Sabtu, 30 Mei 2015

Allah Maha Pengampun dan Pemberi Rahmat

Dari Abu Sa'id al-Khudri bahwa Nabi saw bersabda, "Pada zaman dahulu ada seseorang yang telah membunuh 99 orang, kemudian ia mencari-cari orang yang paling alim (pandai) di negeri itu, maka ia ditunjukkan kepada seorang pendeta, dia pun lantas datang kepada sang pendeta dan menceritakan bahwa dia telah membunuh 99 orang, dia bertanya, 'Apakah masih bisa diterima taubatnya?'

Kemudian sang pendeta mengatakan, 'Tidak, taubatmu tidak akan bisa diterima.' Lantas orang itu membunuh sang pendeta tadi, maka genaplah menjadi 100 orang. Ia pun mencari-cari lagi orang yang paling alim di negeri itu, maka dia ditunjukkan pada seseorang yang sangat alim. Dia menceritakan bahwa ia telah membunuh 100 orang, maka apakah masih bisa diterima taubatnya? 

Allah maha pengampun dosa


Orang yang sangat alim itu menjawab, 'Ya, masih bisa, siapakah yang akan menghalangi seseorang untuk bertaubat? Pergilah ke daerah sana karena penduduk daerah itu menyembah kepada Allah. Sembahlah Allah bersama-sama dengan mereka dan janganlah engkau kembali lagi ke kampung halamanmu karena perkampunganmu adalah daerah hitam.' 

Maka pergilah orang itu, setelah menempuh jarak kira-kira setengah perjalanan dia mati. Kemudian Malaikat Rahmat dan Malaikat Adzab bertengkar. Malaikat Rahmat membela, 'Dia berangkat ke sana untuk benar-benar bertaubat dan menyerahkan dirinya dengan sepenuh hati kepada Allah.' Sedang Malaikat Adzab berkata, 'Sesungguhnya ia belum pernah berbuat kebaikan sedikitpun.' 

Lantas seorang malaikat datang dalam bentuk manusia, dan kedua malaikat itu bersepakat menjadikannya sebagai hakim. Malaikat yang menjadi hakim itu berkata, 'Ukurlah olehmu jarak kedua daerah itu, dan kepada daerah yang lebih dekat itulah ketentuan nasibnya.' Mereka mengukurnya, kemudian mereka mendapatkan daerah yang dituju itulah yang lebih dekat, dengan demikian orang itu dicabut nyawanya dan diterima oleh Malaikat Rahmat." (HR. Al-Bukhari, 3470; Muslim no. 2766).

Pelajaran yang dapat dipetik :
  1. Bagi seseorang yang sedang dirundung kesedihan hendaknya mendatangi seorang ulama agar membantu memecahkan problemnya dan mencarikan solusi untuk dirinya. 
  2. Kebenaran kisah tentang taubat nasuhanya seorang pembunuh. 
  3. Keutamaan orang berilmu daripada ahli ibadah. 
  4. Orang yang bertaubat hendaknya menghindari tempat di mana dia pernah melakukan perbuatan dosa. 
  5. Orang yang bertaubat hendaknya meninggalkan teman-temannya yang pernah menolongnya dalam perbuatan dosa. 
  6. Dianjurkan bertempat tinggal di lingkungan yang aman dan kondusif dalam rangka mewujudkan gotong royong dalam kebaikan dan menghindarkan seseorang dari kehinaan. 
  7. Barangsiapa ditanya tentang sesuatu namun dia kurang mengerti hendaknya mengatakan Wallahu A’lam. Dan jawaban La Adri (saya kurang/tidak mengerti) atau yang sejenisnya merupakan setengah ilmu. 
  8. Orang alim yang tidak menjabat atau tidak berkompeten sebagai hakim, hendaknya tidak memutuskan hukum atas pelaku dosa, sebagaimana sikap orang alim dalam hadits di atas, ia tidak memenjarakan lelaki yang membunuh 100 orang dan tidak bermain hakim sendiri, hanya saja ia memberi saran agar bertaubat dan berhijrah. 
  9. Keutamaan bani Adam, sehingga Allah mengutus seorang malaikat yang memutuskan hukum di hadapan para malaikat dalam bentuk seorang laki-laki dari anak keturunan Adam. 
  10. Kemampuan malaikat untuk menyerupai manusia, sebagaimana yang diperagakan malaikat yang menghakimi antara malaikat rahmat dan malaikat adzab. 
  11. Allah mengampuni hambaNya sesuai dengan niat dan azamnya sekalipun ia belum melaksanakan perbuatan yang diniatkan. 
  12. Terkadang malaikat tidak mengetahui perbuatan setiap hamba sebagaimana disebutkan dalam hadits di atas. Jika ia senantiasa mengetahui, tidak mungkin terjadi perbedaan pendapat antara para malaikat. 
  13. Para malaikat yang diutus untuk mengurus bani Adam mempunyai perbedaan dalam ijtihad saat menetapkan hukum, dengan demikian kadang mereka menyerahkannya kepada Allah untuk memberikan keputusan.
Kunjungi Konsultasi Ruqyah Gratiss via whatsapp, rahasia dari ruqyah syar'iyyah dan temukan berbagai kasus ruqyah yang berhasil di sembuhkan di artikel Pertanyaan dan Jawaban Seputar Ruqyah Syariyyah <---- Klik , siapa tau ada yang sesuai dengan kondisi yang anda alami. Kunci rangkaian penyembuhan untuk mengatasi berbagai gangguan baik penyakit fisik atau penyakit hati (non-medis) serta berbagai gangguan ghaib. Atau silahkan langsung kunjungi halaman Cara dan Aturan Konsultasi Ruqyah Syariyyah Athallah <--- Klik
  1. Tutorial Ruqyah Mandiri sebagai penyembuh dan pembersih diri dari gangguan ghaib, penyakit medis dan non medis <----- Klik Jika ingin membaca tutorialnya di web. Untuk ciri ciri terkena gangguan ghaib, gangguan jin, gangguan sihir atau ain bisa di lihat di Tanda atau ciri terkena gangguan jin, gangguan sihir atau penyakit ain
  2. Tuntunan sunnah untuk benteng diri agar gangguan itu tidak kembali muncul <---- Klik jika ingin membaca nya di web ini.
  3. Tutorial Ruqyah Rumah agar gangguan yang sudah dipaksa keluar dari badan juga keluar dari rumah tempat tinggal kita <---- Klik jika ingin membaca caranya di web
  4. Tuntunan sunnah menjadikan rumah dibenci setan dan jin sehingga jika sudah berhasil diusir dengan ruqyah rumah tidak kembali lagi masuk rumah. <---- Klik jika ingin membaca caranya di web ini.
  5. Memutar audio ruqyah rumah saat munculnya dua tanduk setan yaitu saat matahari terbit dan tenggelam, dimana pada dua waktu ini setan kekuatannya mejadi membesar. <---- Klik jika ingin mendapatkannya di web ini.
  6. Sesungguhnya Matahari terbit di antara dua tanduk setan, dan tenggelam di antara dua tanduk setan pula. (HR Abu Dawud dan Muslim)

    “Jangan kalian membiarkan anak anak kalian di saat matahari terbenam sampai menghilang kegelapan malam sebab setan berpencar jika matahari terbenam sampai menghilang kegelapan malam,” (HR. Muslim).

Untuk testimoni semua sahabat muslim yang sudah berhasil mengatasi gangguan yang dialami dengan ruqyah mandiri silahkan klik Testimonial. Disertai screen capture percakapan whatsapp.

"Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan-ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam." (QS. Asy-Syu'araa Ayat : 109, QS. Asy-Syu'araa Ayat :127, QS. Asy-Syu'araa Ayat :145, QS. Asy-Syu'araa Ayat :164, QS. Asy-Syu'araa Ayat :180)
Kami juga menyediakan CD Ruqyah (untuk ruqyah rumah/toko) yang berisi audio ruqyah mandiri beserta tutorial ruqyah mandiri dan ruqyah rumah disertai bacaaan surah surah ruqyah dalam arabic, latin dan terjemahan. Disertai juga tutorial dan tuntunan sunnah untuk LGBT, penyakit sihir, penyakit fisik dan susah jodoh dalam bentuk PDF. Praktis bagi anda untuk terapi penyembuhan dengan izin Allah subhanahu wa ta'ala dengan mendengarkan ayat ayat al quran yang berfungsi sebagai penyembuhan dan pembatal sihir serta penghilang gangguan jin dan ain. Untuk pemesanan dan info kunjungi post Mp3 dan CD ruqyah mandiri, Barokallahu fiikum..

Artikel Islam Lanjutan dan Daftar Isi Web Ini

“Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk maka adalah baginya pahala seperti pahala-pahala orang yang mengikutinya, yang demikian itu tidak mengurangi sedikitpun dari pahala-pahala mereka. Dan barangsiapa yang mengajak kepada kesesatan maka adalah atasnya dosa seperti dosa-dosa orang yang mengikutinya, yang demikian itu tidak mengurangi sedikitpun dari dosa-dosa mereka” (HR. Muslim)

“Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS. Muhammad : 7)
Bagikan di media sosial yang anda ikuti dengan klik di tombol dibawah ini dan raih amal sholeh sebanyak banyak nya... InsyaAllah

Allah Maha Pengampun dan Pemberi Rahmat
4/ 5
Oleh
Mesin Pencari Athallah

Ketik topik atau pembahasan apa saja yang anda cari di internet menggunakan Athallah Search Engine dibawah ini. Caranya cukup ketikkan topik nya di kotak box dibawah, kemudian tekan enter. InsyaAllah bebas website porno dan spam

Artikel Terbaru