنْ قَالَ : لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ كَانَ كَعَدْلِ مُحَرِّرٍ أَوْ مُحَرِّرَيْنِ
“Barangsiapa mengucapkan; “Laa ilaha illallah wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kullli syay-in qadiir”. Maka ia akan mendapat pahala seperti orang yang membebaskan budak atau seperti dua orang yang membebaskan budak.” (HR. Thabrani. Sanadnya jayyid (baik). Hadist ini dinyatakan sebagai hadits shahih)

Dari al-Barra’ bin Azib radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ مَنَحَ مِنْحَةَ وَرِقٍ أَوْ مِنْحَةَ لَبَنٍ أَوْ هَدَى زُقَاقًا فَهُوَ كَعِتَاقِ نَسَمَةٍ, وَمَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ فَهُوَ كَعِتَاقِ نَسَمَةٍ
“Barangsiapa memberi dirham, susu, atau menunjukkan jalan, maka ia bagaikan membebaskan budak. Dan barangsiapa berkata, “Laa ilaha illallah wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kullli syay-in qadiir.” Maka ia bagaikan orang yang membebaskan budak.” (HR. Ahmad dengan rawi-rawi hadits shahih. Dan diriwayatkan juga oleh Ibnu Hibban dan Tirmizi.)

Dari Abu Ayyub radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Barangsiapa mengucapkan:

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ
"Tidak ada Ilah yang berhak disembah selain Allah Yang Maha esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala puji. Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu." Sebanyak sepuluh kali, maka ia bagaikan orang yang membebaskan empat orang budak dari anak cucu Ismail.” (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Barang siapa yang mengucapkannya dituliskan untuknya seratus kebaikan, dihapus darinya seratus keburukan, dan terbentengi dia dari syaithan.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Barangsiapa mengucapkan:

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ
"Tidak ada Ilah yang berhak disembah selain Allah Yang Maha esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala puji. Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu." Sebanyak seratus kali dalam sehari, maka baginya (pahala) seperti memerdekakan sepuluh budak, ditulis seratus kebaikan, dihapus darinya seratus keburukan, baginya perlindungan dari syaitan pada hari itu hingga sore hari. Tidaklah seseorang itu dapat men-datangkan yang lebih baik dari apa yang dibawanya ke¬cuali ia melakukan lebih banyak lagi dari itu." (HR. Al-Bukhari no. 3293 dan 6403, Muslim IV/2071 no. 2691 (28), at-Tirmidzi no. 3468, Ibnu Majah no. 3798)

3. Semakin sering mengucapkannya maka semakin banyak pula kebaikan dan pahala yang diperoleh

Dari Abu Al-Munzir Al-Juhani radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Ya Rasulullah, ajarilah aku sebaik-baik perkataan! Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Wahai Abu Al-Munzir, Katakanlah:

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ
"Tidak ada Ilah yang berhak disembah selain Allah Yang Maha esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala puji. Dialah yang menghidupkan dan yang mematikan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu." Sebanyak seratus kali dalam sehari, niscaya dengan mengucapkannya engkaulah ornag yang terbaik amalannya di hari itu, kecuali ada orang yang mengucapkan seperti apa yang engkau ucapkan lebih banyak jumlahnya (dari apa yang engkau ucapkan).” (HR. Al-Bazza, namun di dalam sanadnya terdapat orang yang diperselisihkan, yaitu Jabir Al-Ja’fi. Dinyatakan hadits ini sebagai hadits hasan.)

4. Berhak mendapat syafaat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di akhirat nanti.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia bertanya, Ya Rasulullah, siapakah manusia yang paling bahagia dengan syafaatmu pada hari kiamat?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَقَدْ ظَنَنْتُ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ أَنْ لَا يَسْأَلُنِي عَنْ هَذَا الْحَدِيثِ أَحَدٌ أَوَّلُ مِنْكَ لِمَا رَأَيْتُ مِنْ حِرْصِكَ عَلَى الْحَدِيثِ أَسْعَدُ النَّاسِ بِشَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ خَالِصًا مِنْ قَلْبِهِ أَوْ نَفْسِهِ
“Aku menyangka bahwa tiada seorangpun yang akan menanyakan hadits ini sebelummu wahai Abu hurairah. Yang demikian itu karena aku telah melihat kesungguhanmu yang sangat besar terhadap hadits. Orang yang paling gembira dengan syafaatku pada hari Kiamat adalah orang yang mengucapkan laa ilaha illallah dengan ikhlash dari dalam hati atau dirinya.” (HR. Bukhari)

5. Merupakan zikir yang paling utama

Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

أَفْضَلُ الذِّكْرِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَفْضَلُ الدُّعَاءِ الحَمْدُ للهِ
“Seutama-utama zikir adalah laa ilaha illallah dan seutama-utama doa adalah alhamdulillah.” (HR. Ibnu Majah, An-Nasa’i, Ibu Hibban, dan al-Hakim). Menurut al-Hakim sanad hadits ini shahih)

6. Barangsiapa yang mengucapkannya, maka dibukakan baginya pintu-pintu langit hingga kalimat itu mencapai ‘Arasy.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَا قَالَ عَبْدٌ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ قَطُّ مُخْلِصًا إِلَّا فُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ السَّمَاءِ حَتَّى تُفْضِيَ إِلَى الْعَرْشِ مَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ
“Tidaklah seorang hamba mengucapkan laa ilaha illallah dengan ikhlas melainkan akan dibukakan baginya pintu-pintu langit hingga kalimat itu mencapai ‘Arasy, selama orang tersebut menjauhi dosa-dosa besar.” (HR. Tirmizi. Menurut Tirmizi ini hadits Hasan)

7. Barangsiapa yang mengucapkannya dengan ikhlas dan jujur karena didorong oleh keimanan yang ada di hatinya, maka Allah akan haramkan baginya api neraka.

Dari Umar radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنِّي َلأَعْلَمُ كَلِمَةً لاَ يَقُوْلُهَا عَبْدٌ حَقًّا مِنْ قَلْبِهِ فَيَمُوتُ إِلىَ ذَلِكَ إِلاَّ حُرِّمَ عَلىَ النَّارِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ
“Sesungguhnya aku benar-benar mengetahui suatu kalimat, dimana tidaklah seorang hamba yang mengucapkannya dengan benar dari hatinya, melainkan akan diharamkan neraka baginya; kalimat itu adalah; laa ilaha illallah.” (HR. Al-Hakim. Menurut al-Hakim hadits ini shahih sesuai syarat Bukhari dan Muslim)

Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada Mu’az tatkala beliau memboncengnya,

يَا مُعَاذَ بْنَ جَبَلٍ قَالَ لَبَّيْكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَسَعْدَيْكَ قَالَ يَا مُعَاذُ قَالَ لَبَّيْكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَسَعْدَيْكَ ثَلَاثًا قَالَ مَا مِنْ أَحَدٍ يَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ صِدْقًا مِنْ قَلْبِهِ إِلَّا حَرَّمَهُ اللَّهُ عَلَى النَّارِ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَلَا أُخْبِرُ بِهِ النَّاسَ فَيَسْتَبْشِرُوا قَالَ إِذًا يَتَّكِلُوا
“Ya Mu’az bin Jabal, Mu’az menjawab, Ya wahai Rasulullah. Beliau mengulanginya sebanyak tiga kali. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda; “Tidak seorangpun yang bersaksi tiada ilah yang berhak disembah selain Allah dan bahwa Muhammad itu utusan Allah dengan tulus dari hatinya, melainkan Allah akan mengharamkan neraka baginya.” Mu’az berkata, Wahai Rasulullah, bolehkan saya mengabari manusia tentang hal ini, sehingga mereka bergembira? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Jangan, nanti mereka berpangku tangan.” (HR. Bukhari – Muslim)

Disebutkan juga dalam riwayat Muslim, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ شَهِدَ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ حَرَّمَ عَلَيْهِ النَّار
“Barangsiapa yang bersaksi tiada ilah yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, nisacaya Allah haramkan atasnya neraka.”

8. Dapat memasukkan pengucapnya ke dalam surga, jika dia bersaksi bahwa surga dan neraka itu benar adanya.

Dari Ubadah bin Ash-Shamit radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

مَنْ شَهِدَ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ وَأَنَّ عِيسَى عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ أَدْخَلَهُ اللَّهُ الْجَنَّةَ عَلَى مَا كَانَ مِنَ الْعَمَلِ
“Barangsiapa yang bersaksi tiada ilah yang berhak disembah selain Allah yang tiada sekutu bagi-Nya dan bahwa Muhammad hamba dan utusan-Nya, dan Isa adalah hamba Allah dan utusan-Nya, dan kalimat-Nya diberikan melalui Maryam, demikian juga ruh beliau berasal dari-Nya. Dan ia bersaksi bahwa surga dan neraka adalah benar, maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga atas apa yang ia kerjakan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

9. Siapapun yang bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad utusan Allah, dengan benar dari dalam hatinya dan menjaganya, melainkan ia sedang berjalan menuju surga.

Dari Rifa’ah al-Juhani radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, “Tatkala kami pergi bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, hingga kami berada di Kalid atau Qalid, belau memuji Allah dan mengatakan perkataan yang baik, kemudian beliau bersabda:

أَشْهَدُ عِنْدَ اللَّهِ لَا يَمُوتُ عَبْدٌ شَهِدَ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ صَادِقًا مِنْ قَلْبِهِ ثُمَّ يُسَدِّدُ إِلَّا سُلِكَ فِي الْجَنَّةِ
“Aku Bersaksi di sisi Allah, tidak seorang hamba pun yang meninggal sedangkan ia bersaksi tiada ilah yang berhak disembah selain Allah dan bahwa aku adalah utusan Allah, dengan benar dari dalam hatinya dan menjaganya, melainkan ia telah berjalan menuju surga.” (HR. Ahmad. Sanad hadits ini Hasan)

10. Dapat mengalahkan 99 lembaran catatan dosa.

Dari Abdullah bin ‘Amru bin al-‘Ash radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ اللَّهَ سَيُخَلِّصُ رَجُلًا مِنْ أُمَّتِي عَلَى رُءُوسِ الْخَلَائِقِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَيَنْشُرُ عَلَيْهِ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ سِجِلًّا كُلُّ سِجِلٍّ مِثْلُ مَدِّ الْبَصَرِ ثُمَّ يَقُولُ أَتُنْكِرُ مِنْ هَذَا شَيْئًا أَظَلَمَكَ كَتَبَتِي الْحَافِظُونَ فَيَقُولُ لَا يَا رَبِّ فَيَقُولُ أَفَلَكَ عُذْرٌ فَيَقُولُ لَا يَا رَبِّ فَيَقُولُ بَلَى إِنَّ لَكَ عِنْدَنَا حَسَنَةً فَإِنَّهُ لَا ظُلْمَ عَلَيْكَ الْيَوْمَ فَتَخْرُجُ بِطَاقَةٌ فِيهَا أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ فَيَقُولُ احْضُرْ وَزْنَكَ فَيَقُولُ يَا رَبِّ مَا هَذِهِ الْبِطَاقَةُ مَعَ هَذِهِ السِّجِلَّاتِ فَقَالَ إِنَّكَ لَا تُظْلَمُ قَالَ فَتُوضَعُ السِّجِلَّاتُ فِي كَفَّةٍ وَالْبِطَاقَةُ فِي كَفَّةٍ فَطَاشَتِ السِّجِلَّاتُ وَثَقُلَتِ الْبِطَاقَةُ فَلَا يَثْقُلُ مَعَ اسْمِ اللَّهِ شَيْءٌ
“Sesungguhnya Allah akan menghadirkan seorang laki-laki dari umatku di antara seluruh makhluk pada hari kiamat. Kemudian dibentangkalah atasnya sembilan puluh sembilan catatan kesalahannya. Setiap catatan panjangnya sejauh mata memandang. Selanjutnya Allah berfirman; “Adakah sesuatu yang engkau ingkari dari catatan ini? Apakah engkau merasa terzalimi?” Orang itu berkata; “Tidak wahai Rabb!” Allah Ta’ala berfirman; “Apakah engkau mempunyiai uzur (alasan)?” Orang itu berkata; “Tidak wahai Rabb!” Allah Ta’ala berfirman; “Tidak demikian, sesungguhnya engkau di sisi kami mempunyai sebuah kebaikan, maka pada hari ini tiada kezaliman yang akan menimpamu”. Maka Allah pun mengeluarkan sebuah kartu yang di dalamnya tertera, “Asyhadu an laa ilaha illallah wa asyhadu anna Muhammad ‘abduhu wa rasuluh”, Kemudian Allah berfirman; “Hadirkanlah timbanganmu!” Orang itu berkata; “Ya Rabb, apakah arti kartu ini dibandingkan dengan lembaran-lembaran ini?” Allah Ta’ala berfirman; “Sesungguhnya engkau tidak akan dizalimi”. Maka diletakkanlah lembaran-lembaran itu pada daun timbangan dan kartu itu diletakkan di daun timbangan yang lain, sehingga naiklah (terangkatlah) catatan-catatan itu dan beratlah kartu catatan tadi. Dan tidaklah ada yang lebih berat dari pada nama Allah sedikitpun jua.” (HR. Tirmizi. Tirmizi berkata menilai hadits ini hasan. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Ibu Majah, Ibnu Hibban, dan al-Hakim. Menurut al-Hakim shahih sesuai syarat Muslim.)

11. Sebaik-baik ucapan yang dibaca sewaktu di Arafah

Dari Amru bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ وَخَيْرُ مَا قُلْتُ أَنَا وَالنَّبِيُّونَ مِنْ قَبْلِي لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
“Sebaik-baik doa yaitu doa pada hari Arafah dan sebaik-baik ucapan yang aku dan para nabi sebelumku katakan adalah; “Laa ilaha illallah wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kullli syay-in qadiir.” (HR. Tirmizi. Menurut Tirmizi hadits ini Hasan)

12. Siapa yang mengakhiri hidupnya dalam keadaan mengetahui dan mengucapkan laa ilaha illallah, pasti masuk surga
Dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu 'anhu dari Nabi shalallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda:

مَنْ كَانَ آخِرُ كَلَامِهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ
"Barangsiapa diakhir hayatnya mengucapkan la ilaha illallah, maka dia pasti masuk syurga." (HR. Abu Dawud, lihat Shahihul ami’ : 6479)

Dari Utsman bin Affan radhiyallahu’anhu, beliau berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ مَاتَ وَهُوَ يَعْلَمُ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ
“Barangsiapa yang meninggal dalam keadaan mengetahui bahwa tidak ada yang sesembahan -yang benar- selain Allah, niscaya masuk surga.” (HR. Muslim, lihat Syarh Muslim [2/64])

13. Penyebab Allah membenarkan pengucapnya. Karena orang tersebut memberitakan tentang sifat-sifat kesempurnaan dan keluhuran Allah Ta’ala. Siapa yang membenarkan Allah Ta’ala dia tidak akan dikumpulkan sekelompok dengan para pendusta.

Dari Abu Hurairah dan Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu’anhuma, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا قَالَ الْعَبْدُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ قَالَ يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ صَدَقَ عَبْدِي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا وَأَنَا أَكْبَرُ وَإِذَا قَالَ الْعَبْدُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ قَالَ صَدَقَ عَبْدِي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا وَحْدِي وَإِذَا قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ لَا شَرِيكَ لَهُ قَالَ صَدَقَ عَبْدِي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا وَلَا شَرِيكَ لِي وَإِذَا قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ قَالَ صَدَقَ عَبْدِي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا لِي الْمُلْكُ وَلِيَ الْحَمْدُ وَإِذَا قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ قَالَ صَدَقَ عَبْدِي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِي قَالَ أَبُو إِسْحَقَ ثُمَّ قَالَ الْأَغَرُّ شَيْئًا لَمْ أَفْهَمْهُ قَالَ فَقُلْتُ لِأَبِي جَعْفَرٍ مَا قَالَ فَقَالَ مَنْ رُزِقَهُنَّ عِنْدَ مَوْتِهِ لَمْ تَمَسَّهُ النَّارُ
"Apabila seorang hamba mengucapkan; "Tidak ada ilah yang berhaq disembah kecuali Allah dan Allah Maha Besar". Beliau bersabda: Maka Allah 'azza wajalla menjawab: "hamba-Ku benar, tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Aku, dan Aku Maha Besar". Dan apabila seorang hamba mengucapkan; "Tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Allah satu-satunya." Maka Allah menjawab: "Hamba-Ku benar, tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Aku satu-satunya." Dan apabila seorang hamba mengucapkan; "Tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Allah yang tidak ada sekutu bagi-Nya." Maka Allah menjawab: "Hamba-Ku benar, tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Aku yang tidak ada sekutu bagi-Ku." Dan apabila seorang hamba mengucapkan; "Tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Allah yang milik-Nya seluruh kerajaan dan bagi-Nya segala pujian." Maka Allah menjawab: "Hambaku benar, tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Aku yang milik-Ku segala kerajaan dan bagi-Ku segala pujian." Dan apabila seorang hamba mengucapkan; "Tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Allah dan tidak ada daya dan upaya kecuali dengan kehendak Allah." Maka Allah berfirman: "Hamba-Ku benar, tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Aku dan tidak ada daya dan upaya kecuali dengan kehendak-Ku." Abu Ishaq berkata; "Kemudian al Agharru berkata; "Ada sesuatu yang belum saya fahami." Dia berkata; "Lantas saya bertanya kepada Abu Ja'far; apa yang dikatakannya?". Dia menjawab; "Barang siapa yang di berikan rizki dengan semua itu ketika meninggalnya, maka dia tidak akan mencium bau neraka." (HR. Ibnu Majah No. 3784 Kitab: Adab
Kunjungi Konsultasi Ruqyah Gratiss via whatsapp, rahasia dari ruqyah syar'iyyah dan temukan berbagai kasus ruqyah yang berhasil di sembuhkan di artikel Pertanyaan dan Jawaban Seputar Ruqyah Syariyyah <---- Klik , siapa tau ada yang sesuai dengan kondisi yang anda alami. Kunci rangkaian penyembuhan untuk mengatasi berbagai gangguan baik penyakit fisik atau penyakit hati (non-medis) serta berbagai gangguan ghaib. Atau silahkan langsung kunjungi halaman Cara dan Aturan Konsultasi Ruqyah Syariyyah Athallah <--- Klik
  1. Tutorial Ruqyah Mandiri sebagai penyembuh dan pembersih diri dari gangguan ghaib, penyakit medis dan non medis <----- Klik Jika ingin membaca tutorialnya di web. Untuk ciri ciri terkena gangguan ghaib, gangguan jin, gangguan sihir atau ain bisa di lihat di Tanda atau ciri terkena gangguan jin, gangguan sihir atau penyakit ain
  2. Tuntunan sunnah untuk benteng diri agar gangguan itu tidak kembali muncul <---- Klik jika ingin membaca nya di web ini.
  3. Tutorial Ruqyah Rumah agar gangguan yang sudah dipaksa keluar dari badan juga keluar dari rumah tempat tinggal kita <---- Klik jika ingin membaca caranya di web
  4. Tuntunan sunnah menjadikan rumah dibenci setan dan jin sehingga jika sudah berhasil diusir dengan ruqyah rumah tidak kembali lagi masuk rumah. <---- Klik jika ingin membaca caranya di web ini.
  5. Memutar audio ruqyah rumah saat munculnya dua tanduk setan yaitu saat matahari terbit dan tenggelam, dimana pada dua waktu ini setan kekuatannya mejadi membesar. <---- Klik jika ingin mendapatkannya di web ini.
  6. Sesungguhnya Matahari terbit di antara dua tanduk setan, dan tenggelam di antara dua tanduk setan pula. (HR Abu Dawud dan Muslim)

    “Jangan kalian membiarkan anak anak kalian di saat matahari terbenam sampai menghilang kegelapan malam sebab setan berpencar jika matahari terbenam sampai menghilang kegelapan malam,” (HR. Muslim).

Untuk testimoni semua sahabat muslim yang sudah berhasil mengatasi gangguan yang dialami dengan ruqyah mandiri silahkan klik Testimonial. Disertai screen capture percakapan whatsapp.

"Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan-ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam." (QS. Asy-Syu'araa Ayat : 109, QS. Asy-Syu'araa Ayat :127, QS. Asy-Syu'araa Ayat :145, QS. Asy-Syu'araa Ayat :164, QS. Asy-Syu'araa Ayat :180)
Kami juga menyediakan CD Ruqyah (untuk ruqyah rumah/toko) yang berisi audio ruqyah mandiri beserta tutorial ruqyah mandiri dan ruqyah rumah disertai bacaaan surah surah ruqyah dalam arabic, latin dan terjemahan. Disertai juga tutorial dan tuntunan sunnah untuk LGBT, penyakit sihir, penyakit fisik dan susah jodoh dalam bentuk PDF. Praktis bagi anda untuk terapi penyembuhan dengan izin Allah subhanahu wa ta'ala dengan mendengarkan ayat ayat al quran yang berfungsi sebagai penyembuhan dan pembatal sihir serta penghilang gangguan jin dan ain. Untuk pemesanan dan info kunjungi post Mp3 dan CD ruqyah mandiri, Barokallahu fiikum..

Artikel Islam Lanjutan dan Daftar Isi Web Ini

“Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk maka adalah baginya pahala seperti pahala-pahala orang yang mengikutinya, yang demikian itu tidak mengurangi sedikitpun dari pahala-pahala mereka. Dan barangsiapa yang mengajak kepada kesesatan maka adalah atasnya dosa seperti dosa-dosa orang yang mengikutinya, yang demikian itu tidak mengurangi sedikitpun dari dosa-dosa mereka” (HR. Muslim)

“Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS. Muhammad : 7)
Bagikan di media sosial yang anda ikuti dengan klik di tombol dibawah ini dan raih amal sholeh sebanyak banyak nya... InsyaAllah

13 fadhilah kalimah Laa ilaha illallah dengan tinjauan hadist
4/ 5
Oleh
Mesin Pencari Athallah

Ketik topik atau pembahasan apa saja yang anda cari di internet menggunakan Athallah Search Engine dibawah ini. Caranya cukup ketikkan topik nya di kotak box dibawah, kemudian tekan enter. InsyaAllah bebas website porno dan spam

Artikel Terbaru