Minggu, 17 Mei 2015

tahapan saat melakukan umrah

Umrah merupakan haji kecil, perbedaannya dengan haji adalah dalam umrah tidak melakukan jumrah, wukuf dan mabit. Sekain kegiatan itu dilakukan dalam ibadah umrah.

Umrah menurut bahasa artinya berkunjung atau ziarah, sedangkan menurut agama ialah Mengunjungi Baitullah dengan niat ibadah dengan cara tertentu dan dapat dikerjakan dalam waktu Haji maupun diluar musim Haji dan disebut Haji Kecil. Umrah dilakukan dengan ihram dari Miqat, kemudian Tawaf, Sa’i dan diakhiri dengan Tahallul dan terlepas dari Larangan Ihram.
tahapan saat melakukan umrah



Hukum ibadah umrah adalah wajib sekali seumur hidup bagi yang mampu, dan dibolehkan untuk melaksanakan Umrah walaupun belum melaksanakan Haji.

A. SEBELUM BERANGKAT
  1. Dianjurkan mandi, menyisir rambut dan meminyakinya, memakai parfum yang berbau wangi namun tidak berwarna, kecuali bagi wanita, parfumnya adalah yang bewarna namun tidak berbau wangi.
  2. Diperbolehkan mengenakan pakaian ihram sebelum sampai di miqat, sebagaimana hal ini dilakukan oelh Rasulullah dan para shabatnya. Wanita tidak boleh menutup wajah (cadar) dan memakai sepasang kaos tangan.
  3. Melaksanakan Shalat sunat Ihram dua rakaat. Tetapi, menurut sebagian ulama Ihram tidak memiliki shalat khsusus, namun bila mendapati waktu shalat sebelum ihram, maka laksanakanlah shalat itu terlebih dahulu lalu berihram setelahnya, karena Rasulullah berihram setelah shalat zhuhur.
  4. Sampai di Miqat, berniat dalam hati untuk menunaikan ibadah umrah seraya mengucapkan :لَبَّيْكَ عُمْرَةً atau اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ عُمْرَةً  “Kami sambut panggilan-Mu untuk menunaikan umrah”
  5. Kemudian dilanjutkan dengan talbiyah, yakni membaca :  لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ  “Aku memenuhi panggilan-Mu (untuk melaksanakan Umrah, ya Allah aku memenuhi panggilan-Mu. Aku memenuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, aku memenuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya pujaan dan nikmat adalah milik-Mu, begitu juga kerajaan, tiada sekutu bagi-Mu”. (HR. Bukhari dengan Fathul Bari: 3/408, Muslim: 2/841.)
  6. Bagi kaum pria hendaknya mengucapkan talbiyah ini dengan suara keras, sedangkan para wanita juga mengeraskan suaranya selama tidak dikhawatirkan fitnah.
  7. Talbiyah ini dianjurkan untuk terus menerus diucapkan, karena ia termasuk syiar haji. Khususnya, setiap menaiki tempat yang tinggi atau menuruni sebuah lembah. Namun, apabila telah sampai di tanah haram Mekah dan melihat rumah-rumah penduduk kota Mekah, maka hendaklah dihentikan talbiyah untuk bersiap-siap melakukan kesibukan lainnya.

B. DI MAKKAH
  1. Lansung menuju maktab (pemondokan), membereskan barang-barang, dan istirahat.
  2. Berangkat menuju Masjidil Haram dan masuk ke dalamnya melalui pintu Bani Syaibah, karena pintu inilah yang paling dekat dengan Hajar Aswad. Tetapi jika tidak memungkinkan maka boleh masuk melalui pintu mana saja.
  3. Disunnahkan memasukinya dengan mendahulukan kaki kanan, lalu mengucapkan :بِسْمِ اللهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ اَللَّهُمَّ افْتَحْ لِيْ أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ “Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Agung, dengan wajah-Nya Yang Mulia dan kekuasaan-Nya yang abadi, dari setan yang terkutuk. Dengan nama Allah dan semoga shalawat dan salam tercurah-kan kepada Rasulullah. Ya Allah, bukalah pintu-pintu rahmat-Mu untukku.” (HR. Abu Dawud, Ibnu As-Sunni no.88)
  4. Apabila melihat Ka’bah, boleh mengangkat dua tangan, dan dibolehkan pula membaca:أللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ, وَمِنْكَ السَّلاَمُ فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلاَمِ“Ya Allah, Engkaulah yang mempunyai kesejahteraan dan dari Engkaulah kesejahteraan dan hidupkanlah kami wahai Rabb kami dengan kesejahteraan”. (HR. Baihaqi 5/72 dengan sanad Hasan dari Sa’id bin al-Musayyab. Doa ini dibaca oleh Umar bin Khaththab. Tetapi tidak ada nash dari Nabi tentang doa khusus yang dibaca pada waktu melihat Ka’bah ini. Untuk itu boleh berdoa apa yang dikehedaki.

C. THAWAF
  1. Melakukan idhthiba’ (meletakkan bagian tengah selendang di bawah pundak kanan, sedangkan dua ujungnya di atas pundak kiri) ketika thawaf. Hal ini hanya berlaku pada thawaf Qudum saja.
  2. Mulailah Thawaf dengan mendatangi Hajar Aswad, lalu menghadap tepat ke arahnya dan membaca Bismillahi Allahu Akbar. Kemudian mengusapnya dengan tangan, menciumnya dengan mulut dan sujud kepadanya.
  3. Apabila tidak memungkinkan untuk menciumnya, cukup mengusapnya dengan tangan lalu mencium tangan. Tetapi apabila tidak memungkinkan mengusapnya, cukup berisyarat dengan tangan ke arah Hajar Aswad sambil membaca Allahu Akbar.
  4. Setiap kali tiba di Rukun Yamani usaplah dengan tangan kanan, namun tidak menciumnya. Apabila tidak bisa mengusapnya, maka tidak disyariatkan untuk memberi isyarat dengan tangan ke arahnya.
  5. Di antara Hajar Aswad dengan Rukun Yamani mengucapkan :رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka" (HR. Abu Dawud: 2/179, Ahmad: 3/411 dan Al-Baghawi dalam Syarh As-Sunnah 7/128. Al-Albani meng hasankan,Shahih Abu Dawud: 1/354.)
  6. Setiap sampai sejajar dengan Hajar Aswad pada putaran berikutnya, maka usaplah ia dengan tangan kanan dan ciumlah; atau berikan isyarat dengan mengarahkan telapak tangan kanan ke arahnya (tanpa dicium) lalu ucapkanlah Allahu Akbar.
  7. Tarammul (berjalan cepat) pada tiga putaran pertama. Ini hanya berlaku pada thawaf qudum (baru datang) saja.
  8. Berjalan biasa pada putaran selanjutnya dengan banyak berzikir, do’a atau membaca al-Qur’an.
  9. Setelah selesai thawaf tutuplah kembali pundak dengan selendang ihram.
  10. Kemudian mendekat ke Maqam Ibrahim lalu membaca :وَاتَّخِذُوْا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيْمَ مُصَلَّى“Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat.”
  11. Tunaikan shalat dua rakaat di belakang Maqam jika hal itu mudah dilakukan; atau dibagian mana pun dalam masjid.
  12. Pada rakaat pertama setelah al-Fatihah membaca surah al-Kafirun dan pada rakaat kedua setelah al-Fatihah membaca surah al-Ikhlash pada rakaat kedua
  13. Kemudian, meminum air zamzam dan mengguyur rambut kepala dengan air zamzam.
  14. Setelah itu kembali ke Hajr Aswad, lalu bertakbirlah dan mengusapnya dengan telapak tangan kanan. Jika memungkinkan. Namun jika tidak mampu cukup dengan memberi isyarat saja.
  15. Kemudian teruslah menuju ke arah bukit Shafa.

D. DI SHAFA
  1. Apabila telah mendekati Shafa, maka bacalah :إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللهِ Sesungguhnya Shafaa dan Marwa adalah sebahagian dari syi'ar Allah.”
  2. Lalu ucapkanlah :نَبْدَأُ بِمَا بَدَأَ اللهُ “Kami memulai dengan apa-apa yang Allah (memerintahkan) untuk memulai dengannya.”
  3.  Mendaki bukit Shafa dan naik ke atasnya sampai (dapat) melihat Ka’bah, lalu menghadap ke arah Ka’bah seraya mengucapkan :أللهُ أَكْبَرُ أللهُ أَكْبَرُ أللهُ أَكْبَرُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ اْلأَحْزَابَ وَحْدَهُ“Allahu Akbar 3x. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Yang Maha Esa, Tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan pujian. Dia-lah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, yang melaksanakan janji-Nya, membela hamba-Nya (Muhammad) dan mengalahkan musuh sendirian.” (HR. Muslim: 2/888.)

E. SA’I
  1. Lakukan sa’i 7 kali, dari Shafa hingga Marwah dihitung satu kali, dan dari Marwah hingga Shafa dihitung satu kali pula.
  2. Memperbanyak doa dan zikir ketika melakukan sa’i.
  3. Diperbolehkan pula membaca :رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَتَجَاوَزْ عَمَّا تَعْلَمُ إِنَّكَ أَنْتَ الأَعَزُّ الأَكْرَمُ “Ya Rabb, ampunilah, kasihanilah dan maafkanlah apa yang Engkau ketahui, sesungguhnya Engkau Maha Mulia.” (HR. Ibnu Abi Syaibah (4/68-69) dari Ibnu Mas’ud, Ibnu Umar dengan dua sanad yang shahih dan dari Al-Musayyab bin Rafi’ al-Kahili dan Urwah bin Zubair. Yang diriwayatkan oleh Thabrani secara marfu’ dengan sanad yang lemah. Lihat al-Majmu’ (3/248))
  4. Berjalan biasa sebelum dua tanda hijau. Kemudian berlari di antara tanda hijau (khusus bagi laki-laki). Setelah tanda hijau berakhir kembali berjalan biasa.
  5. Perempuan tidak dibolehkan berjalan cepat (berlari kecil) seperti laki-laki kecuali jika pada malam hari ketika tempat sa’i sepi.
  6. Jika telah dekat ke Marwah, maka ucapkanlah sebagaimana yang diucapkan ketika dekat ke Shafa.

F. TAHALLUL
  1. Mengundul rambut lebih utama, kecuali jika waktu haji telah dekat, maka memendekkan lebih utama.
  2. Bagi wanita memendekkan rambut kepalanya dengan memotong setiap jalinan rambutnya seukuran ujung jari kuku atau lebih sedikit dari itu.
  3. Dengan demikian; maka usailah umrah; telah terlaksana tahallul; dan diperbolehkan segala sesuatu yang semula haram karena berihram.
Kunjungi Konsultasi Ruqyah Gratiss via whatsapp, rahasia dari ruqyah syar'iyyah dan temukan berbagai kasus ruqyah yang berhasil di sembuhkan di artikel Pertanyaan dan Jawaban Seputar Ruqyah Syariyyah <---- Klik , siapa tau ada yang sesuai dengan kondisi yang anda alami. Kunci rangkaian penyembuhan untuk mengatasi berbagai gangguan baik penyakit fisik atau penyakit hati (non-medis) serta berbagai gangguan ghaib. Atau silahkan langsung kunjungi halaman Cara dan Aturan Konsultasi Ruqyah Syariyyah Athallah <--- Klik
  1. Tutorial Ruqyah Mandiri sebagai penyembuh dan pembersih diri dari gangguan ghaib, penyakit medis dan non medis <----- Klik Jika ingin membaca tutorialnya di web. Untuk ciri ciri terkena gangguan ghaib, gangguan jin, gangguan sihir atau ain bisa di lihat di Tanda atau ciri terkena gangguan jin, gangguan sihir atau penyakit ain
  2. Tuntunan sunnah untuk benteng diri agar gangguan itu tidak kembali muncul <---- Klik jika ingin membaca nya di web ini.
  3. Tutorial Ruqyah Rumah agar gangguan yang sudah dipaksa keluar dari badan juga keluar dari rumah tempat tinggal kita <---- Klik jika ingin membaca caranya di web
  4. Tuntunan sunnah menjadikan rumah dibenci setan dan jin sehingga jika sudah berhasil diusir dengan ruqyah rumah tidak kembali lagi masuk rumah. <---- Klik jika ingin membaca caranya di web ini.
  5. Memutar audio ruqyah rumah saat munculnya dua tanduk setan yaitu saat matahari terbit dan tenggelam, dimana pada dua waktu ini setan kekuatannya mejadi membesar. <---- Klik jika ingin mendapatkannya di web ini.
  6. Sesungguhnya Matahari terbit di antara dua tanduk setan, dan tenggelam di antara dua tanduk setan pula. (HR Abu Dawud dan Muslim)

    “Jangan kalian membiarkan anak anak kalian di saat matahari terbenam sampai menghilang kegelapan malam sebab setan berpencar jika matahari terbenam sampai menghilang kegelapan malam,” (HR. Muslim).

Untuk testimoni semua sahabat muslim yang sudah berhasil mengatasi gangguan yang dialami dengan ruqyah mandiri silahkan klik Testimonial. Disertai screen capture percakapan whatsapp.

"Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan-ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam." (QS. Asy-Syu'araa Ayat : 109, QS. Asy-Syu'araa Ayat :127, QS. Asy-Syu'araa Ayat :145, QS. Asy-Syu'araa Ayat :164, QS. Asy-Syu'araa Ayat :180)
Kami juga menyediakan CD Ruqyah (untuk ruqyah rumah/toko) yang berisi audio ruqyah mandiri beserta tutorial ruqyah mandiri dan ruqyah rumah disertai bacaaan surah surah ruqyah dalam arabic, latin dan terjemahan. Disertai juga tutorial dan tuntunan sunnah untuk LGBT, penyakit sihir, penyakit fisik dan susah jodoh dalam bentuk PDF. Praktis bagi anda untuk terapi penyembuhan dengan izin Allah subhanahu wa ta'ala dengan mendengarkan ayat ayat al quran yang berfungsi sebagai penyembuhan dan pembatal sihir serta penghilang gangguan jin dan ain. Untuk pemesanan dan info kunjungi post Mp3 dan CD ruqyah mandiri, Barokallahu fiikum..

Artikel Islam Lanjutan dan Daftar Isi Web Ini

“Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk maka adalah baginya pahala seperti pahala-pahala orang yang mengikutinya, yang demikian itu tidak mengurangi sedikitpun dari pahala-pahala mereka. Dan barangsiapa yang mengajak kepada kesesatan maka adalah atasnya dosa seperti dosa-dosa orang yang mengikutinya, yang demikian itu tidak mengurangi sedikitpun dari dosa-dosa mereka” (HR. Muslim)

“Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS. Muhammad : 7)
Bagikan di media sosial yang anda ikuti dengan klik di tombol dibawah ini dan raih amal sholeh sebanyak banyak nya... InsyaAllah

tahapan saat melakukan umrah
4/ 5
Oleh
Mesin Pencari Athallah

Ketik topik atau pembahasan apa saja yang anda cari di internet menggunakan Athallah Search Engine dibawah ini. Caranya cukup ketikkan topik nya di kotak box dibawah, kemudian tekan enter. InsyaAllah bebas website porno dan spam

Artikel Terbaru